Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dari Klenteng hingga Gereja, Ning Ika Bawa Gerakan Hijau Lintas Iman di Jombang

Wenny Rosalina • Rabu, 14 Januari 2026 | 06:55 WIB
Hj Maftuhah Mustiqowati SAg MPd Penggerak Lingkungan dari Pesantren dan Madrasah yang Mengharumkan Jombang
Hj Maftuhah Mustiqowati SAg MPd Penggerak Lingkungan dari Pesantren dan Madrasah yang Mengharumkan Jombang

Radarjombang.id - Jika banyak gerakan lingkungan lahir dari komunitas internal atau individu tertentu, Hj Maftuhah Mustiqowati, SAg, MPd kepala Madrasah Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang memilih jalan yang lebih sunyi sekaligus menantang, yakni menyatukan gerakan pelestarian lingkungan lintas iman.

Bagi sosok yang akrab disapa Ning Ika ini, menjaga alam bukan hanya urusan satu kelompok atau satu agama, melainkan panggilan kemanusiaan yang bersumber dari nilai-nilai ketuhanan seluruh agama.

Sejak 2021, Ning Ika konsisten merangkul komunitas lintas iman di Jombang melalui kegiatan nyata.

Ia menginisiasi penanaman pohon bersama lintas agama, sedekah sampah lintas iman, hingga kolaborasi dengan rumah-rumah ibadah non-muslim.

Di Klenteng Gudo, gereja, hingga komunitas keagamaan lainnya, ia menyediakan keranjang sedekah sampah yang kemudian dikelola kembali oleh madrasah dan pesantren binaannya.

”Konsep ini tidak ujug-ujug bisa berjalan. Menyatukan lintas iman itu sulit,” ujar Ika.

Karena itu, ia tidak memulai dari aktivitas teknis semata, melainkan dari ruang dialog dan pemahaman.

Ia menggagas seminar lintas iman yang mengulas kitab suci masing-masing agama. Dalam forum itu, peserta diajak melihat satu titik temu:

seluruh ajaran agama menempatkan manusia sebagai penjaga alam semesta, bukan perusaknya. ”Tuhan menurunkan manusia ke bumi untuk menjaga alam semesta,” tegasnya.

Prinsip tersebut menjadi pemantik yang menyatukan perbedaan keyakinan menjadi aksi nyata. Selain pendekatan lintas iman, Ning Ika juga dikenal dengan inovasi sosial yang membumi dan mudah diterima masyarakat.

Ia membangun kesadaran publik melalui konsep sampahmu tanggung jawabmu, dengan mekanisme tukar sampah menjadi kebutuhan pokok. Masyarakat dapat menukarkan sampah dengan minyak goreng, telur, sayur, hingga lauk pauk melalui sistem kupon yang disesuaikan dengan berat sampah.

Pendekatan ini terbukti efektif. Sampah yang semula dibakar atau dibuang sembarangan kini dipandang sebagai berkah. ”Masyarakat melihat langsung manfaatnya. Ada nilai ekonomi, ada nilai lingkungan,” ungkap Ika.

Baca Juga: Sosok Rani Aliya Mahmudah, Guru PAUD Asal Jombang: Tekankan Keteladanan dalam Pendidikan Moral  

Kesadaran itu tumbuh bukan karena larangan, melainkan karena pengalaman langsung. Pengalamannya di bidang lingkungan juga ia bagikan kepada khalayak luas.

Ning Ika menjadi narasumber ekoteologi di forum MABIMS (Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, Singapura) di Jakarta, Agustus 2025.

Pada Oktober, ia kembali tampil sebagai pembicara Kemenag terkait program Adiwiyata.

Gerakan tersebut terus berkembang. Pada 19 Januari mendatang, Ning Ika bekerja sama dengan ECOTON (Ecological Observation and Wetland Conservation) untuk memantau kualitas udara di lingkungan sekitar, termasuk mendeteksi potensi mikroplastik.

Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada penelitian semata. “Setelah tahu hasilnya, kita harus memikirkan langkah selanjutnya untuk mengatasinya,” pungkasnya. (wen/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #kecamatan diwek #Maftuhah Mustiqowati #Kabupaten Jombang #sosok wanita #Jatirejo #lintas iman