Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Manis Legit Permen Tape dari Wonosalam

Achmad RW • Kamis, 14 Juli 2022 | 15:03 WIB
Bentuk permen tape olahan warga DUsun Segunung, Desa Carangwulung, WOnosalam. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)
Bentuk permen tape olahan warga DUsun Segunung, Desa Carangwulung, WOnosalam. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)
JOMBANG - Singkong sejak dulu menjadi salah satu komiditas andalan masyarakat yang tinggal di kaki lereng Gunung Anjasmoro. Namun, karena harga jualnya yang murah, tak banyak petani di Wonosalam yang membudidayakan tanaman jenis umbi-umbian ini.

Di tangan Suyanto, 43, warga Dusun Segunung, Desa Carangwulung, singkong mampu diolah jadi permen tape. Tentunya, lebih memiliki nilai jual serta potensi pemasaran yang lebih luas. ”Saya mulai membuat permen tape sejak 2019. Kala itu, saya agak prihatin dengan harga jual singkong yang murah. Akhirnya saya berinovasi membuat camilan permen tape dengan bahan utama singkong,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Permen tape buatan Suyanto berbahan singkong lokal Wonosalam. Ia membeli singkong dari petani sekitar dengan harga antar Rp 4- Rp 6 ribu per kilogram. Selain ingin memberdayakan hasil pertanian warga setempat, singkong lokal Wonosalam cocok untuk bahan pembuatan produk permen tapenya.

Dalam membuat permen tape, bahan singkong akan difermentasi. Ada beberapa proses yang dilakukan Suyanto. Proses pertama dimulai dengan menyiapkan bahan mencuci singkong sampai bersih. Kemudian direbus dengan air mendidih. Setelah matang, singkong kemudian ditiriskan. Selanjutnya, dilabur dengan ragi hingga diungkep dengan daun singkong semalaman sampai menjadi tape. ”Nah setelah jadi tape, kita campur dengan gula dan kita aduk sekitar 45 menit. Setelah itu, kita diamkan dan kita potong kecil-kecil menjadi permen tape,” jelas dia.

Proses pembuatan tape memang cukup sederhana. Yang diperlukan hanyalah telaten saat mengaduk tape dan gula agar rasa manisnya lebih merata. ”Untuk mengeringkan tidak perlu dioven. Cukup di angin-angin kan saja,” papar dia.

Sejak 2019, permen tape buatan Suyanto sudah kerap dipesan berbagai konsumen. Mulai perorangan hingga instansi untuk dijadikan oleh-oleh maupun camilan. Permen tape Suyanto juga sudah mulai dipasarkan ke toko swalayan hingga pusat oleh-oleh Dekranasda. ”Saya juga menjual online dan biasa dikirim ke luar kota,” terangnya.

Suyanto mengemas permen tape dengan ukuran 150 gram per bungkus. Ukuran itu, ia banderol dengan harga Rp 10 ribu. ”Memang terjangkau sekali dengan harga Rp 10 ribu. Namun hasil yang kita dapatkan lumayan berlipat dibandingkan menjual singkong mentahan,” pungkasnya.

Selanjutnya....

Dongkrak Perekonomian Warga Sekitar

BERKEMBANGNYA Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam disambut baik pemerintah desa setempat. Pasalnya, selain mendongkrak perekonomian warga sekitar, juga cocok untuk oleh-oleh khas Carangwulung.

Home industri di desa Carangwulung, khususnya di Dusun Segunung terus tumbuh dan berkembang. Kami menyambut baik dengan adanya UMKM ini guna mendongkrak Carangwulung sebagai desa wisata,” ujar Kepala Desa Carangwulung M Arief  kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Menurutnya, selain memiliki rasa yang enak, usaha pembuatan permen tradisional ini juga bisa menyerap hasil panen singkong petani sekitar. ”Sehingga nantinya juga bisa mendongkrak ekonomi masyarakat,” jelas dia.

Selain itu, dengan adanya UMKM yang bervariatif juga bisa membantu perekonomian warga setempat. Misalnya, dari usaha pembuatan permen tape ada sebagian warga bekerja untuk menambah pendatan sehari-hari. ”Karena mereka tentu butuh pekerja untuk proses produksi. Ini bisa menambah pendapatan mereka,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#permen tape #camilan #segunung #carangwulung #wonderland wonosalam #]permen jadul