Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dibalik Kesibukannya, Begini Cara dr Nur Khamidah Menjaga Keseimbangan Karier dan Keluarga

Wenny Rosalina • Minggu, 5 Juli 2026 | 07:09 WIB
dr Nur Khamidah bersama suami dan kedua anaknya
dr Nur Khamidah bersama suami dan kedua anaknya

RadarJombang.id - Lima hari setelah menjalani operasi caesar melahirkan anak kedua, kebanyakan ibu masih menjalani masa pemulihan di rumah.

Namun tidak bagi dr Nur Khamidah. Ia harus kembali mengikuti pendidikan dokter spesialis. Tidak ada dispensasi.

”Saya sempat bertanya apakah boleh izin beberapa hari karena baru lima hari melahirkan. Jawabannya, tidak ada pengecualian,” kenangnya.

Baca Juga: Alasan Wakil Kepala MAN 6 Jombang Pilih Pesantren untuk Anaknya, Berawal dari Sebuah Penyesalan

Dengan kondisi luka operasi yang masih terasa nyeri, ia tetap hadir mengikuti pembekalan awal pendidikan. Obat penghilang rasa sakit menjadi teman setiap hari agar tetap mampu menjalani aktivitas sebagai peserta PPDS.

”Saya hanya berpikir harus kuat. Ya dipaksakan, alhamdulillah akhirnya bisa dilewati,” ungkap ibu dari M Abidzar Ad'ha Zulfikar dan Ayesha El Syaddad Zulfikar tersebut.

Saat itu anak pertamanya masih balita, sedangkan bayi keduanya masih membutuhkan ASI eksklusif. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia memompa ASI untuk persediaan seharian. Bahkan ia membeli lemari pendingin khusus agar stok ASI tetap terjaga.

Baca Juga: Kisah Krisna Trinurtitasari, Guru SMAN Ngoro yang Jadikan Seni sebagai Terapi dan Pembentuk Karakter Siswa

Selama dirinya berada di kampus hingga sore hari, kedua anaknya diasuh penuh oleh sang ibu. Menurut Nur Khamidah, tanpa bantuan kedua orang tuanya, mustahil ia mampu menyelesaikan pendidikan spesialis.

”Ibu saya yang merawat anak-anak. Ayah saya mengajari mereka berhitung, membaca, sampai mengaji. Saya sangat berutang budi kepada orang tua,” ungkapnya.

Bahkan ketika lulus dari pendidikan spesialis, kedua anaknya yang masih usia taman kanak-kanak sudah mampu membaca, menulis hingga membaca Alquran.

Ia mengaku itulah salah satu bentuk kasih sayang luar biasa dari kedua orang tuanya. ”Mungkin kalau saya sendiri yang mendidik, saya belum tentu mampu seperti mereka,” katanya.

Perjalanan membangun praktik pribadi juga tidak lepas dari dukungan keluarga besar, utamanya sang suami Zulfikar Damam Ikhwanto. Mertuanya KH Abdul Adhim Dimyati dan Hj Azminatul Uhud, sejak awal telah menyiapkan bangunan yang semula diperuntukkan sebagai tempat praktik seluruh anggota keluarga yang berprofesi sebagai dokter.

Kini bangunan tersebut menjadi tempat praktik Nur Khamidah di kawasan Jalan Arief Rahman Hakim, belakang Masjid Agung Jombang. ”Semua fasilitas sebenarnya sudah disiapkan almarhum Abah. Saya tinggal meneruskan,” jelasnya.

Suaminya pun menjadi sosok yang selalu mendukung perkembangan kariernya. Meski demikian, Nur Khamidah mengaku tidak terlalu berorientasi pada bisnis.

Baca Juga: Dari Instruktur Senam Hingga Guru Inspiratif, Kisah Menarik Wenny Wardhani Pendidik Asal SMAN 3 Jombang

Bahkan hingga kini praktiknya hanya dibantu satu orang pegawai yang telah lama mendampingi keluarga. ”Saya orangnya santai. Yang penting pasien terlayani dengan baik,” katanya.

Kesibukan sebagai dokter rumah sakit dan membuka praktik tidak membuatnya mengorbankan waktu bersama keluarga. Ia memiliki aturan yang tidak pernah dilanggar. Praktik harus selesai sebelum Maghrib.

Setelah itu seluruh waktu Nur Khamidah sepenuhnya untuk keluarga. ”Saya memang ingin Maghrib sudah di rumah. Makan malam bersama, menemani anak-anak. Itu yang saya jaga,” tegasnya.

Baginya, profesi dokter tidak boleh menghilangkan peran sebagai seorang ibu. Justru keseimbangan itulah yang menjadi kunci menjalani hidup. ”Karier itu penting, tetapi keluarga tetap nomor satu. Saya bersyukur Allah memberi jalan sehingga saya masih bisa menjalankan keduanya,” pungkasnya. (wen/naz)

 

Editor : Achmad RW
#dr Nur Khamidah #menjaga keseimbangan #keluarga #karier