Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Diolah Jadi Hiasan Unik, Dikirim hingga Pulau Bali

Rojiful Mamduh • Kamis, 10 Maret 2022 | 15:18 WIB
Photo
Photo
KECAMATAN Wonosalam menyimpan berbagai potensi alam. Salah satunya dimanfaatkan Eko Cahyono, 44, warga Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam membuat kerajinan memanfaatkan akar kayu jati. Kini produknya tembus hingga pulau Dewata.

Bermula sekitar 2014 lalu, Eko yang sering beraktivitas di hutan melihat banyak potongan akar kayu jati di hutan terbengkalai. Dia terinpirasi memanfaatkan akar pohon jati menjadi produk kerajinan yang bernilai jual tinggi dari pada hanya digunakan untuk kayu bakar. ”Awalnya saya menekuni kegiatan ini sejak 2014. Waktu itu, saya ke hutan, dan menemukan banyak akar pohon yang mati dan tak dimanfaatkan,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (9/3).

Eko pun mewujudkan idenya itu. Eko pun memungut sejumlah akar pohon jati yang sudah mati dari hutan dan segera mengolahnya di rumah. dengan sentuhan kreatifnya, potongan akar-akar pohon jati diubahnya menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi. ”Ada beberapa proses untuk mengolah limbah akar jati ini mulai dari pengelupasan bagian akar luar, pembersihan, kemudian kita poles dengan plitur,” jelas dia.

Tak berhenti di situ, agar bisa lebih bermanfaat ia menambahkan beberapa aksesori lain seperti penutup lampu atau hiasan bunga-bungaan. ”Supaya lebih bagus dan bisa dimanfaatkan untuk hiasan rumah,” jelas dia.

Satu dua produknya telah selesai dia kerjakan. Ternyata respons pasar baik. Dari situ dia pun semakin bersemangat menseriusi produk kerajinan dari bahan limbah hutan ini.

Seiring tingginya permintaan, Eko bahkan sampai kesulitan mencari akar pohon jati yang sudah mati. Akhirnya, ia memanfaatkan akar pohon-pohon lain untuk pembuatan produknya itu. ”Akhirnya pakai akar pohon mahoni, pete hingga akasia sebagai bahan dasar,” terangnya.

Untuk mendapatkan akar pohon itu, ia harus menembus hutan belantara baik di sekitar Desa Sumberjo hingga hutan di kawasan lereng Gunung Anjasmara. ”Kebanyakan di tebing-tebing, sebab kalau di dalam hutan sudah banyak yang cari,” jelas dia.

Terhitung sekarang, sudah hampir delapan tahun dia menggeluti usaha kerajinan dari akar pohon ini. Beberapa produknya sudah tembus hingga beberapa daerah di Jawa Timur hingga Kalimantan, Bali. ”Tapi yang banyak dari lokal,” papar dia.

Harga satu produk kerajinan ini beragam. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Menyesuaikan keunikan dan ukuran. ”Paling murah mulai Rp 30 ribu hingga Rp 1 juta lebih,” pungkasnya.

Photo
Photo
Editor : Rojiful Mamduh
#Kerajinan Limbah Akar Kayu Jati #Pulau Bali #wonderland wonosalam #Hiasan Unik