Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sosok Heni Dwi Astutik Kepala Divisi Kas dan Gaji Perumdam Tirta Kencana Jombang: Menjaga Amanah dengan Disiplin dan Kejujuran

Wenny Rosalina • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:48 WIB
Heni Dwi Astutik Kepala Divisi Kas dan Gaji Perumdam Tirta Kencana Jombang
Heni Dwi Astutik Kepala Divisi Kas dan Gaji Perumdam Tirta Kencana Jombang

Radarjombang.id – Amanah baru menjadi tantangan baru. Bagi Heni Dwi Astutik, STP, kepercayaan justru menjadi ruang untuk belajar dan bertumbuh.

Sejak Desember 2024, perempuan tangguh ini dipercaya menempati posisi Kepala Divisi Kas dan Gaji Perumdam Tirta Kencana Kabupaten Jombang, sebuah bidang yang sebelumnya belum pernah ia geluti secara praktik.

Perjalanan Heni di Perumdam Tirta Kencana dimulai pada 2012. Selama lebih dari satu dekade, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras dan disiplin hingga akhirnya dipercaya menjabat Kepala Divisi Pemasaran dan Layanan. Mutasi ke bidang keuangan menjadi tantangan baru yang ia terima dengan penuh tanggung jawab.

“Memang secara praktik baru benar-benar terjun ke keuangan mulai Desember 2024. Tapi secara keilmuan, dasar-dasarnya sudah saya miliki,” tutur Heni dengan rendah hati.

Bekal tersebut ia peroleh dari berbagai pelatihan dan sertifikasi, salah satunya sertifikasi tingkat muda bidang air minum. Dalam pelatihan itu, seluruh aspek pengelolaan perusahaan air minum dipelajari secara menyeluruh, mulai administrasi, pelayanan, hingga teknis. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan amanah barunya.

Bagi Heni, mengelola kas dan gaji bukan sekadar soal angka. Lebih dari itu, dibutuhkan kedisiplinan, kejujuran, serta keteladanan dalam bersikap. Nilai-nilai itulah yang ia pegang teguh dan terus ia tanamkan kepada seluruh staf di bawah koordinasinya.

“Mengelola keuangan itu harus disiplin administrasi, disiplin waktu, disiplin kejujuran—disiplin dalam segala hal. Memberi contoh memang paling sulit, tapi justru itu yang harus dilakukan,” tegasnya.

Perempuan kelahiran Nganjuk, 8 April 1983 ini tumbuh dan besar di Warujayeng. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 4 Tanjung Anom, dilanjutkan ke SMPN 1 Tanjunganom dan SMAN 1 Tanjunganom. Selepas lulus SMA pada 2001, Heni merantau menimba ilmu di UPN Surabaya, Jurusan Teknologi Pangan, hingga lulus pada 2005.

Di balik sosok profesionalnya, Heni adalah seorang istri dan ibu yang sederhana. Ia menikah dengan Faris Eko Hermanto dan dikaruniai seorang anak, Asoka Magada Allokma. Saat ini, ia menetap bersama keluarga di Perum Kurnia Asri 2, Kecamatan Diwek, Jombang.

Dengan prinsip tanggung jawab, ketelitian, dan kejujuran, Heni Dwi Astutik terus berupaya memberi kontribusi terbaik bagi Perumdam Tirta Kencana Jombang. Bagi dirinya, bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi tentang menjaga kepercayaan.

“Dalam bekerja itu kuncinya tanggung jawab dan inovatif terhadap amanah yang diberikan. Selain itu, harus teliti dan jujur,” pungkasnya.

 

Ambil Inspirasi dari Cerita Tokoh Besar

DI BALIK padatnya tanggung jawab sebagai Kepala Divisi Kas dan Gaji Perumdam Tirta Kencana Jombang, Heni Dwi Astutik, STP menemukan cara sederhana untuk menjaga keseimbangan diri. Bukan sekadar hiburan, tontonan justru ia jadikan ruang belajar dan refleksi.

Jika sebelumnya drama Korea menjadi pelepas penat, kini Heni lebih selektif memilih tontonan. Kisah sejarah para Wali, Rasul, Imam Syafi’i, Imam Hambali, hingga tokoh-tokoh besar Islam menjadi pilihannya untuk menambah wawasan sekaligus memetik keteladanan.

”Akhir-akhir ini saya lebih banyak menonton kisah sejarah tokoh-tokoh tersebut. Drakor tetap jadi selingan, tapi kalau terus-menerus juga bosan. Dari situ saya mencari tontonan yang memberi inspirasi,” tuturnya.

Pilihan itu membawa dampak nyata. Dari kisah-kisah penuh nilai keteladanan, Heni belajar mengelola emosi, bekerja dengan lebih tenang, serta menyikapi perbedaan karakter secara bijak, baik di lingkungan kerja maupun pergaulan sehari-hari.

”Tontonan inspiratif itu mengubah cara saya bekerja. Saya jadi lebih tenang, lebih sabar, dan lebih dewasa dalam menilai orang.

Setiap orang punya karakter berbeda dan itu harus disikapi dengan kedewasaan,” katanya.

Nilai ketenangan tersebut juga ia bawa ke dalam peran terpentingnya di rumah: sebagai ibu. Putra semata wayangnya kini menempuh pendidikan di SMAN 2 Jombang dan aktif dalam organisasi OSIS.

Menurut Heni, mendidik anak di era sekarang membutuhkan pendekatan yang lebih dialogis, bukan tekanan.

”Anak sekarang sedang mencari jati diri. Tidak bisa ditekan. Kalau ditekan justru menutup diri. Saya memilih mengikuti alurnya, memberi contoh kedisiplinan, bukan memaksakan aturan,” ujarnya.

Keterlibatan anak dalam organisasi, lanjutnya, justru membantu membentuk pola pikir kritis dan keberanian berpendapat. Karena itu, anak tidak cukup hanya diperintah, tetapi perlu diajak berdiskusi secara setara.

”Anak saya pandai berargumen. Jadi saya juga harus pandai mencari argumen yang bisa diterima. Sekarang saya memposisikan diri sebagai teman agar dia nyaman bercerita,” ungkapnya.

Bagi Heni, menjadi pemimpin di tempat kerja dan pendamping di rumah memiliki benang merah yang sama: keteladanan. Ia memilih memberi contoh, bersikap tenang, dan membuka ruang dialog, baik kepada staf maupun kepada anak

. ”Kunci mendidik anak adalah menanamkan tanggung jawab sejak dari rumah. Dengan begitu, di lingkungan luar pun dia akan terbiasa membawa rasa tanggung jawab itu,” pungkasnya. (wen/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Perumdam Tirta Kencana Jombang #wanita #Pemkab Jombang