Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sosok Ika Fariana Afan, Kepala SMK Negeri Kabuh: Teladani Semangat Kartini sebagai Refleksi Diri  

Wenny Rosalina • Selasa, 21 April 2026 | 08:07 WIB
Ika Fariana Afan SPd MPd, Kepala SMK Negeri Kabuh
Ika Fariana Afan SPd MPd, Kepala SMK Negeri Kabuh

 

Semangat peringatan Hari Kartini bagi Kepala SMKN Kabuh, Ika Fariana Afan SPd MPd, bukan sekadar seremoni tahunan. Melainkan sebagai momentum refleksi diri bagi perempuan untuk terus belajar dan berkembang.

’’Hari Kartini bukan hanya soal seremonial, tapi pengingat apakah semangat Kartini sudah ada dalam diri kita untuk terus belajar dan mengembangkan diri,’’ katanya.

Perempuan kelahiran Jombang, 14 Januari 1979, ini menilai kemandirian menjadi bekal penting bagi perempuan dalam menjalani kehidupan. Namun, kemandirian bukan berarti harus berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain.

’’Kemandirian memberi ruang bagi perempuan untuk menentukan arah hidup dan karir tanpa bergantung sepenuhnya pada orang lain. Tapi bukan berarti harus menanggung semuanya sendiri,’’ jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Menurutnya, perempuan sebagai ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sehingga kualitas pendidikan perempuan akan sangat menentukan masa depan generasi.

’’Pendidikan bukan hanya soal ijazah, tapi bagaimana membentuk pola pikir yang positif dan kemampuan mengambil keputusan yang baik,’’ tambahnya.

Baca Juga: Profil Anjik Eko Saputro, Dari Camat ke Kursi Kepala Disdagrin Jombang

Selain pendidikan formal, Ika aktif mengembangkan diri melalui organisasi seperti Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pemasaran Jawa Timur.

Baginya, lingkungan kerja menjadi ruang belajar penting dalam mengasah kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah.

Dalam keluarga, ia berusaha menjadi sosok sahabat bagi anak-anaknya. Meski kesibukan tinggi, ia tetap menjaga kebersamaan, terutama saat momen liburan bersama keluarga.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan yang berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang.

’’Perempuan bisa berkontribusi di berbagai bidang. Mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga keluarga dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan,’’ tuturnya.

Ia berharap perempuan Indonesia dapat menjadi pribadi yang cerdas, kuat, dan mandiri, tanpa meninggalkan perannya dalam keluarga. ’’Perempuan itu harus cerdas, kuat dan mandiri namun harus tetap bisa memahami dan menjalankan perannya sesuai dengan kodratnya,’’ ungkapnya. (wen/jif)

 

 

 Baca Juga: Profil Waliyul Hakim, Calon Ketua DPC PKB Jombang, Punya Strategi Politik Kehadiran dan Berdampak

Membangun Bangsa Melalui Pendidikan

Perjalanan karir Ika Fariana Afan SPd MPd menunjukkan konsistensi dalam dunia pendidikan. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala SMK Negeri Kabuh sejak Desember 2025.

Ika mengawali pendidikannya di SDN Cukir 2 Diwek, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Diwek dan SMEA PGRI 1 Jombang. Ia kemudian meraih gelar S1 Pendidikan Tata Niaga. Serta S2 Pendidikan Bisnis dan Manajemen di Universitas Negeri Malang.

Karirnya dimulai sebagai guru di SMK Negeri 1 Bondowoso pada 2009 hingga 2015. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdian di SMK Negeri Mojoagung pada 2015–2016.

Sejak 2016 hingga 2025, Ika mengajar di SMK Negeri 1 Jombang. Sebelum akhirnya dipercaya memimpin SMK Negeri Kabuh.

Selain berkarir di dunia pendidikan, ia juga aktif dalam organisasi profesi seperti Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) dan MGMP Pemasaran Jawa Timur. Ini turut mendukung pengembangan kompetensinya sebagai pendidik.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa utamanya dalam pendidikan. Karena, dampaknya langsung kepada kulitas generasi berikutnya sekaligus masyarakat secara luas.

Dalam kehidupan keluarga, Ika dikaruniai dua anak, A Rajasa Sastra Alhawali, 23, dan Azzam Gemilang Biru Langit, 18. Meski kedua anaknya kini telah beranjak dewasa, ia tetap menjaga kedekatan dengan keluarga, terutama saat momen liburan.

’’Kebetulan anak-anak saya sudah besar-besar. Yang pertama kuliah di Malang dan tinggal wisuda. Yang kedua kelas XI dan mondok di Tebuireng. Pada saat liburan saja kami berkumpul. Biasanya kami sempatkan untuk jalan-jalan keluar kota. Waktu berkumpul bersama keluarga menjadi hal yang sangat berharga,’’ ungkapnya.

Baginya, perjalanan karir adalah proses untuk terus berkembang sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan. Ia membuktikan, perempuan mampu berkarir sekaligus tetap menjalankan peran dalam keluarga secara seimbang. (wen/jif)

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Ika Fariana Afan #Kepala SMK Negeri Kabuh #Jombang