Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sosok RA Kartini di Mata Yuniep Mujati Suaidah Rektor ITEBIS PGRI Jombang: Perempuan Harus Mandiri dan Berpendidikan

Wenny Rosalina • Selasa, 21 April 2026 | 08:09 WIB

 

Dr Yuniep Mujati Suaidah MSi CRA, Rektor ITEBIS PGRI Jombang
Dr Yuniep Mujati Suaidah MSi CRA, Rektor ITEBIS PGRI Jombang

 

Radarjombang.id - Semangat Raden Ajeng Kartini terus relevan hingga saat ini. Hal itu ditegaskan Rektor ITEBIS PGRI Jombang, Dr Yuniep Mujati Suaidah MSi CRA. Peringatan Hari Kartini menjadi momentum membangkitkan semangat perempuan yang harus mandiri dan berpendidikan.

Menurutnya, perempuan masa kini tidak hanya dituntut untuk berperan di ranah domestik, tetapi juga harus mampu mandiri dan berdaya di berbagai sektor.

’’Kemandirian perempuan sangat penting. Bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihan hidup,’’ katanya.

Perempuan kelahiran Lumajang, 10 Maret 1967, ini menilai pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas perempuan. Dengan pendidikan, perempuan memiliki bekal untuk memahami dunia, meningkatkan kepercayaan diri, serta tidak mudah bergantung pada orang lain.

’’Perempuan berpendidikan punya peluang lebih besar untuk mandiri secara finansial dan berkontribusi nyata di masyarakat,’’ jelasnya.

Proses belajar tidak hanya terbatas pada pendidikan formal. Lingkungan keluarga, sosial, hingga perkembangan teknologi menjadi ruang penting bagi perempuan untuk terus berkembang.

Dalam keluarga, Yuniep tetap menjalankan perannya sebagai ibu dan pendamping. Ia menekankan bahwa perempuan mampu menjalankan peran ganda sebagai ibu, istri, sekaligus profesional.

’’Saya memaknai Hari Kartini bukan sekadar simbol, tetapi pengingat, jika perempuan bisa berkembang tanpa meninggalkan perannya dalam keluarga,’’ tuturnya.

Sebagai dosen sekaligus pemimpin perguruan tinggi, ia juga melihat peran perempuan sangat strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan.

Baca Juga: KKN 2026 ITEBIS PGRI Dewantara Jombang: Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Masyarakat dan Pemberdayaan Desa Berbasis SDGs

’’Perempuan adalah pendidik pertama di keluarga sekaligus pembentuk generasi. Dari sinilah kualitas bangsa ditentukan,’’ tegasnya.

Ia berharap perempuan Indonesia dapat menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, serta tetap memiliki nilai dan kepedulian sosial dalam setiap langkahnya. (wen/jif)

 

 

Jaga Keseimbangan Peran

Perjalanan karier Dr Yuniep Mujati Suaidah MSi CRA menjadi gambaran konsistensi dan dedikasi panjang di dunia pendidikan tinggi.

Yuniep menempuh pendidikan dasar di SDN Karangbendo 2 Kecamatan Tekung. Kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Lumajang dan SMAN 1 Lumajang. Ia meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Negeri Malang pada 1991. Kemudian melanjutkan S2 Akuntansi di Universitas Diponegoro (2002). Dia menyelesaikan S3 Ilmu Ekonomi di Universitas Merdeka Malang pada 2024.

Karirnya dimulai sebagai PNS dosen di STKIP PGRI Jombang pada 1992 hingga 2003. Selain mengajar, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Pusat Penelitian.

Baca Juga: 367 Mahasiswa ITEBIS PGRI Dewantara Jombang Diwisuda, Sekdakab Sampaikan Pesan Inspiratif

Sejak 1996, ia aktif sebagai dosen di STIE PGRI Jombang. Kemudian dipercaya menjadi Ketua Program Studi Akuntansi pada 2002. Karir kepemimpinannya terus berkembang dengan menjabat sebagai Wakil Ketua II pada periode 2004–2008 dan 2008–2012.

Puncaknya, ia dipercaya menjadi Ketua STIE PGRI Jombang selama dua periode, 2013–2017 dan 2017–2021. Setelah itu, ia mengemban amanah sebagai Pengawas Yayasan PPLP PT PGRI Jombang pada 2021–2024.

Kini, Yuniep menjabat sebagai Rektor ITEBIS PGRI Jombang periode 2025–2029. Memimpin pengembangan perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Di tengah kesibukan, ia tetap menjaga keseimbangan kehidupan keluarga. Ia kerap menghabiskan waktu bersama keluarga dengan memasak makanan tradisional seperti sayur lodeh. Serta membuat roti bolu bersama anak dan cucu di akhir pekan.

Baginya, perjalanan karir bukan hanya tentang pencapaian jabatan, tetapi juga proses pembelajaran untuk terus memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

’’Perempuan haris bisa berkembang sesuai potensinya. Berani mengambil keputusan, dan tidak takut berkontribusi di keluarga, dunia kerja, maupun masyarakat,’’ ungkapnya. (wen/jif)

 

 

 

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Yuniep Mujati Suaidah Rektor ITEBIS PGRI Jombang #Jombang