Begini Cara Yuliati Nugrahani Warsubi Promosikan Batik Jombang ke Kancah Nasional

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 10:22 WIB
Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, mengenakan batik khas Jombang di panggung Batik In Motion 2026 di Kota Probolinggo, Jumat (4/9).
DEKAT: Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani saat bertemu desainer batik di Dekranasda Kabupaten Jombang, Sabtu (29/8).


RadarJombang.id – Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, punya komitmen tinggi untuk mempromosikan batik khas Jombang ke kancah nasional.

Salah satunya, dengan membawanya ke panggung Batik In Motion 2026 di Kota Probolinggo.

Mengenakan busana berbahan batik karya Art Shop Batik Kluwer, penampilannya berhasil masuk tiga terbaik dalam gathering Ladies of Batik yang digelar Jumat (4/9).

Baca Juga: Kisah Inspiratif Kajari Jombang Dyah Ambarwati, dari Masa Kecil Sulit hingga Memimpin Kejaksaan

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang ini tampil mengenakan busana berbahan batik Jombang karya Art Shop Batik Kluwer, milik Abidah, pelaku UMKM asal Dusun Sanan Timur, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.

Pilihan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan Yuliati terhadap karya perajin dan pelaku UMKM lokal.

Sebelum mengenakannya di Probolinggo, dia terlebih dahulu berkunjung ke Art Shop Batik Kluwer.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Gustina Ari Murti: Dari Jombang, Kembali Jadi ASN Jombang

Di sana, Yuliati berdialog langsung dengan Abidah yang telah menekuni dunia desain dan jahit sejak 2000.

Dari pertemuan tersebut, Yuliati melihat potensi batik Jombang untuk dikembangkan menjadi busana yang lebih modern.

Tidak hanya cocok untuk acara resmi, tetapi juga bisa mengikuti perkembangan selera fashion.

”Kalau bisa memakai batik Jombang, kenapa tidak? Kita punya banyak kain yang bagus dan desainer yang kreatif. Tinggal bagaimana kita membuat desain yang bagus dan modern,’’ kata tokoh perempuan kelahiran Jombang, 5 Juli 1970 ini.

Pilihan tersebut ternyata mendapat apresiasi. Dalam gelaran Batik In Motion 2026, penampilan Yuliati dengan busana berbahan batik Jombang berhasil masuk tiga terbaik.

Busana tersebut tampil dengan perpaduan warna merah muda, hijau, dan cokelat. Kombinasi tersebut membuat batik terlihat segar sekaligus elegan.

Motif flora yang dipadukan dengan bentuk fauna ekspresif kemudian dikemas menjadi setelan feminin dengan sentuhan modern.

Baca Juga: Profil Gustina Ari Murti, Juara Pertama ASN Berprestasi Eselon III Jombang 2026

’’Batik Jombang tidak harus selalu tampil dalam bentuk yang kaku atau konvensional. Dengan kreativitas desainer lokal, kain batik dapat diolah menjadi busana yang lebih modern, anggun, dan sesuai dengan berbagai kesempatan,’’ terang istri Bupati Jombang Warsubi ini.

Sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang periode 2025-2030, Yuliati memiliki perhatian besar terhadap pengembangan UMKM.

Bersama perannya sebagai Bunda Literasi, dia membawa komitmen untuk mendorong UMKM naik kelas serta memperkuat peran perempuan

Baca Juga: Ulang Tahun ke-56 Yuliati Nugrahani, Bupati Jombang Beri Kejutan dan Doa Menyentuh ke Istri

Dorong Produk Lokal Jombang Naik Kelas

 BAGI Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, mengangkat produk lokal tidak selalu membutuhkan gerakan besar.

Justru dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana dengan memilih dan menggunakan produk buatan daerah sendiri.

Prinsip tersebut diwujudkan ketika menghadiri gathering Ladies of Batik, Batik In Motion 2026 di Kota Probolinggo, Jumat (4/9).

’’Yang penting kita mulai dari diri sendiri. Pakai produk Jombang, kenalkan produk Jombang, dan beri kesempatan para pelaku UMKM kita untuk berkembang,’’ tegasnya.

Bagi Yuliati, mengenakan batik Jombang bukan sekadar persoalan pilihan busana.

Sebab, setiap kali produk lokal digunakan dan diperkenalkan, semakin terbuka pula kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal karya para perajin dan pelaku UMKM.

Baca Juga: Yuliati Nugrahani: Kader Lingkungan dan PKK Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan

Karena itu, dia mendorong agar batik Jombang tidak berhenti sebagai kain yang hanya digunakan pada momentum tertentu.

Dengan kreativitas desainer dan pelaku usaha, batik dapat dikembangkan menjadi busana yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan berbagai kalangan.

Pendekatan tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.

’’Saya kira warna dan desain seperti ini cocok untuk anak muda. Batik bisa dipakai dengan gaya yang lebih santai, modern, tetapi tetap menunjukkan identitas daerah,’’ ungkapnya. (ang/jif)

 

 

Editor : Achmad RW
Yuliati Nugrahani ketua dekranasda promosi batik jombang