DI BALIK kiprahnya sebagai guru yang aktif mendampingi siswa, Nanik Idayati, S.Pd., juga menjalani peran sebagai ibu.
Bagi Nanik, keluarga menjadi sumber kekuatan sekaligus tempat untuk menerapkan nilai yang selama ini dia tanamkan kepada siswa, yakni kejujuran dan kedisiplinan.
Nanik menikah dengan Didik Satriyo Wibowo, Komandan Koramil 0815/19 Magersari Mojokerto.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak, yakni Dihan Isro' Idayati dan Karina Setriya Idayati.
Prinsip mendidik anak di rumah tidak jauh berbeda dengan saat mendampingi siswa di sekolah.
Nanik selalu mengajarkan anak-anaknya untuk berkata jujur.
Termasuk ketika melakukan kesalahan.
”Jujur itu penting.
Meskipun kamu melakukan perbuatan yang salah, harus jujur.
Tidak usah bohong, terus terang saja,” katanya.
Baca Juga: 25 Tahun Mengabdi, Guru SMAN Kesamben Jombang Ini Konsisten Dorong Siswa Raih Prestasi
Nilai tersebut juga dia terapkan kepada siswa.
Nanik berusaha menjadi guru yang tidak hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga bisa menjadi tempat siswa bercerita dan mendapatkan dukungan.
Menurutnya, karakter tiap anak berbeda-beda.
Karena itu, guru harus mampu beradaptasi dan memahami dunia siswa.
Namun, batas sebagai pendidik tetap harus dijaga.
Perhatian lebih juga diberikan kepada siswa yang memiliki keterbatasan dalam mengikuti kegiatan.
Jika ada kebutuhan perlengkapan tertentu, Nanik berusaha mencarikan solusi agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan.
”Pendidikan tidak semata-mata soal fasilitas lengkap.
Yang lebih penting adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing,” bebernya.
Menjalankan peran sebagai ibu sekaligus guru juga membuat Nanik harus mampu menjaga keseimbangan.
Dia pernah mengalami masa sulit ketika pandemi Covid-19.
Tekanan dan rasa khawatir berlebihan saat itu bahkan sempat membuat pola tidurnya terganggu cukup lama.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan hidup.
Nanik berusaha menyediakan waktu untuk beristirahat dan berkegiatan bersama keluarga.
Di rumah, dia berusaha menjadi ibu yang memberikan contoh.
Sementara di sekolah, dia berupaya menjadi guru yang mampu mengarahkan dan memotivasi siswa.
Kepada kedua putrinya, Nanik menekankan pentingnya pendidikan dan karakter positif.
Dia tetap mengarahkan anak-anaknya untuk memiliki masa depan yang baik, tetapi keputusan akhir diserahkan kepada mereka.
”Kebetulan anak pertama lebih minat ke Kimia, sehingga dia ambil Farmasi di Unair, alhamdulillah sudah lulus.
Anak kedua saya arahkan untuk menjadi pendidik, mulai saya berikan pemahaman,” jelasnya.
Kesibukan sebagai guru, aktivitas organisasi, serta tugas suami sebagai anggota TNI membuat waktu bersama keluarga harus diatur dengan baik.
Karena itu, ketika ada waktu luang, Nanik memilih menghabiskannya bersama anak.
Jalan-jalan ke mal atau menikmati wisata menjadi pilihan sederhana untuk melepas penat sekaligus menjaga kedekatan dengan keluarga.
”Kalau ingin jalan-jalan, biasanya sama anak.
Kadang ke mal, kadang wisata.
Karena suami juga sering tidak bisa libur,” pungkasnya.
(wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto