Auliya Octaviani, Guru MTsN 4 Jombang yang Pilih Jadi Teman Murid

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB
Auliya Octaviani Elliyanti, S.Pd
Auliya Octaviani Elliyanti, S.Pd

 

JOMBANG – Bagi Auliya Octaviani Elliyanti, S.Pd., berdiri di depan kelas bukan sebatas menuntaskan kewajiban mengajar.


Guru Bahasa Arab di MTsN 4 Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, tersebut memilih jalan pendekatan yang berbeda, yakni menjadi teman bagi para muridnya, tanpa meluruhkan rasa hormat dan batasan antara guru dan anak didik.

Perempuan kelahiran Mojokerto, 19 Oktober 1996, itu mulai mengabdi di MTsN 4 Jombang sejak 2019.


Tepatnya setelah menyelesaikan studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 2018 dan sempat menyumbangkan ilmunya di MI Nurul Huda 2 Mojokerto selama satu semester.

Kecintaan Auliya pada Bahasa Arab sebenarnya sudah berakar sejak lama.

 

Baca Juga: Inspiratif! Pemilik Laundry di Kalimantan Ini Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen
Setamat dari MAN 4 Jombang pada 2014, dia mantap memilih Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Malang.


Ketertarikannya kian memuncak saat duduk di bangku kuliah, terutama ketika berinteraksi langsung dengan native speaker asal Sudan pada mata kuliah Maharah Kalam.

Pengalaman berharga itulah yang kini menjadi bekal berharganya di ruang kelas.
Bagi Auliya, guru memegang peranan sentral dalam membentuk kualitas generasi penerus.


”Sebagai guru, kita memiliki posisi yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas anak-anak.


Prinsipnya, kita harus menjadi role model bagi mereka,” ujar pendidik yang resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu pada 2025 tersebut.

Dalam keseharian, Auliya enggan membangun tembok pemisah yang memicu rasa takut pada siswa.
Dia memilih hadir sebagai sosok penyimak yang memahami pergumulan anak muda masa kini.


”Anak-anak zaman sekarang berbeda.
Cara menghadapinya tidak bisa lagi seperti pendekatan zaman dulu yang serba keras.

Baca Juga: HUT RI ke-81, Siswa MTsN 4 Jombang Diajak Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Adab
Kalau saya pribadi, lebih memilih merangkul dan berteman dengan mereka,” ungkapnya.

Latar belakangnya sebagai alumni santri selama enam tahun di Asrama Al-Risalah PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar turut memperkaya cara pandangnya.


Auliya mengenang, saat duduk di kelas VII MTs, dirinya pun sempat melewati fase krisis: tidak betah dan sulit beradaptasi.

Pengalaman pahit masa lalu itu kini disulapnya menjadi pendorong semangat bagi santri-santri baru yang sedang mengalami pergolakan serupa.


Dia kerap meyakinkan para siswa bahwa proses menimba ilmu di pesantren memang butuh ketahanan mental, namun akan membuahkan persahabatan erat dari berbagai penjuru daerah.
”Anak-anak kelas VII yang baru masuk biasanya sangat butuh dorongan seperti itu.


Dulu saya juga sempat tidak kerasan, tapi berusaha bertahan.
Pengalaman ini yang sering saya bagikan ke anak-anak sebagai motivasi agar mereka terus semangat menuntut ilmu,” tuturnya.
(wen/naz))

Editor : Anggi Fridianto
Auliya Octaviani Elliyanti Guru Bahasa Arab Guru Jombang Jombang MTsN 4 Jombang