DI BALIK prestasinya sebagai guru matematika, Ely Novito Sari SPd juga aktif mengembangkan potensi siswa di MTsN 2 Jombang.
Perempuan yang tinggal di Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang itu menjadi bagian penting dalam pembinaan siswa berprestasi di madrasahnya.
Selain mengajar, Ely mendapat tugas tambahan sebagai tim pengembang madrasah. Bersama tim, ia bertugas memetakan kemampuan siswa sejak awal masuk sekolah untuk kemudian diarahkan sesuai bakat dan minat masing-masing. ”Tugas kami memetakan kemampuan siswa sejak kelas tujuh, lalu mengembangkan bakat dan minat mereka,” ujarnya.
Setiap awal tahun ajaran, tim pengembang melakukan identifikasi kemampuan akademik maupun non-akademik siswa.
Dari pemetaan itu, sekolah menentukan pembinaan yang tepat bagi masing-masing anak. ”Kalau anaknya sudah matang dan potensinya bagus, kami arahkan ikut lomba yang lebih besar seperti KSM atau OSN,” katanya.
Menurut Ely, setiap siswa memiliki potensi berbeda yang harus dikembangkan secara seimbang. Karena itu, pembinaan tidak hanya terfokus pada bidang akademik seperti matematika, tetapi juga olahraga, tahfiz, bahasa hingga teknologi. ”Semua bakat anak-anak kami coba kembangkan,” tuturnya.
Baca Juga: Profil Bambang Tedjoatmoko, ASN Dishub Jombang yang Mengabdi dengan Tanggung Jawab dan Humanis
Tak hanya aktif di madrasah, Ely juga menjadi pembina matematika di Asrama Ar-Risalah Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. Di sana, ia mengajar kelas tambahan bersama pembina bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Di tengah kesibukannya membina siswa, Ely juga terus memotivasi diri untuk berkembang. Ia berhasil meraih medali perunggu dalam Olimpiade Literasi dan Numerasi Guru tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan Dignity.
Menariknya, Ely mengaku mengikuti lomba tersebut tanpa persiapan khusus. Ia awalnya hanya memenuhi permintaan kepala madrasah.
”Awalnya hanya diminta ikut oleh kepala madrasah. Saya ikut saja, ternyata dapat medali, ibu (kepala madrasah) memang selalu memberikan motivasi dan wadah agar tidak hanya siswa tapi guru yang juga berprestasi,” katanya.
Baca Juga: Profil Dian Kusuma Rahmat Subekti, Kepala Dinas Perkim Jombang
Menurutnya, kemampuan menyelesaikan soal lahir dari kebiasaan memahami konsep, bukan sekadar menghafal rumus. ”Kalau ada soal baru itu justru seru. Saya penasaran dan ingin mencari cara paling mudah menyelesaikannya,” ujarnya.
Selain dunia pendidikan dan pembinaan siswa, Ely juga aktif membantu bidang teknologi informasi (IT) di madrasah. Ketertarikannya pada dunia IT tumbuh setelah belajar dari sang suami yang merupakan guru di SMKN 3 Jombang. ”Awalnya tidak bisa sama sekali. Tapi karena suami mengajar TKJ, saya diajari dan akhirnya tertarik,” katanya.
Kini kemampuan tersebut membantunya mengerjakan berbagai tugas operator dan administrasi madrasah. Bagi Ely, belajar hal baru menjadi bagian dari proses berkembang sebagai guru sekaligus pendidik di era modern. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto