Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Alasan Wakil Kepala MAN 6 Jombang Pilih Pesantren untuk Anaknya, Berawal dari Sebuah Penyesalan

Wenny Rosalina • Rabu, 17 Juni 2026 | 07:43 WIB

Tatik Indarwati, M.M.Pd
Tatik Indarwati, M.M.Pd

 

JOMBANG - JIKA diminta menyebut satu penyesalan terbesar dalam hidupnya, Tatik Indarwati MMPd memiliki jawaban yang sederhana. Ia menyesal tidak mondok sejak kecil. Meski terdengar sepele bagi Tatik, pengalaman terlambat mengenal dunia pesantren justru menjadi titik balik yang mengubah jalan hidupnya. Kini, ia justru melihat pesantren sebagai warisan pendidikan terpenting dalam keluarga.

”Sebenarnya dari dulu bapak ingin saya mondok. Tapi saya tidak mau. Saya ingin sekolah umum seperti teman-teman yang lain,” kenangnya.

Pendidikan pesantren yang baru dirasakan saat ia kuliah membuatnya melihat secara langsung. Bagaimana santri-santri terbiasa disiplin, memiliki semangat belajar tinggi, serta mampu menguasai ilmu agama dengan baik. Saat ini, bagi Tatik, pesantren bukan hanya tempat belajar agama. Pesantren adalah ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.

Berangkat dari pelajaran kehidupan yang ia ambil, Tatik bersama suaminya, Nurzaen Saputro, sepakat jika pesantren atau madrasah menjadi tempat belajar terbaik untuk ketiga putranya, yakni Zenta Nur Amalia Husna, Ilfa Auliya Zenindar, dan Ahmad Nurullah Fizatain.

Baca Juga: Perjalan Karir Yuliati Nugrahani Warsubi, Sosok Perempuan Desa Jadi Motor Ekonomi UMKM

Ia ingin anak-anaknya merasakan pendidikan pesantren sejak dini. Ia tidak pernah memaksa. Tatik memilih pendekatan yang persuasif. Ia sering menceritakan pengalaman hidupnya kepada anak-anak. Saya hanya bilang, ibu dulu mondoknya terlambat, baru saat kuliah. Kalau kalian mondok sejak kecil, pasti akan jauh lebih pintar daripada ibu,” tutur alumnus S2 Manajemen Pendidikan STIE Indonesia Malang tahun 2013 tersebut.

Cara itu ternyata berhasil. Anak-anaknya menerima dengan suka rela dan menjalani pendidikan di lingkungan pesantren. Menurut Tatik, keputusan tersebut menjadi salah satu pilihan terbaik dalam hidupnya. Ia melihat anak-anak tumbuh lebih mandiri, disiplin, dan memiliki pemahaman agama yang kuat. Bahkan anak sulungnya kini telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi Islam. Juga anak keduanya yang kini masih menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Pengalaman pribadi itu pula yang membuat Tatik semakin mencintai dunia madrasah. Selama lebih dari dua dekade mengajar, ia melihat langsung bagaimana madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

 

Karena itu, dalam tugasnya sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 6 Jombang, Tatik berupaya memperkenalkan berbagai keunggulan madrasah kepada masyarakat. Ia aktif mengembangkan website, media sosial, serta berbagai publikasi yang menampilkan prestasi siswa dan guru. Madrasah sekarang sudah sangat maju. Tugas kami adalah mengenalkan kepada masyarakat bahwa madrasah mampu mencetak generasi yang unggul, religius, dan siap bersaing,” pungkasnya. (wen/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Tatik Indarwati #Man 6 Jombang #pendidikan madrasah #Jombang #pondok pesantren