Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pernah Mengajar di Pulau Tanpa Listrik, Ini Perjalanan Inspiratif Guru SMAN 2 Jombang yang Antar Siswa Raih Emas OSN

Wenny Rosalina • Rabu, 5 November 2025 | 12:16 WIB
Ismatul Izzati, S.Pd.,Gr
Ismatul Izzati, S.Pd.,Gr

 

PERJALANAN hidup Ismatul Izzati, S.Pd.,Gr, guru kimia SMAN 2 Jombang, bukan sekadar kisah pengabdian.

Ia adalah sosok inspiratif yang meniti karier dari pulau terluar Indonesia hingga menjadi pembina siswa berprestasi tingkat nasional.

Lahir dan besar di Gresik, Isma bersekolah di SDN Bulurejo Benjeng Gresik, SMPN 1 Benjeng, dan SMAN 1 Gresik sebelum menempuh pendidikan S1 Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Lulus S1 tahun 2015, ia mengikuti program pemerintah SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

”Setelah lulus saya ikut seleksi SM3T di Unesa. Ketempatan di Kabupaten Maluku Barat Daya, tepatnya di Pulau Wetar, salah satu pulau terluar Indonesia,” ujar Isma.

Pengabdiannya di Pulau Wetar berlangsung selama setahun, di tengah keterbatasan yang nyaris tidak terbayangkan. Di sana tidak ada listrik, tidak ada sinyal sama sekali selama setahun. Transportasi pakai kapal.

”Dari Ambon ke Pulau Wetar bisa lima hari lima malam,” kenangnya. Bahkan, kapal besar tidak bisa merapat karena Pulau Wetar tidak memiliki pelabuhan. ”Kami diturunkan di tengah laut, dijemput perahu kecil dulu baru ke pulau,” jelasnya.

Isma mengajar di SD, SMP, hingga SMA secara bersamaan. Jumlah guru hanya dua sampai tiga orang, buku pelajaran terbatas, dan kondisi geografis menantang. Namun ia justru banyak belajar tentang nilai hidup dari masyarakat setempat.

”Orang luar Jawa toleransinya luar biasa. Mereka sangat menghargai guru. Toleransi, penghargaan, kebersamaan, semua sangat terasa. Selalu diundang warga setiap ada acara,” tuturnya.

Selesai pengabdian, Isma mendapatkan beasiswa PPG di Universitas Negeri Semarang. Setelah itu ia mengajar di SMA Islam Al Mizan Surabaya dan SMK Sunan Derajat, hingga pada 2020 diterima sebagai CPNS di SMAN 2 Jombang, hingga sekerang ia tinggal dan menetap di Kaliwungu bersama suaminya, Udin Fakturrohman, serta putrinya, Asmita Ramadhani Alizzah.

Di SMAN 2 Jombang, Isma bukan hanya mengajar kimia. Ia juga aktif dalam staf kesiswaan, membina siswa untuk berbagai lomba berjenjang: OSN, O2SN, FLS2N, LDBI, dan lain sebagainya.

Tahun ini ia berhasil mengantarkan dua siswanya meraih medali emas dan perak OSN tingkat nasional. Berkat pembinaan yang telah dilakukan jauh hari sebelumnya.

”Awal kami seleksi dulu, kemudian bina lima anak, lanjut kabupaten hingga provinsi,” katanya. Ia juga rutin membawa siswa ke pembinaan eksternal seperti OSN Center di Lembang, Bandung, terutama untuk materi yang sudah setingkat perkuliahan.

Selain OSN, ia juga berhasil mengantarkan siswa lainnya meraih juara, diantaranya Juara 1 O2SN Karate tingkat provinsi, kini lanjut nasional. Juara 1 FLS3N Film Pendek tingkat provinsi dan kini lanjut nasional. Juara 1 Sinematografi SMA Awards dan Juara 1 Karate SMA Awards.

Bagi Isma, kunci keberhasilan siswa adalah mental bertanding. ”Mental harus dilatih. Anak-anak saya minta ikut kejuaraan kecil dulu. Kalau sudah terbiasa, nanti mentalnya kuat ketika lomba tingkat tinggi,” ujarnya. (wen/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#pulau terpencil #cabdindik jombang #SMAN 2 Jombang #Guru #Jombang #guru PNS #Guru Kimia