Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Teladani Semangat RA Kartini, Hj Ema Erfina Salmanudin: Pendidikan Perempuan Berbasis Nilai

Wenny Rosalina • Selasa, 21 April 2026 | 08:12 WIB
Dr Hj Ema Erfina Salmanudin MPdI
Dr Hj Ema Erfina Salmanudin MPdI

 

Radarjombang.id - Semangat Hari Kartini dimaknai Dr Hj Ema Erfina Salmanudin MPdI sebagai momentum kebangkitan perempuan dari berbagai keterbatasan. Khususnya dalam bidang pendidikan.

Istri Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, ini menilai, Kartini adalah simbol perjuangan perempuan untuk keluar dari belenggu sosial, budaya, hingga pendidikan. Tujuannya agar dapat berkiprah secara setara dalam kehidupan.

’’Peringatan Hari Kartini adalah gerbang kebangkitan perempuan untuk memperjuangkan masa depan yang lebih adil, termasuk dalam akses pendidikan,’’ katanya.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kecamatan Mojoagung ini, pendidikan bagi perempuan merupakan bagian dari perjuangan emansipasi yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Ia mengutip hadis yang menyatakan; Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi laki-laki dan perempuan. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak sekaligus kewajiban yang setara.

’’Pendidikan bagi perempuan adalah ibadah. Tidak hanya untuk karir, tetapi bentuk ketaatan kepada Allah serta bekal menjalankan amanah kehidupan,’’ jelasnya.

Perempuan adalah madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, pendidikan perempuan sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Baca Juga: Gelorakan Semangat Kartini, Ibu-ibu Forsid DPRD Jombang Gelar Lomba Kebaya Hingga Puisi Kartini

’’Perempuan yang berilmu akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan bermartabat,’’ tambahnya.

Pendidikan juga menjadi kunci kemandirian perempuan. Dengan ilmu, perempuan memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri, berpikir kritis, serta tidak mudah terpengaruh atau dibodohi.

’’Kemandirian itu bukan berarti melawan kodrat atau anti laki-laki, tetapi bagaimana perempuan bisa tumbuh bersama menuju kesejahteraan,’’ tegasnya.

Di Pondok Pesantren Babussalam, ia juga mengembangkan pendidikan khusus perempuan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan agama dan formal, tetapi juga keterampilan keputrian.

’’Santri putri tidak hanya belajar ngaji dan sekolah, tetapi juga dibekali keterampilan seperti tata boga, tata rias, tata busana, dan tata hantaran,’’ ungkapnya.

Program tersebut telah berjalan rutin setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya membentuk perempuan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mandiri dan terampil.

Ia berharap semangat Kartini terus hidup dalam diri perempuan masa kini, yakni berani belajar, berpikir, dan menentukan arah hidupnya sendiri. (wen/jif)

 

 

Konsisten Perjuangkan Pendidikan Perempuan

Ning Ema Erfina sapaan akrabnya, dikenal sebagai sosok perempuan yang konsisten memperjuangkan pendidikan, khususnya bagi perempuan di Kabupaten Jombang.

Selain sebagai istri Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, ia juga aktif sebagai pengasuh Pondok Pesantren Babussalam di Desa Kalibening, Kecamatan Mojoagung.

Di bidang organisasi, ia menjabat sebagai Ketua I TP PKK Kabupaten Jombang. Serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari RA dan MI Miftahul Huda Sepanyul, Gudo. Kemudian melanjutkan ke MTsN 1 Jombang dan MA Al-Hikmah Kediri.

Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi mulai dari D2 PGMI di Unhays. S1 Pendidikan Agama Islam di Ar-Rosyid Surabaya. S2 Manajemen Pendidikan Islam di Unipdu. Hingga meraih gelar doktor di bidang Pendidikan Multikultural di Universitas Islam Malang.

Dalam kesehariannya, Ning Ema masih aktif mengajar, baik di lingkungan pesantren maupun di STIES Babussalam. Hal ini menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan tidak hanya sebagai pengelola, tetapi juga sebagai pendidik langsung.

Di pesantren yang diasuhnya, ia mengembangkan konsep pendidikan yang menyeluruh bagi santri perempuan. Tidak hanya fokus pada aspek keagamaan dan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Program pendidikan keputrian yang ia gagas mencakup pelatihan tata boga, tata rias, tata busana, hingga tata hantaran. Program ini menjadi ciri khas dalam membekali santri agar siap menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun bangsa melalui pendidikan. Dengan bekal ilmu dan keterampilan, perempuan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

’’Kita ingin perempuan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat,’’ ujarnya.

Melalui berbagai peran yang dijalani, Ning Ema terus mendorong perempuan untuk berdaya, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.

Ia berharap semakin banyak perempuan yang menyadari pentingnya pendidikan sebagai kunci utama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (wen/jif)

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Dr Hj Ema Erfina Salmanudin MPdI #istri wakil bupati jombang #Jombang