Radarjombang.id - Wakil Ketua 1 Himpaudi Kabupaten Jombang, Dya Maulidah SAg, sudah sudah 21 tahun mengabdi di pendidikan anak usia dini (PAUD).
Lulusan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Malang ini telah mengabdikan diri sejak 2004.
Kala pertama kali diberi amanah mengembangkan Kelompok Bermain (KB) Permata Hati di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan.
’’Di awal pengabdian, terasa sedikit berat karena menghadapi stigma masyarakat tentang pendidikan anak usia dini,’’ ungkapnya.
Perjalanan di awal tidak selalu mulus. Dya harus menghadapi pandangan masyarakat yang kala itu masih mempertanyakan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini.
Namun berkat ketekunan dan komunikasi yang sabar, PAUD mulai diterima masyarakat. Antusias warga pun kian meningkat seiring berkembangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak dini.
Selama sepuluh tahun, tepatnya 2004–2014, Dya mengajar di KB Permata Hati. Pada 2014, ia kemudian mendirikan Taman Penitipan Anak (TPA) Sahabat Bunda di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Sahabat Bunda di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan.
Keberadaan TPA ini menjadi solusi bagi para orang tua pekerja karena wilayah tersebut dikelilingi berbagai instansi seperti puskesmas, sekolah, bank, dan pasar.
’’Saat itu saya berpikir, pasti banyak yang membutuhkan jasa TPA bagi orang tua pekerja,’’ terangnya.
Di Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) kiprah Dya juga terbilang panjang.
Baca Juga: Dari Guru PAUD ke Pengusaha Konveksi, Kisah Inspiratif Sulami Guru PAUD Inspiratif Asal Jombang
Ia pernah menjabat Ketua Himpaudi Kecamatan Ngusikan pada 2005–2009. Kemudian bergabung di kepengurusan Himpaudi Kabupaten Jombang sejak 2009-2011. Pada periode 2015–2019, dipercaya menjadi Sekretaris 2.
Lalu menjadi pengurus Litbang pada 2019–2024. Kini, di periode kepemimpinan Purnomo 2024-2028, Dya kembali menjadi Wakil Ketua 1.
Baginya, bertahan di dunia PAUD bukan sekadar pilihan karir, melainkan panggilan hati. Meski pernah melamar ke lembaga lain namun tak berjodoh, justru dari situlah ia melihat jalan pengabdiannya memang untuk anak-anak usia dini. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto