Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tak Hanya Pandai Mengajar, Guru SMAN 2 Jombang Ini Juga Menyelami Filsafat dan Psikologi Hidup

Wenny Rosalina • Rabu, 5 November 2025 | 12:14 WIB

 

Ismatul Izzati, S.Pd.,Gr, guru kimia SMAN 2 Jombang
Ismatul Izzati, S.Pd.,Gr, guru kimia SMAN 2 Jombang

DI BALIK kesibukannya mengajar dan membina prestasi siswa, Ismatul Izzati, S.Pd.,Gr, guru kimia SMAN 2 Jombang, memiliki ruang sunyi yang menjadi sumber ketenangan.

Ia jatuh cinta pada dunia psikologi dan filsafat—dua hal yang menjadi pelipur lara sekaligus penuntun cara berpikirnya.

”Akhir-akhir ini kalau sedang gabut, suntuk gitu, pergi ke kafe, bawa buku, ngopi, udah itu aja sudah kembali tenang,” katanya.

Tak jarang, ia juga menambah referensi bacaan di Perpustakaan Mastrip Jombang. ”Saya suka membaca buku tentang psikologi dan filsafat.

Buku-buku seperti Filosofi Teras, karya-karya Fahrudin Faiz tentang kehidupan, itu favorit saya,” tutur perempuan yang akrab disapa Isma tersebut.

Baginya, psikologi dan filsafat bukan sekadar bacaan, tetapi cara memaknai hidup. Ia pernah berada pada titik terendah yang ia sebut sebagai “the darkness of life”, hingga akhirnya menyadari bahwa pola pikir dalam merespons sesuatu adalah hal utama yang harus dikelola.

”Kita tidak bisa memperbaiki hal di luar kendali kita. Yang bisa kita kendalikan ya diri sendiri, cara merespons segala sesuatu,” ujarnya.

Lewat filsafat dan psikologi, Isma belajar untuk tidak cepat berprasangka, tidak mudah menghakimi, dan memahami bahwa setiap orang memiliki prosesnya sendiri. Termasuk para siswanya.

”Sekarang kalau ada anak tampak tidak bisa, saya tidak langsung menilai. Anak butuh proses. Dulu saya mudah sekali emosi, baik di sekolah maupun di rumah. Setelah saya pelajari, semua itu proses,” katanya.

Minat besarnya pada dunia psikologi bahkan membuatnya memiliki keinginan untuk kembali kuliah.

”Kalau bisa saya ingin kuliah lagi, tapi mengambil psikologi. Untuk lebih memahami manusia dan memaknai kehidupan,” ungkapnya.

Baca Juga: Aset Milik Desa Mancar Jombang Dibongkar, Buntut Rencana Pendirian Perusahaan Mainan

Meski jarang menulis karena menunggu mood, membaca menjadi jalannya untuk terus belajar. Bacaan-bacaan itu kemudian memengaruhi gaya mengajarnya yang kini lebih reflektif, humanis, dan memahami kondisi emosional siswa. (wen/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#guru berprestasi #cabdindik jombang #SMAN 2 Jombang #Jombang #Pemkab Jombang #Guru Kimia