RadarJombang.id – Cita-cita Dr Anis Satus Syarifah SKep Ns MKes untuk berkiprah di bidang kesehatan sudah tumbuh sejak muda. Ia bahkan sempat mengikuti seleksi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair). Namun, perjalanan hidup justru membawanya menjadi pendidik dan akademisi di bidang keperawatan.
Anis lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang guru, sedangkan ibunya petani. Ia menempuh pendidikan di SDN Kedungmlati, SMPN Kesamben 1, hingga SMAN Kesamben.
Saat mengikuti seleksi perguruan tinggi, Fakultas Kedokteran Unair menjadi pilihan pertama. Sementara pilihan keduanya adalah Akademi Keperawatan (AKPER) dr Soetomo Surabaya.
Baca Juga: Profil M Yusuf Junaidi, Kepala MTsN 5 Jombang yang Bawa Semangat Disiplin dan Kejujuran
Ia kemudian diterima di AKPER dr Soetomo dan menyelesaikan pendidikan pada 1991. Kelulusannya menjadi awal perjalanan panjang Anis di dunia pendidikan kesehatan.
Menariknya, langkah pertamanya sebagai pendidik justru berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Seusai lulus, Anis berniat melamar pekerjaan di RSUD Jombang. Namun, ketika mengantarkan lamaran, ia salah memasuki ruangan dan justru bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
Pertemuan tersebut berujung pada tawaran untuk menjadi guru di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Pemerintah Kabupaten Jombang. Dari sana, pengabdian Anis sebagai pendidik dimulai.
Baca Juga: Profil Rif’at Nurfahri, Direktur Operasional RSU dr Moedjito Jombang
Selama 1991–1999, ia mengajar di SPK Pemerintah Kabupaten Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai dosen AKPER Pemkab Jombang pada 1999–2006. Sejak 2006 hingga sekarang, ia menjadi dosen di STIKES PEMKAB Jombang.
Di tengah perjalanan karier tersebut, Anis terus memperkuat kapasitas akademiknya. Ia melanjutkan pendidikan S1 dan Profesi Ners di Unair, kemudian menempuh S2 Kedokteran Dasar Unair pada 2005–2007 dengan bidang ilmu keperawatan reproduksi.
Pendidikan akademiknya berlanjut hingga jenjang doktor. Anis menyelesaikan S3 Ilmu Kedokteran Unair pada 2017–2021.
Selain mengajar, Anis juga dipercaya mengemban sejumlah amanah kepemimpinan di lingkungan STIKES PEMKAB Jombang. Pada 2010–2017, ia menjabat Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners.
Dalam posisi tersebut, ia turut berkontribusi dalam pengembangan program studi, tata kelola pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan kualitas lulusan profesi Ners.
Pengalaman di bidang akademik kemudian berlanjut ke ranah tata kelola institusi. Pada 13 Juni 2022 hingga 10 Desember 2023, Anis dipercaya menjadi Wakil Ketua II Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan.
Sejak 11 Desember 2023 hingga sekarang, ia kembali dipercaya sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Tanggung jawab tersebut membuat fokusnya kembali bersentuhan langsung dengan pengembangan pendidikan tinggi.
Baca Juga: Profil Ivan Dwi Fibrian, Direktur Perumda Aneka Usaha Seger Jombang
Mulai dari penguatan sistem akademik, peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), hingga pengembangan prestasi dan layanan kemahasiswaan menjadi bagian dari amanah yang dijalankannya.
Meski telah berada di posisi strategis dan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor, Anis tetap menjaga kedekatannya dengan aktivitas akademik. Ia masih mengajar di kelas, memberikan bimbingan di laboratorium, mendampingi mahasiswa dalam praktik klinik di rumah sakit dan puskesmas, serta terlibat dalam penelitian.
Bagi Anis, menjadi pendidik bukan sekadar menjalankan pekerjaan. Ada tanggung jawab moral dan spiritual yang melekat dalam setiap pengabdian. “Kontrak kerja kita itu tidak hanya dengan institusi, tapi kontrak kita dengan Yang Kuasa,” ujarnya.
Baca Juga: Profil dr Nur Khamidah, Cita-cita Pegawai Bank Kini Malah Jadi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
Prinsip tersebut pula yang menjadi pijakannya dalam bekerja. Menurut dia, setiap pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dapat dipertanggungjawabkan.
Produktivitas akademiknya juga terus berjalan. Anis aktif melakukan penelitian, menulis karya ilmiah, serta menghasilkan buku dan book chapter di bidang keperawatan dan kesehatan.
Sejumlah karya yang dihasilkannya antara lain Buku Ajar Manajemen Keperawatan, Efek Timbal (Pb) pada Enzym Scavenger, Perkembangan Metode Kontrasepsi Masa Kini, Kesehatan Reproduksi Remaja dan Napza, Organ Reproduksi Wanita, serta Buku Ajar Asuhan Keperawatan dengan Komplikasi Kehamilan.
Penelitian mengenai hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswa keperawatan juga telah dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Muhammadiyah pada 2025.
Perjalanan panjang tersebut tidak pernah dirancang Anis secara sempurna sejak awal. Dari lulusan AKPER, guru, dosen, hingga dipercaya memimpin pengembangan akademik, semuanya dijalani tahap demi tahap. “Kita lalui seperti air mengalir,” ucapnya.
Bagi Anis, perjalanan pengabdian pada akhirnya bukan soal seberapa tinggi posisi yang diperoleh. Yang lebih penting adalah seberapa besar ilmu dan pengalaman yang dimiliki bisa memberikan manfaat. “Apa pun yang kita lakukan pasti akan kita petik hasilnya kelak. Apakah itu baik atau kecil, pasti akan ada balasannya,” terangnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW