25 Tahun Mengabdi, Guru SMAN Kesamben Jombang Ini Konsisten Dorong Siswa Raih Prestasi

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:28 WIB
 Nanik Idayati, S.Pd.,
Nanik Idayati, S.Pd.,

 

JOMBANG – Menjadi guru bagi Nanik Idayati, S.Pd., bukan sekadar mengajar.

Perempuan kelahiran Jombang, 4 Februari 1975, itu aktif mendampingi dan memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi serta berani mengejar prestasi.

Kini, selain sebagai guru, Nanik dipercaya sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN Kesamben.

Lebih dari dua dekade mengabdi di dunia pendidikan, Nanik konsisten mendorong siswa agar tidak pesimis.

Terutama mereka yang memiliki potensi di bidang nonakademik.

”Pokoknya jangan pesimis.

Semangat untuk melakukan kegiatan yang memang hobinya atau kesukaannya.

Harus semangat untuk meraih prestasi,” tegasnya.

Baca Juga: Cerita Mantri BRI Dampingi Pelaku Usaha Cianjur Selatan, Terjang Jalan Terjal dan Kabut

Perjalanan karier Nanik di dunia pendidikan bermula setelah lulus S-1 Pendidikan Biologi di IKIP Malang, yang kini menjadi Universitas Negeri Malang (UM.

Sebelumnya, dia menempuh pendidikan di SDN Gedangan 1 dan SMPN 1 Sumobito.

Pendidikan menengah atas diselesaikan di SMAN Kesamben dan lulus pada 1993.

Kariernya di SMAN Kesamben bermula dari pertemuan tak sengaja dengan mantan gurunya sesaat setelah wisuda.

Saat itu, sekolah sedang kekurangan guru Biologi karena salah seorang guru cuti hamil dan guru lainnya menjalani mutasi.

Nanik kemudian diminta mengajar.

”Waktu itu saya langsung diminta mengajar.

Tahun 1999 akhir sudah ke sana, kemudian SK saya sebagai GTT,” kenangnya.

Nanik mengikuti seleksi pengangkatan guru pada 2006.

Setahun kemudian, dia menerima SK dan resmi menjadi guru berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Selama mengabdi, berbagai tugas pernah dipercayakan kepadanya.

Mulai pembimbing Olimpiade Sains Nasional (OSN), kepala laboratorium Biologi, pembina koperasi, hingga wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Pendampingan siswa menjadi bagian penting dalam tugasnya.

Menurut Nanik, prestasi tidak hanya ditentukan kemampuan akademik.

Dukungan, keberanian mencoba, serta pendampingan guru juga berperan besar.

Sejumlah prestasi pun diraih siswa yang dibinanya.

Paskibra berhasil tampil di tingkat kabupaten.

Siswa juga meraih prestasi dalam lomba tari, catur, dan gerak jalan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI.

Saat Ujian Nasional masih digelar, siswa binaannya bahkan pernah meraih nilai terbaik pertama mata pelajaran Biologi se-Kabupaten Jombang.

Dalam mendampingi siswa, Nanik memegang dua prinsip utama, yakni jujur dan disiplin.

Dia selalu menekankan agar siswa berani berkata jujur, termasuk ketika melakukan kesalahan.

”Yang pertama jujur.

Yang kedua disiplin, tepat waktu.

Anak-anak saya tekankan jangan bohong.

Meskipun melakukan kesalahan, harus jujur,” ujarnya.

Di luar sekolah, Nanik aktif dalam organisasi Persit sebagai bagian dari keluarga besar TNI.

Dia menjabat Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Magersari Mojokerto sekaligus pengurus bidang sosial Kodim 0815 Mojokerto.

Untuk membagi waktu, Nanik berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Namun, tugas sebagai guru tetap menjadi prioritas.

”Tugas saya sebagai guru adalah yang utama, jadi harus bisa menentukan skala prioritas.

Jika di sini bisa ditinggal, bisa ikut acara mendampingi suami.

Tapi jika tidak bisa ditinggal, saya izin sana untuk fokus di sekolah,” jelasnya.

Setelah sekitar seperempat abad mengabdi, Nanik tetap memegang semangat yang sama.

”Bagi saya keberhasilan guru bukan hanya mengantarkan siswa memahami pelajaran, tetapi juga membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang jujur, disiplin, dan berani mengejar prestasi,” tandasnya.

(wen/naz)

Editor : Anggi Fridianto
Nanik Idayati Guru Jombang SMAN Kesamben pendidikan jombang prestasi siswa