Kepala Desa Sambirejo Sungkono menceritakan, kesenian karawaitan di Desa Sambirejo mulai muncul sejak 2016 lalu. Kala itu, dirinya ingin memunculkan destinasi wisata kebudayaan. Karena tidak punya alat gamelan untuk berlatih, akhirnya para pemain yang rata-rata dari kalangan pelajar nebeng berlatih di grup kesenian kuda lumping yang ada di desanya. ”Kita berlatih kurang lebih satu tahun dengan cara meminjam alat dari kesenian kuda lumping Putra Budaya,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (6/4).
Karena antusias anak-anak mengikuti karawitan cukup tinggi, akhirnya pihak desa mengajukan alat gamelan ke Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata melalui Kecamatan Wonosalam. Usulan itu ternyata disetujui pada 2018. ”Alhamdulillah usulan kita di realisasi dan 2018 kita dapat satu set gamelan slendo sehingga dapat dimanfaatkan berlatih anak-anak dan warga,’’ jelas dia.
Setelah berlatih secara rutin, akhirnya grup karawitan Desa Sambirejo sering diundang untuk pentas dalam beberapa acara. Mulai acara sedekah desa, hajatan warga hingga tampil di Kenduri Durian Wonosalam. ”Sebelum pandemi kita tampil di Kenduren Wonosalam,’’ terangnya.
Kesenian karawitan terus berkembang di Desa Sambirejo. Pihaknya pun memfasilitasi dengan mendirikan sanggar seni yang diberi nama Siswo Anjasmoro. ”Letak sanggar seni kita berada di Jl Anjasmara,’’ papar dia.
Selain itu, pihaknya juga menambah satu set alat gamelan dari anggaran dana desa (DD) untuk para warga yang ingin berlatih. Saat ini, grup karawitan Desa Sambirejo memiliki peserta aktif sebanyak 40 orang. Mereka rutin berlatih setiap minggu siang hingga malam.
Wujudkan Desa Wisata Budaya
SELAIN ingin menjaga budaya kepada generasi muda, Sungkono Kades Sambirejo juga ingin mewujudkan wisata desa budaya. Di sisi lain, kegiatan positif ini juga dinilai mampu mengurangi kenalakan remaja di desanya.
”Saat ini berbagai upaya terus kita lakukan, salah satunya menghadiri pentas seni di berbagai acara guna mengenalkan potensi karawitan Desa Sambirejo,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (6/4).
Ia menambahkan, dengan adanya kesenian karawitan bisa menjadi wadah bagi pengembangan bakat/keterampilan kalangan remaja di desanya, sehingga mereka tidak terjerumus ke dunia kenakalan remaja. ”Karena pesertanya rata-rata pelajar mulai SD-SMA, sehingga kesenian karawitan ini juga untuk mengantisipasi hal-hal yang kurang baik dengan cara kita ikutkan berlatih karawitan,” pungkasnya. Editor : Rojiful Mamduh