Meski jaraknya cukup jauh, Air Terjun Tretes yang disebut-sebut tertinggi di Jawa Timur ini tak pernah sepi pengunjung. Khususnya saat akhir pekan. Puluhan bahkan ratusan pengunjung dari Jombang maupun Kediri berbondong bondong ke wisata ini.
Untuk mencapai lokasi wisata ini, pengunjung dapat menuju Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam yang berjarak sekitar 30 km dari pusat Jombang kota.
Setelah menitipkan kendaraan ke petugas, pengunjung bisa merasakan serunya tantangan mendaki gunung menuju titik air terjun. Dengan jarak tempuh mencapai sekitar 4 kilimeter jauhnya.
Dinamakan Air Terjun Tretes Pengajaran karena lokasinya berada di ujung Desa Galengdowo tepatnya Dusun Pengajaran. ”Maka oleh warga disebut Air Terjun Tretes Pengajaran,’’ ujar Endon Siswoyo, 40, pemandu wisata kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (30/3) kemarin.
Wisata ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Namun baru dibuka untuk umum sejak 2011. Air Terjun Tretes Pengajaran juga satu paket dengan wisata edukasi di Galengdowo, yang meliputi wisata edukasi beternak sapi perah, wisata edukasi berkebun salak. ”Yang mana wisata edukasi tersebut dikelola Karang Taruna Galengdowo Pokdarwis Argowayang,’’ tambahnya
Dari cerita masyarakat, Air Terjun Tretes dipercaya sebagai tempat pertemuan dua pasangan, yakni Pengeran Barongkusumo dari Gunung Anjasmara dan Dewi Anjarwati dari Gunung Lawu. Bahkan, dulunya air terjun ini juga dipakai mandi Mahapatih Gajah Mada.
Air Terjun Tretes menjadi salah satu ikon wisata Jombang. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memperbaiki akses jalan. Pada 2018 akses jalan sempat diperbaiki dalam program pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Untuk menikmati wisata ini, pengunjung cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 11 ribu sebagai biaya parkir ketika masuk lokasi. Jika tak ingin berjalan kaki, pengunjung juga bisa menyewa ojek gunung yang disediakan warga setempat.
Ongkos untuk ojek gunung juga cukup terjangkau. Hanya Rp 20 ribu dan pengunjung bisa sampai di Pos Tahura. Jarak Pos Tahura dengan lokasi air terjun kurang lebih 1,2 km dengan akses jalan setapak. ”Di Pos Tahura, pengunjung dapat melepas penat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Tersedia pula toilet, musala, aula dan spot foto dengan pemandangan hutan dan sungai dengan aliran air yang bening,’’ ujar Yatno, 40, Petugas Pos Tahura R Soerjo di lokasi.
Jadi Daya Magnet Wisatawan
SEMENTARA itu, keindahan alam yang dimiliki Air Terjun Tretes selain menjadi ikon juga menjadi daya tarik luar biasa menggaet wisatawan datang ke Wonosalam. Sayangnya, selama ini wisata Air Terjun Tretes belum bisa berkembang optimal karena terkendala akses jalan.
”Potensi Air Terjun Tretes Pengajaran sebenarnya sangat luar biasa jika dikelola dengan baik. Misalnya ada investor, pemkab atau pemprov mau mengelola wisata ini,’’ ujar Wartomo Kepala Desa Galengdowo.
Menurutnya, jika dikelola dengan maksimal wisata ini bisa menjadi daya ungkit menggerakkan perekonomian masyarakat, ujung-ujungnya juga mendongkrak pendapatan daerah.
Selama ini pengelolaan wisata Air Terjun Tretes masih sangat sederhana yang dilakukan Karang Taruna Desa Galengdowo dan Tahura. ”Pemandangannya sangat bagus, namun karena terkendala akses jalan otomatis belum bisa maksimal,’’ tambahnya.
Meski demikian, wisata Air Terjun Tretes Pengajaran tetap bisa mendongkrak perekonomian warga setempat. Khususnya dari pendapatan parkir pengunjung dan ojek gunung yang disediakan warga setempat. ”Harapan kami pemkab atau dinas terkait dapat mengembangkan wisata ini. Karena bagaimanapun juga ini bisa menjadi aset yang sangat luar biasa,” pungkasnya. Editor : M Nasikhuddin