”Yang paling laris dan disukai adalah es campur durian dan kolak ketan durian,’’ ujar Heri pemilik warung. Sejumlah olahan berbahan durian dijual, mulai pancake, ice krem sampai dengan durian kupas siap makan. Ia sendiri berjualan durian asli Wonosalam sejak 2008 lalu.
Sebagai warga lokal, ia tahu mana durian yang memiliki kualitas bagus atau tidak. Ia juga memastikan durian yang disajikan berkualitas. Kemudian, pada 2019, ia mulai berjualan olahan durian. "Saat itu coba-coba membuat olahan durian, ternyata banyak peminatnya,’’ tambahnya.
Es campur adalah sajian paling disukai pecinta durian. Ia menggunakan durian lokal Wonosalam karena rasanya yang khas. Manis bercampur legit dipadukan dengan beberapa bahan pendukung. Misalnya selasih, serutan degan dan buah naga. “Buah naga juga kita ambilkan dari petani lokal Wonosalam,’’ jelas dia.
Ia tak menampik jika durian tak berbuah sepanjang tahun. Untuk mengakalinya, saat musim durian November – Mei, ia menyimpan stok dengan cara mengupas dan memasukan ke dalam freezer. Sehingga saat musim durian selesai ia bisa menggunakan durian kupas tersebut. ”Sehingga tetap bisa dinikmati meskipun diluar musim,’’ terang suami Intan Dewi ini.
Selain es campur, di warungnya juga ada kolak ketan durian. Kuliner ini juga disukai pecinta durian terutama saat musim hujan. ”Jadi pas makan yang hangat-hangat di Wonosalam,’’ tambahnya.
Untuk dapat menikmati kudapan es campur durian khas Wonosalam ini pengunjung tak perlu khawatir soal harga. Pengunjung dapat menikmati seporsi es campur durian seharga Rp 15 ribu. Lebih enaknya lagi, satu porsi es campur durian itu disajikan dengan dua biji durian utuh. ”Kami sajikan dua biji, biar pelanggan puas,’’ tambahnya.
Sedangkan, untuk satu satu porsi kolak ketan durian ia jual dengan harga Rp 8 ribu. Penikmat durian dijamin kenyang dengan seporsi kudapan itu. ”Antusiasme pengunjung paling ramai saat weekend, sehari bisa ratusan pengunjung,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW