Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kisah Hj Arina Maulidia Agustin, Gagal Jadi Psikolog Kini Sukses Punya Bisnis Lembaga Psikotest

Wenny Rosalina • Rabu, 29 April 2026 | 07:47 WIB
Hj. Arina Maulidia Agustin SPdI COO PT Alfakarya Sinergi Indonesia
Hj. Arina Maulidia Agustin SPdI COO PT Alfakarya Sinergi Indonesia

 

JOMBANG – Perjalanan hidup Hj. Arina Maulidia Agustin SpdI, Chief Operating Officer (COO) PT Alfakarya Sinergi Indonesia tidak selalu berjalan sesuai rencana. 

Perempuan kelahiran Nganjuk, 17 Agustus 1993 yang kini berdomisili di Pagerwojo, Kecamatan Perak ini sempat memiliki cita-cita menjadi seorang psikolog. Namun, keinginan tersebut harus ia pendam karena tidak mendapat izin dari orang tua.

”Dulu saya ingin sekali masuk jurusan psikologi. Tapi tidak diperbolehkan, ayah lebih mendukung bila masuk di Jurusan Managemen” ujarnya.

Padahal, ketertarikannya pada dunia psikologi sudah muncul sejak masa sekolah. Saat menempuh pendidikan di MAN 1 Nganjuk, Arina kerap menjadi tempat curhat teman-temannya dan bahkan membantu guru BK dalam menangani berbagai persoalan siswa.

Meski begitu, ia akhirnya memilih jalur lain dengan masuk ke UIN Sunan Ampel Surabaya jurusan Manajemen Dakwah. Namun, perkuliahan di kampus tersebut hanya dijalani selama empat semester

. Selain karena kondisi kampus yang saat itu masih dalam masa transisi, Arina memutuskan untuk berhenti dan melanjutkan studi di IAIBAFA Tambakberas Jombang jurusan PGMI dengan sistem transfer.

Baca Juga: Profil Dian Kusuma Rahmat Subekti, Kepala Dinas Perkim Jombang

Sebelumnya, Arina mengenyam pendidikan dasar di MI Sayyid Abdurrohman II Pagerwojo, kemudian melanjutkan ke MTsN 4 Jombang dan MAN 1 Nganjuk. Ia juga dikenal sebagai siswa berprestasi, terutama di bidang pidato dan Musabaqah Syarhil Quran (MSQ). Bahkan, ia pernah mewakili Jawa Timur hingga ke Ambon untuk mengikuti MTQ tingkat nasional tahun 2012.

Arina menikah dengan H. M. Luqmanul Hakim Alwi saat masih duduk di bangku kuliah semester empat, atas permintaan sang kakek.

Lulus kuliah, ia sempat mengajar ekstrakurikuler pidato di sebuah SMP selama sekitar satu setengah tahun. Namun, aktivitas tersebut tidak berlanjut.  Sebab, Arina harus fokus merawat ibunya yang sedang sakit hingga wafat pada akhir 2023. Di tengah kondisi tersebut, ia tetap berusaha mandiri dengan menjalankan usaha online shop, berjualan pakaian , menerima pesanan seragam sekolah maupun komunitas.

Sementara itu, sang suami harus berpindah-pindah tempat kerja, mulai dari Sidoarjo, Yogyakarta, Batang, hingga Jakarta, bahkan sempat menjalani hubungan jarak jauh (LDR) saat masa pandemi Covid-19.

”Waktu itu saya benar-benar fokus merawat ibu, mengurus anak, sambil tetap berusaha jualan,” katanya.

Enam bulan setelah sang ibu wafat, Arina bersama suami mulai bangkit dan mendirikan usaha secara mandiri. Mereka membangun lembaga pendidikan dan asesmen komprehensif yang bergerak di bidang psikotest dan assessment, di bawah naungan PT Alfakarya Sinergi Indonesia (AKSI), dimana Arina menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO).

Tak hanya itu, Arina juga memiliki usaha lain seperti persewaan alat pesta , dekorasi dan keperluan hajatan, serta aktif membantu manajemen keuangan dan operasional usaha keluarga.

Tak disangka, cita-cita masa kecilnya yang sempat pupus justru terwujud dengan cara yang berbeda.

”Dulu saya ingin punya lembaga psikologi, tapi merasa harus jadi psikolog dulu. Ternyata Allah mewujudkan lewat jalan lain, melalui perantara suami saya,” tuturnya.

Dalam menjalankan usaha, Arina mengusung visi tidak hanya berbisnis, tetapi juga berdakwah dan memberi manfaat. Ia berharap lembaga yang didirikan bersama suami tercinta, menjadi salah satu kontribusi Seorang santri, dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan berbasis tekhnologi serta membantu generasi muda menemukan potensi diri serta pengembangannya.

Baca Juga: Profil Anjik Eko Saputro, Dari Camat ke Kursi Kepala Disdagrin Jombang

Ia bahkan melibatkan keluarga dan kerabat dalam pengembangan usahanya sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi.

Sosok Sayyidah Khadijah menjadi inspirasi terbesarnya. Baginya, Khadijah adalah teladan perempuan yang tidak hanya sukses dalam berbisnis, tetapi juga memiliki integritas dan berdedikasi tinggi dalam berdakwah.

”Bagaimana sayyidah Khadijah mengorbankan jiwa , raga dan hartanya untuk agama, itu sangat menginspirasi bagi saya," jelasnya. (wen/ang)

Editor : Anggi Fridianto
#Hj Arina Maulidia Agustin #COO PT AKSI #Jombang #profil