Seperti diakui Sampiyo, 52, penjual durian di Dusun Sumber, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam. Di warung durian miliknya, tak kurang dari puluhan hingga ratusan pelanggan setaip harinya mampir. ”Memang sejak musim durian penjualan meningkat,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Ada banyak jenis durian yang ia tawarkan kepada pembeli. Mulai montong super, lokal, mrico dan mentega. Harganya juga bervariatif mulai Rp 40 ribu hingga Rp 120 ribu. ”Sebagian orang-orang lebih suka mentega. Khususnya pelanggan dari luar kota,” tambahnya.
Durian mentega memiliki rasa manis legit. Sama seperti namanya, durian ini dagingnya berwarna kuning seperti mentega. ”Ada pliket – pliketnya sedikit dan dagingnya lebih tebal,” tambahnya.
Pria yang sudah berjualan durian sejak 1990 ini, juga memiliki kebun durian yang cukup luas. Setiap dua hari sekali, Sampiyo dan istrinya Sulami memanen durian di kebun. ”Total ada 130 pohon durian yang ada di kebun. Kebanyakan jenis lokal, ada juga jenis bido dan mentega,” terangnya.
Sampiyo juga menerima setoran atau pembelian dari petani setempat. Tak kurang dari 200 durian lokal Wonosalam, ia beli dari petani setempat setiap hari. ”Biasanya jam 2 siang mereka setor ke sini. Kalau pagi mereka memanen di kebun,” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh