Radarjombang.id – Semangat belajar tak pernah padam dalam diri Aliefia Meta Duwairoh, S.Pd.Gr., M.Kes.
Di tengah perannya sebagai guru sekaligus ibu, perempuan kelahiran Jombang, 2 April 1993 itu terus meng-upgrade diri melalui pendidikan formal hingga meraih tiga gelar berbeda.
Baginya, belajar bukan sekadar memburu ijazah, melainkan tanggung jawab moral untuk memberikan yang terbaik baik sebagai guru maupun ibu.
Perjalanan akademiknya dimulai dari SDN 1 Kauman Ngoro, SMPN 1 Ngoro, hingga lulus dari SMAN 2 Jombang pada 2011.
Di tahun yang sama, ia melanjutkan studi S1 Pendidikan Sains di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan menuntaskannya pada 2015.
Usai meraih gelar sarjana, Meta sapaan akrabnya mengabdi sebagai guru honorer di SMAN Ngoro. Hasrat belajarnya tak berhenti.
Pada 2016, ia melanjutkan S2 di Universitas Airlangga (Unair) pada bidang Kesehatan Masyarakat dengan peminatan Gizi dan lulus pada 2018.
Meski bidang S2 yang ditempuh tidak sepenuhnya linier dengan S1, Meta memiliki visi yang jelas. Ia ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa.
”Saya merasa ketika mengajar, kalau hanya teori dan hitungan saja, anak-anak cepat bosan. Saya ingin bisa memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Gizi itu dekat dengan Kimia dan IPA, jadi saya bisa mengaitkan teori dengan praktik kehidupan,” ujarnya.
Tak berhenti di jenjang magister, Meta kembali menantang dirinya. Pada 2020 ia mengambil S1 Pendidikan Kimia di Universitas Terbuka dan menyelesaikannya pada 2025. Langkah itu diambil agar kompetensinya semakin kuat dan linier dengan mata pelajaran yang diampu.
Selama proses studi, ia tetap mengajar hingga akhirnya lolos PPPK tahap pertama pada 2022 di SMAN Ngoro. ”Kebetulan saya juga pilih yang SMAN Ngoro,” ungkap wanita asal Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro tersebut.
Di balik konsistensinya, ada dukungan keluarga yang tak pernah surut. Istri Ricky Bagus Setiawan dan ibu dari Svetlana Xapphire Zabarjad itu menyebut dorongan orang tua dan suami menjadi energi terbesar untuk terus bertumbuh.
”Sebagai perempuan, pendidikan itu sangat penting. Kita adalah fondasi generasi berikutnya. Mau berkarier atau tidak, kita tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.
Ke depan, Meta masih membuka peluang untuk melanjutkan studi baik mengambil S2 yang linier di bidang kimia maupun langsung menempuh program doktoral.
Baginya, belajar adalah proses sepanjang hayat. ”Masih ingin lanjut, Cuma belum tahu nanti mau S2 atau langsung S3, karena untuk S3 juga sudah bisa,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto