Radarjombang.id - Sebagai pemimpin baru di Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro SHut yang resmi menjabat Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Jombang langsung tancap gas dengan menjalin sinergi dengan berbagai pihak.
Ibu dua anak kelahiran Bondowoso, 2 Oktober 1981 ini gencar menjalin kolaborasi guna memperkuat sinergitas dalam menjalankan peran, amanah dan tanggungjawabnya.
”Pihak kami selalu siap bersinergi dengan jajaran Forkopimda dan segenap stakeholder terkait di wilayah Kabupaten Jombang dan sekitarnya, untuk bersama-sama melayani masyarakat, khususnya warga di sekitar hutan dibawah naungan wilayah kerja (wilker) kami,” ujar Enny, sapaan akrabnya.
Berbagai program telah dicetuskan guna menyelesaikan tugas yang diamanahkan kepadanya.
Saat ini, Perhutani KPH Jombang tengah menyelesaikan target pemanenan tebu agroforestry yang merupakan salah satu program pendukung pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.
”Dengan target seluas 721 hektare dan menghasilkan 20.000 ton, saat ini di wilayah kerja kami telah dilakukan penanaman seluas 129 hektare, dengan jumlah bibit pohon yang ditanam sebanyak 230.000 bibit,” tuturnya.
Hal ini termasuk dalam kontribusi Perhutani KPH Jombang untuk negara dalam menyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari hasil produksi tebu, kayu, getah dan wisata sebesar 2 Miliar.
Pihaknya juga terus mendukung edukasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan.
Salah satu agenda terdekatnya adalah dengan membagikan bibit pohon gratis sebanyak 2026 bibit di awal tahun depan.
Perhutani KPH Jombang juga terus menjalin sinergi pengamanan dan pembinaan dalam memastikan aktivitas petani hutan (pesanggem) berjalan tertib, bermanfaat secara ekonomi, dan tetap mendukung keberlanjutan fungsi lindung hutan.
Termasuk Penyerapan tenaga kerja rata-rata 150 orang pertahun serta memberi kesempatan kepada sekitar 4.000 petani hutan, untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan melalui kegiatan agrofirestry.
”Hal ini menjadi bagian dari komitmen Perum Perhutani dalam menjalankan tugas dan fungsinya di masyarakat,” tandasnya.
Enny bercerita, ketertarikannya di bidang hutan, berawal sejak kuliah. Pilihannya dijadikan sebagai tantangan tersendiri sekaligus pertimbangan jenjang karir yang lebih besar peluangnya di bidang tersebut.
”Alhamdulillah saya dapat mulai berkarir di Perhutani sejak 2006, pernah tujuh tahun di bidang perencanaan dan sumber daya, sedangkan saat di KPH Jombang mengawali di bidang pengelolaan,” tuturnya. (dwi/ang)
Editor : Anggi Fridianto