Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dyah Ayu Endrianingsih Kepala SMAN 1 Jombang: Memaknai Kartini sebagai Simbol Menuju Aksi Nyata

Wenny Rosalina • Selasa, 21 April 2026 | 08:14 WIB
Dyah Ayu Endrianingsih SPd MM, Kepala SMAN 1 Jombang
Dyah Ayu Endrianingsih SPd MM, Kepala SMAN 1 Jombang

 

JOMBANG – Semangat Kartini di masa kini, menurut Kepala SMAN 1 Jombang, Dyah Ayu Endrianingsih SPd MM, tidak lagi berhenti pada simbol kebaya atau seremoni semata. Kepala SMAN 1 Jombang periode 2022–2026 ini memaknai Hari Kartini sebagai gerakan nyata perempuan untuk berani berpikir, bersuara, dan berkontribusi.

Perempuan kelahiran Malang, 26 Juni 1971, ini menilai, perempuan masa kini harus mengambil peran aktif dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan. ’’Hari Kartini harus dimaknai sebagai perubahan dari simbol ke aksi nyata. Perempuan harus terinspirasi dari keberanian berpikir, akses pendidikan, dan kesetaraan kesempatan,’’ katanya.

Ia menggambarkan Kartini masa kini dalam tiga versi. Pertama, Kartini versi digital yang mampu memanfaatkan akses dan literasi teknologi. Kedua, semangat ”Habis Gelap Terbitlah Terang” yang diwujudkan dengan keberanian bersuara. Ketiga, keselarasan, yaitu perempuan dan laki-laki bekerja bersama, bukan sebagai pesaing gender.

Menurutnya, kemandirian perempuan menjadi hal yang sangat penting. Namun bukan berarti harus menghadapi semuanya sendirian. ’’Mandiri itu soal punya pilihan dan kendali atas hidup sendiri. Ini penting untuk keamanan, ketangguhan hidup, dan juga rasa hormat, termasuk dari diri sendiri,’’ tegasnya.

Ia juga menekankan, pendidikan bagi perempuan adalah hal yang sangat penting. Bahkan diibaratkan seperti listrik bagi sebuah kota. Tanpa pendidikan, perempuan akan stagnan. Sebaliknya, dengan pendidikan, perempuan memiliki kebebasan memilih jalan hidup dan memperkuat karakter dirinya.

Selain pendidikan formal, Dyah menilai keluarga dan organisasi menjadi ruang penting untuk berkembang. Dukungan keluarga, terutama suami, menjadi kunci bagi perempuan untuk terus belajar. Sementara organisasi menjadi wadah untuk mengasah kemampuan sosial dan kepemimpinan.

Dalam kehidupan keluarga, ia menjalankan peran sebagai ibu dengan penuh tanggung jawab. Baginya, ibu adalah ”arsitek suasana rumah” sekaligus jangkar emosional keluarga. ’’Ketika ibu tenang, berdaya, dan dihargai, maka seluruh keluarga akan ikut stabil,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Selamat! SMAN 1 Jombang Raih Dua IGA Jatim dan Dua HAKI

Bersama suaminya, S Hariyono, serta dua anaknya, Rakhmadin Endra Saputra dan Shandy Febrian Syah Putra, ia membangun kedekatan melalui hal sederhana. Seperti memasak dan membaca. Hobi memasaknya bahkan menjadi cara untuk mempererat hubungan keluarga. ’’Masakan mama harus bisa mengalahkan chef manapun,’’ ujarnya.

Dyah menegaskan, perempuan memiliki peran kunci dalam pembangunan bangsa, terutama di bidang pendidikan. Ia berharap perempuan masa kini dapat terus berkembang dan menjadi penggerak perubahan.

’’Perempuan harus setara dalam akses, aman di ruang publik. Mandiri secara ekonomi, bebas memilih jalan hidup, serta menjadi teladan dan penggerak perubahan,’’ ungkapnya. (wen/jif)

 

Perempuan Jadi Kunci Pendidikan

Dyah Ayu Endrianingsih SPd MM menunjukkan dedikasinya di dunia pendidikan.  Itu juga yang mengantarkannya menjadi Kepala SMAN 1 Jombang sejak 2022 hingga sekarang. Perjalanan karirnya dimulai dari bawah dan ditempa melalui berbagai pengalaman lintas sekolah.

Perempuan kelahiran Malang, 26 Juni 1971, ini menempuh pendidikan dasar di SDN Lowokwaru X Malang. Kemudian melanjutkan ke SMPN 11 Malang dan SMA 17 Malang. Ia menempuh pendidikan tinggi di STKIP PGRI Tulungagung. Lalu melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Negeri Malang.

Karirnya di dunia pendidikan dimulai pada 1993 sebagai guru di SMKN 2 Blitar. Pengalamannya terus bertambah saat menjadi guru DPK (dipekerjakan) di SMK PGRI 3 pada 2000. Ia kemudian melanjutkan pengabdian sebagai guru di SMKN 1 Blitar sejak 2008.

Kemampuan kepemimpinannya mulai terlihat ketika dipercaya sebagai Wakil Kepala Sekolah di SMAN 4 Blitar pada 2013. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting hingga akhirnya ia diangkat sebagai Kepala Sekolah SMAN Bareng Jombang pada 2019.

Karirnya terus berkembang hingga dipercaya memimpin SMAN 1 Jombang sejak 2022 hingga sekarang. Dalam perannya sebagai kepala sekolah, Dyah Ayu dikenal sebagai sosok yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan manusia.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis karena berperan ganda, baik dalam keluarga maupun dalam institusi pendidikan.

’’Perempuan itu kunci dalam pendidikan. Membangun bangsa tanpa melibatkan perempuan ibarat membangun rumah tanpa pondasi,’’ tegasnya.

Baca Juga: Guru SMAN 1 Jombang M Sholahuddin: Pendidikan Agama Harus Membentuk Insan Kamil

Selain aktif di dunia pendidikan, ia juga menjalankan perannya sebagai ibu dalam keluarga. Bersama suaminya, S Hariyono, serta dua anaknya, ia tetap menjaga keseimbangan antara karir dan kehidupan rumah tangga.

Ia meyakini, perempuan dapat berkontribusi dalam pembangunan dari berbagai lini. Mulai dari rumah tangga hingga tingkat kebijakan. Baginya, pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga pembangunan manusia.

Dengan pengalaman panjang yang dimiliki, Dyah Ayu berharap perempuan Indonesia terus berkembang dan berani mengambil peran strategis di berbagai bidang.

’’Perempuan harus punya kesempatan yang sama, mandiri, dan berani menentukan masa depannya sendiri,’’ ungkapnya. (wen/jif)

 

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Dyah Ayu Endrianingsih Kepala SMAN 1 Jombang #SMAN 1 Jombang #Jombang