JOMBANG - Keuletan dan konsistensi menjadi kunci perjalanan Risyalah Diwandini, SPd MPd. Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAN 4 Jombang ini dikenal berprestasi sekaligus memiliki keahlian khusus di bidang bahasa Jepang.
Wanita kelahiran Jombang, 22 Juni 1994 itu membuktikan bahwa ketekunan sejak bangku sekolah mampu mengantarkan pada prestasi hingga tingkat provinsi dan nasional.
Risyalah berasal dari Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno. Pendidikan dasarnya ditempuh di MI Sulamuddiniyah Gondek, Mojowarno, lalu melanjutkan ke MTs Salafiyah Syafi’iyah Seblak. Ia menamatkan pendidikan menengah atas di MAN 3 Jombang pada 2012.
Sejak MTs hingga kuliah S1, Risyalah menjalani kehidupan sebagai santri. Saat MA, ia mondok di Pondok Pesantren Al-Lathifiyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang hingga lulus strata satu.
Pendidikan tinggi ia tempuh di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Jurusan Pendidikan Agama Islam, lulus tahun 2016. Kemudian melanjutkan S2 di IAIN Kediri, Jurusan Manajemen Pendidikan, dan lulus tahun 2020. ”Saya mulai mengajar tahun 2018 di MAN 4 Jombang sekaligus jadi dosen selama satu tahun di Unwaha Jombang,” jelasnya.
Setelah resmi berstatus PNS tahun 2019, Risyalah fokus mengabdi sebagai guru SKI di MAN 4 Jombang.
Ketertarikannya pada bahasa Jepang tumbuh sejak masa aliyah. Saat itu, bahasa Jepang menjadi mata pelajaran sekaligus kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Demi meraih prestasi tingkat nasional, ia mengikuti les tambahan intensif selama tiga tahun, mendatangkan sensei ke pondok setiap Senin malam Selasa dan Kamis malam Jumat. Ia juga belajar mandiri menggunakan buku Minna no Nihongo jilid 1 dan 2.
Selain belajar formal, Risyalah memperkaya kemampuan bahasa Jepang dengan menonton anime, membaca buku berbahasa Jepang, mengikuti akun media sosial pembelajaran, serta memanfaatkan aplikasi percakapan. Ketekunan itu berbuah prestasi: Juara 1 Lomba Rodoku tingkat Jawa Timur (2011), Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Jepang (2012) hingga masuk 6 besar nasional, dan terbaru Juara 1 Lomba Presentasi Media Pembelajaran Guru Bahasa Jepang tingkat Jawa Timur pada 2026.
Pada lomba terakhir yang digelar MGMP Bahasa Jepang Jawa Timur, Risyalah mempresentasikan media pembelajaran sepenuhnya menggunakan bahasa Jepang di hadapan juri dari The Japan Foundation. Media yang ia kembangkan berupa aplikasi Jozu (pintar), mengintegrasikan kosakata dengan visual gambar, teks kanji, hiragana, romaji, serta audio. Aplikasi ini juga dilengkapi latihan soal atau shiken.
Di MAN 4 Jombang, mata pelajaran bahasa Jepang baru dibuka tahun ajaran 2025/2026. Berbekal latar belakangnya, Risyalah dipercaya mengampu kelas bahasa. Hasilnya, dalam tujuh bulan, MAN 4 Jombang sudah menorehkan prestasi tingkat Jawa Timur. Tiga tim dikirim, di antaranya Miza Mukhlishotun Nisa’ meraih Juara Harapan 1 lomba cover lagu Jepang dan Tim Tari Onmyouji Juara Harapan 3.
Tak hanya di bahasa Jepang, Risyalah konsisten membimbing siswa SKI dalam berbagai kompetisi. Setiap tahun anak didiknya meraih juara olimpiade SKI, baik tingkat provinsi maupun nasional. Tahun 2025, Naryama Sinatria Juara 1, Zafif Juara 2, dan Putri Indah Sari Juara Harapan 1. Tahun 2024, Diva Kamilia Juara 3 Olimpiade SKI nasional dan Muhammad Wahyu Juara Harapan 2. Tahun 2023, Diva Kamilia kembali mengharumkan nama sekolah dengan Juara 2 Olimpiade SKI nasional.
Selain itu, ia aktif membimbing karya tulis ilmiah keislaman. Tahun 2025, siswanya meraih Juara 1 dan Juara 3 LKTI di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kecintaannya pada literasi juga tak pernah padam. Sejak aliyah, ia gemar menulis fiksi dan telah menerbitkan dua buku. Buku pertama berupa kumpulan cerpen berjudul Bahrul Ulum (2012). Buku kedua adalah nonfiksi 24 Menu Jadi Santri Ideal (2017), refleksi pengalaman dan nilai kepesantrenan yang ia jalani. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto