JOMBANG - DI TENGAH kesibukannya sebagai akademisi, Nur Anisah tetap menyempatkan diri menikmati waktu bersama keluarga.
Alam menjadi salah satu pilihannya untuk melepas penat sekaligus mengisi energi.
Kecintaan Anisah terhadap alam bukan hal baru.
Sejak kecil, ia sudah menyukai kegiatan camping (berkemah).
Baginya, berada di ruang terbuka memberikan suasana berbeda dari rutinitas pekerjaan yang lebih banyak di kampus dan ruang kerja.
Baca Juga: Dari Keluarga Sederhana, Nur Anisah Kini Jadi Dekan FEB Itebis PGRI Dewantara Jombang
”Kalau saya sebenarnya suka alam sejak kecil. Saya suka camping,” ujarnya.
Hobi tersebut kini juga menjadi aktivitas bersama tiga putrinya, Rosella Az Zahra Riandysa, Nadiva Qolby R., dan Zidny Ilma R.
Anisah ingin anak-anaknya ikut menikmati alam sekaligus mendapatkan waktu berkualitas bersama keluarga.
Menurutnya, alam memberikan energi tersendiri.
Udara segar dan aktivitas berjalan kaki membuat tubuh terasa lebih bugar setelah menjalani rutinitas pekerjaan.
Kegemarannya itu kemudian berkembang ke aktivitas trekking dan mendaki.
Salah satu pengalaman terbarunya adalah perjalanan menuju Gunung Bokong.
Sebelumnya, ia beberapa kali mengikuti trekking dengan jarak sekitar 7–9 kilometer.
Anisah bahkan mengajak putri sulungnya yang kini sedang kuliah.
Aktivitas tersebut menjadi pengalaman sekaligus cara menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas sebagai akademisi.
”Olahraga dan alam itu seperti memberikan energi. Banyak oksigen, jadi saya merasa bisa mengambil energi dari alam supaya lebih sehat,” ungkapnya.
Meski begitu, Anisah mengaku bukan tipe yang rutin melakukan olahraga berat.
Kesibukan pekerjaan membuat aktivitas fisik dilakukan sederhana dan menyesuaikan waktu.
Ia pernah mengikuti senam dan terbiasa berjalan kaki, termasuk menempuh jarak cukup jauh.
”Saya sempat berpikir, bisa tidak ya? Karena tidak olahraga setiap hari. Tiba-tiba ikut naik. Tapi ternyata alhamdulillah bisa sampai atas,” katanya.
Ia juga pernah mengikuti kegiatan telusur alam di Wonosalam bersama ketiga putrinya.
Bagi Anisah, kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi cara mengenalkan alam sekaligus mempererat hubungan keluarga.
Sang suami, Dwi Yulianto W., tidak terlalu menyukai aktivitas mendaki.
Namun, dukungan tetap diberikan dengan mengantar dan menjemput keluarga.
Selain menikmati alam, Anisah gemar kulineran dan jalan-jalan.
Baginya, bepergian tidak harus selalu jauh.
Yang penting adalah mendapatkan suasana baru dan memiliki waktu berkualitas bersama keluarga.
Sisi kreatif Anisah juga sudah tumbuh sejak sekolah.
Ia pernah menjadi reporter pelajar dan bergabung dalam klub reporter.
Ia juga gemar membaca majalah serta mengirimkan puisi dan tulisan ke media.
Beberapa karyanya bahkan pernah dimuat dan menghasilkan honor.
Kini, kesibukan sebagai akademisi membuat aktivitas menulis lebih banyak diarahkan pada kebutuhan akademik.
Ia telah menghasilkan buku ajar dan terlibat dalam penelitian, termasuk penelitian terkait UMKM.
”Kalau sekarang masih belum ada cukup waktu untuk menulis karya-karya fiksi seperti dulu,” pungkasnya. (wen/naz)