Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Profil Uyun Kharitsah, Adik Ipar Gus Dur yang Kini Mendedikasikan Hidupnya Mengajar di SMAN Ploso Jombang

Wenny Rosalina • Rabu, 18 Maret 2026 | 08:11 WIB

 

Dra. Uyun Kharitsah, M.MPd.
Dra. Uyun Kharitsah, M.MPd.

 

JOMBANG – Dra. Uyun Kharitsah, M.MPd. merupakan sosok pendidik yang lahir dari lingkungan keluarga religius dan menjunjung tinggi pendidikan. Hal yang terus ia ingat dan ditanamkan baik kepada dirinya sendiri, anak-anak, dan murid-muridnya adalah menjaga keseimbangan antara ilmu dan akhlak.

Lahir di Jombang, 18 Agustus 1967, sebagai anak ke-17 dari 18 bersaudara pasangan H. Abdussyakur dan Hj. Siti Anisah.

Sejak kecil, Uyun telah ditempa dengan sistem pendidikan yang memadukan ilmu umum dan agama.

Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Jombatan 1 Kecamatan Jombang. Namun, yang membedakan, selepas sekolah formal, ia bersama saudara-saudaranya kembali mengikuti pendidikan diniyah di rumah.

Orang tuanya bahkan mendirikan kegiatan madrasah secara mandiri dengan menghadirkan ustad untuk mengajar. Aktivitas belajar berlangsung dari siang hingga malam, ditambah pengajian Alquran dan kitab setelah maghrib.

”Kalau pagi sekolah umum, sore sampai malam belajar agama di madrasah diniyah. Itu sudah menjadi kebiasaan sejak kecil,” ujarnya.

Namun, perjalanan pendidikan diniyah tersebut tidak berlangsung lama. Saat sang ayah sakit, kegiatan madrasah keluarga terpaksa dihentikan karena seluruh pembiayaan berasal dari keluarga sendiri.

Meski begitu, semangat menuntut ilmu tetap berlanjut. Uyun melanjutkan pendidikan ke SMPN 1 Jombang, kemudian ke SMAN 2 Jombang dan lulus sekitar tahun 1986.

Uyun merupakan adik kandung Sinta Nuriyah Wahid. Pengertahuan umum dan agama yang diamanahkan kedua orang tuanya menjadi prinsip kuat yang selalu ia jaga.

Bedanya jika Sinta Nuriyah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, Uyun hanya mengenyam pendidikan keagamaan di rumah bersama guru yang dipanggil khusus ke rumah.

  ”Dulu saat kakak saya menikah dengan Gus Dur dan menetap di Denanyar, saya sempat mengenyam pendidikan diniyah di Denanyar. Setiap hari dijemput, tapi setelah kakak pindah ke Jakarta, saya hanya belajar agama di rumah,” jelasnya.

Setelah itu, ia merantau ke Solo untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan mengambil jurusan Geografi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di STIE Indonesia Malang dengan jurusan Manajemen Pendidikan.

Nilai-nilai yang ditanamkan orang tua menjadi fondasi kuat dalam kehidupannya. Ia mengaku, pesan sederhana seperti menjaga salat dan rutin membaca Alquran menjadi prinsip yang terus dipegang hingga kini.

”Dalam kondisi apa pun, orang tua selalu menekankan agar tidak meninggalkan sholat dan membaca Alquran. Itu yang menjadi pegangan hidup saya,” tuturnya.

Nilai tersebut juga ia terapkan dalam kehidupan keluarganya, sebagai bentuk warisan moral yang diharapkan terus mengalir kepada generasi berikutnya. (wen/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Ilmu #Guru #keseimbangan #Jombang #Pemkab Jombang #SMAN Ploso #AKHLAK