Radarjombang.id - Itha Pujiarti, MPd Kepala SMKN Gudo Jombang, dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan karakter, disiplin, serta inovasi dalam dunia pendidikan.
Latar belakangnya yang kuat di bidang akademik dan pengalaman luas di berbagai organisasi, menjadikan kiprahnya di dunia pendidikan semakin kokoh.
”Bagi saya yang paling utama adalah karakter,” ungkap wanita kelahiran Plandaan, 28 Januari 1978 tersebut.
Lahir di lingkungan keluarga pendidik, usai tamat SMAN 3 Jombang pada 1995, Itha melanjutkan pendidikan sarjana di STIBA Malang pada program studi Sastra Inggris, kemudian meraih gelar magister Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Islam Malang (UNISMA).
Sejak lulus S1, ia aktif dalam berbagai organisasi. Melalui pendanaan Global Fund, Itha sempat menjadi aktivis penanggulangan HIV/AIDS sebelum bekerja sebagai staf pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya selama lima tahun.
Dengan bekal S1 Bahasa Inggris dan Akta IV, Itha berhasil lolos seleksi CPNS sebagai guru Bahasa Inggris di SMK Negeri Kudu. Setelah menyelesaikan S2, ia juga aktif dalam penelitian pendidikan yang dipresentasikan di sejumlah seminar dan dimuat di jurnal nasional maupun internasional. Bahkan, ia menulis dua buku ber-ISBN yang lahir dari pengabdiannya sebagai pendidik.
Tahun 2022 menjadi tonggak penting dalam kariernya. Itha mendapat promosi melalui seleksi kepala sekolah dan dipercaya memimpin SMKN Wonosalam.
Selama 2,5 tahun kepemimpinannya, ia melakukan berbagai gebrakan program, mulai dari pendidikan karakter, peningkatan kompetensi siswa, hingga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Jiwa disiplin yang melekat dalam dirinya tidak terlepas dari perpaduan latar belakang keluarga pendidik dan perannya sebagai istri seorang prajurit TNI. Selain itu, Itha juga aktif di luar sekolah, salah satunya menjabat sebagai Wakil Ketua Ranting Persit KCK Plandaan Kodim Jombang.
Pada Juni 2025, tongkat estafet kepemimpinan diamanahkan kepadanya untuk memimpin SMKN Gudo. Sejak awal, ia menanamkan prinsip jiwa korsa dan semboyan ”Bersama Rakyat Kita Kuat”.
Baginya, tantangan kepemimpinan adalah tangga menuju kedewasaan. Menjalin kekeluargaan erat dengan warga sekolah, menjaga kepercayaan masyarakat, meningkatkan prestasi siswa, serta membangun disiplin guru dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama yang ia jalankan.
Bagi Itha, guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga role model. ”Seorang pendidik harus memulai attitude dari diri sendiri, membentuk pribadi tangguh, kuat, serta memiliki banyak talenta,” tegasnya.
Ia menularkan semangat itu melalui berbagai pengalaman, termasuk ketika pernah menjadi co-teacher bagi relawan native speaker asal Amerika Serikat dari Peace Corps Indonesia selama dua tahun.
Dari pengalaman itu, ia semakin meyakini pentingnya pembelajaran bahasa Inggris yang kontekstual, bisa dipraktikkan di bengkel, tempat praktik, hingga dipresentasikan dan dipublikasikan siswa di media sosial, termasuk YouTube.
Selain aktif mengembangkan literasi bahasa, Itha juga memiliki kegemaran pada sejarah, seni, dan bertanam. Prinsip hidupnya sederhana: menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto