Cerita Guru MTsN 4 Jombang, Tiap Hari Seberangi Brantas Sambil Bawa Anak ke Sekolah

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 06:08 WIB
Auliya Octaviani Elliyanti, Pengajar Bahasa Arab MTsN 4 Jombang
Auliya Octaviani Elliyanti, Pengajar Bahasa Arab MTsN 4 Jombang

 

JOMBANG - MENJALANI peran ganda sebagai pendidik sekaligus ibu dari empat anak menuntut ketangguhan ekstra. 


Hal itulah yang dilakoni Auliya Octaviani Elliyanti.
Di tengah padatnya jam mengajar di sekolah, perempuan yang akrab disapa Bu Aul ini selalu punya cara untuk menjaga kehangatan bersama suami dan buah hatinya.

Auliya tinggal di Tambak, Desa Begendeng, Kecamatan Jatikalen, Nganjuk, bersama sang suami, Devid Enggal Erizandy.


Rumah tangga mereka kian riuh dengan hadirnya empat buah hati: M.
Hasby Arrayyan, serta tiga putri kembarnya, Nilna Fauziyah, Naela Zakiyah, dan Naily Inayah.

Putra sulungnya kini menginjak kelas I SD/MI.


Sementara si kembar tiga yang masih berusia tiga tahun tengah mengecap pendidikan di PAUD.
Hari-hari Auliya selalu dimulai sebelum fajar merambat naik.
Sebelum melangkah ke MTsN 4 Jombang, dia memastikan seluruh kebutuhan rumah tangga beres.


Mulai dari menyiapkan keperluan sekolah anak hingga sarapan, semua tuntas di tangannya sebelum berangkat bertugas.

Perjuangan menembus ruang kelas pun tak biasa.
Setiap hari, Auliya harus menyeberangi derasnya aliran Sungai Brantas menggunakan perahu tambang demi menyingkat rute dari Nganjuk menuju Denanyar, Jombang.

Anak sulungnya ikut serta berangkat bersama menuju Denanyar.

Baca Juga: Auliya Octaviani, Guru MTsN 4 Jombang yang Pilih Jadi Teman Murid
Sedangkan si kembar tiga dititipkan di rumah.  "Saat saya mengajar, si kembar tiga bersama neneknya di rumah.


Alhamdulillah ada ibu yang membantu menjaga. Yang sulung sekolah di Denanyar, jadi berangkat bareng saya," tuturnya.

Bagi Auliya, keluarga adalah muara untuk memulihkan energi setelah seharian memeras pikiran.
Momen libur kerap dimanfaatkannya untuk quality timeTravelling menjadi agenda favorit keluarga kecil ini.


”Biasanya kalau libur jalan-jalan. Kadang quality time di rumah saja, bercanda sama anak-anak dan suami," ungkapnya.

Di balik kesibukannya, Auliya tetap merawat kegemarannya membaca dan merangkai kata dalam bentuk cerpen meski sejauh ini masih menjadi koleksi pribadi.


Semangat belajarnya pun tak padam. Dia menyimpan asa untuk melanjutkan studi ke jenjang S-2.


”Masih ada keinginan yang belum diwujudkan, menunggu anak-anak sedikit lebih besar dulu," jelasnya.

Bagi Auliya, pendidikan tinggi bagi seorang perempuan bukan sekadar berburu lembar ijazah.


Lebih dari itu, pendidikan adalah bekal utama mendidik generasi penerus sekaligus bukti bahwa perempuan sanggup berdiri sejajar secara profesional tanpa kehilangan karakter.
”Perempuan itu bisa menjadi sosok yang berpendidikan, profesional, berprestasi, dan tetap memiliki karakter yang baik,” tegasnya.
(wen/naz)

Editor : Anggi Fridianto
Auliya Octaviani Ponpes Mambaul Maarif Denanyar MTsN 4 Jombang guru inspiratif