Radarjombang.id - Ketelitian, disiplin, dan komitmen tinggi terhadap tertib administrasi menjadi menjadi prinsip yang dipegang teguh Pungky Novitasari, SAk dalam bekerja.
Perempuan kelahiran Nganjuk, 18 November 1995 ini kini dipercaya memimpin Divisi Akuntansi dan Pelaporan di Perumdam Tirta Kencana Jombang.
Sebagai bungsu dari empat bersaudara dan satu-satunya anak perempuan dalam keluarga, Pungky tumbuh dengan karakter mandiri dan bertanggung jawab.
Pendidikan dasar ia tempuh di SDN Bandungan 1 Saradan, lalu berlanjut ke SMPN 1 Wilangan dan SMAN 3 Nganjuk. Minatnya pada bidang keuangan membawanya melanjutkan studi Diploma 3 di Politeknik Negeri Madiun. ”Saya suka dunia akuntansi,” ungkapnya.
Kariernya dimulai sejak 2016 di Jombang. Di tengah kesibukan bekerja, Pungky tetap berkomitmen meningkatkan kapasitas diri.
Ia melanjutkan pendidikan di STIE PGRI Dewantara (sekarang Itebis PGRI Dewantara, Red) Jombang hingga meraih gelar Sarjana Akuntansi (S.Ak.).
Baginya, pendidikan dan pengalaman kerja adalah dua hal yang harus berjalan beriringan. ”Waktu itu saya menempuh kuliah sambil kerja,” ungkap Pungky.
Dalam kesehariannya sebagai Kadiv Akuntansi dan Pelaporan, Pungky menegaskan ketepatan kerja menjadi hal utama yang selalu ditekankan pimpinan.
Ketelitian dan kehati-hatian menjadi prinsip utama dalam setiap proses kerja, mengingat tanggung jawab besar yang melekat pada divisi yang dipimpinnya.
”Laporan keuangan harus disusun dengan cepat, tepat waktu, serta didukung administrasi yang tertib dan bukti-bukti lengkap,” imbuhnya.
Selain itu, kedisiplinan juga menjadi perhatian serius. Pimpinan secara konsisten menekankan pentingnya ketepatan waktu, termasuk kehadiran di kantor dan apel pagi.
Hal tersebut mendorong Pungky untuk terus meningkatkan kedisiplinan pribadi sebagai bentuk tanggung jawab dan keteladanan bagi tim.
Dalam menjalankan tugasnya, Pungky membawahi satu orang staf yang membantu pekerjaan teknis di bidang akuntansi.
Ia berperan dalam mengelola dan membagi tugas, di mana pekerjaan teknis dilaksanakan staf, sementara ia fokus pada penyusunan pelaporan.
Meski demikian, seluruh hasil pekerjaan tetap ia periksa secara menyeluruh karena menurutnya, tanggung jawab akhir tetap berada di pundaknya. ”Jadi saya bagi tugas, namun hasil akhir tetap saya periksa secara menyeluruh,” tegasnya.
Di luar perannya sebagai profesional, Pungky juga merupakan seorang istri dari Haryo Eko Purnomo dan ibu dari seorang putra bernama Haikal Fawwaz Narendra.
Dengan peran ganda sebagai pegawai dan ibu, Pungky membuktikan bahwa perempuan mampu berkontribusi maksimal baik di lingkungan keluarga maupun dunia kerja.
Dengan dedikasi, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi, Pungky Novitasari, S.Ak. terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi Perumdam Tirta Kencana Jombang.
Sosoknya menjadi inspirasi bagi perempuan muda untuk terus berkembang dan berprestasi.
Menata Karier dan Mengasuh Anak
DI BALIK kesibukannya sebagai Kepala Divisi Akuntansi dan Pelaporan Perumdam Tirta Kencana Jombang, Pungky Novitasari, S.Ak., juga menjalani peran penting sebagai seorang ibu.
Putranya yang kini berusia 2,5 tahun menjadi pusat perhatian sekaligus motivasi dalam keseharian.
Sejak memiliki buah hati, dinamika hidupnya di Jombang berubah signifikan. Apalagi, ia harus menjalani kehidupan terpisah jarak dengan sang suami, Haryo Eko Purnomo, yang bekerja di Madiun dan hanya bisa pulang sekali dalam seminggu.
Kondisi ini menuntut Pungky untuk mandiri dalam mengatur waktu, tenaga, dan emosi antara tanggung jawab pekerjaan dan pengasuhan anak.
Rutinitas pagi hingga sore ia jalani berdua dengan sang buah hati. Pagi hari, Pungky menyiapkan seluruh kebutuhan anak sebelum berangkat bekerja.
Selanjutnya, anak dititipkan di daycare yang menurutnya aman sekaligus mendukung tumbuh kembang.
Sepulang kerja, ia menjemput anaknya dan kembali menjalani peran sebagai ibu di rumah.
Meski tantangannya tidak ringan, Pungky mengaku kini lebih menikmati fase ini. ”Sekarang sudah lebih enak, tidak seribet dulu.
Usianya sudah 2,5 tahun, jadi jauh lebih enjoy,” ujarnya.
Di rumah, Pungky terbiasa melakukan berbagai aktivitas secara bersamaan. Saat anak bermain, ia membereskan rumah atau memasak.
”Kunci utama adalah bisa membagi waktu dan menyesuaikan ritme dengan kebutuhan anak,” ungkapnya.
Sejak usia tiga bulan, anaknya sudah dititipkan di daycare, tepat setelah masa cuti melahirkan berakhir.
Sempat pula ia menitipkan anak di Madiun, di rumah orang tua selama enam bulan. Namun, kondisi itu membuatnya tidak tenang karena harus bolak-balik Jombang–Madiun.
Akhirnya, ia memutuskan membawa kembali anaknya untuk tinggal bersamanya di Jombang. ”Saya lebih fokus dan nyaman kalau anak saya di Jombang,” jelasnya.
Baginya, daycare bukan sekadar tempat penitipan, tetapi juga ruang belajar dan bersosialisasi.
Selama berada di daycare dari pagi hingga sore, anaknya sudah diajak bermain dan belajar. Karena itu, ketika di rumah, Pungky memilih tidak terlalu memaksakan aktivitas belajar tambahan.
”Saya membebaskan anak untuk bermain agar tumbuh dengan bahagia dan alami,” tandas Pungky. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto