Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Cerita Inspiratif Guru MAN 5 Jombang, Mengabdi Sejak 1993, Lanjut Kuliah S2 di Usia 50-an

Wenny Rosalina • Rabu, 17 September 2025 | 13:09 WIB

 

Dra Susanawati MPd
Dra Susanawati MPd

Radarjombang.id – Sosok Dra Susanawati MPd atau akrab disapa Bu Susan, adalah potret guru asal Jombang yang teguh memegang amanah dalam pengabdiannya.

Lahir di Jombang, 21 Februari 1967, perempuan yang kini menjadi bendahara DIPA di MAN 5 Jombang ini meniti perjalanan panjang sebelum akhirnya mengabdikan diri di dunia pendidikan.

”Sejak 2009 sampai sekarang menjadi bendahara, beberapa kali mengajukan pergantian, tapi belum di-ACC sampai sekarang, ya mudah-mudahan dapat mengembang amanah ini dengan baik,” kata Susan.

Lulus dari SDN Plemahan Banyuarang Ngoro pada 1980, ia kemudian melanjutkan ke SMPK Wijana Jombang, di mana ia mulai belajar mandiri dengan ngekos sejak SMP. Pendidikan menengah atas ia tempuh di SMAN 2 Jombang hingga lulus pada 1986.

Cita-citanya sebenarnya menjadi polisi, namun sang ibu mendorongnya untuk memilih jalur pendidikan guru. Akhirnya ia diterima di Fakultas Bahasa Indonesia, IKIP Negeri Malang atau yang kini dikenal dengan Universitas Negeri Malang melalui tes Sipenmaru tahun 1986, terinspirasi oleh sosok gurunya di SMP, Yanto.

”Pak Yanto guru SMPK Wijana saya adalah sosok guru yang tegas dan disiplin, saya sangat mengidolakan beliau, sehingga akhirnya saya memenuhi keinginan ibu, dan menjadi guru bahasa Indonesia,” jelasnya.

Sebelum sempat wisuda pada 1990, Susan sudah dinikahkan oleh orang tuanya dengan Drs Kusnan, lulusan Universitas Cendana NTT.

Setahun kemudian, ia dikaruniai putri pertama, Erin Wahyu Astri, disusul putri kedua, Annisa Sahabsari. Susan kini sudah dikruniai tiga orang cucu. ”Setelah lulus, sudah punya suami, setahun kemudian punya anak. Saya tidak mengajar, saya baru mulai mengajar tahun 1993,” jelasnya.

Perjalanan kariernya di dunia pendidikan dimulai pada 1993 sebagai guru honorer di SMP Islam Ngoro dan Madrasah Aliyah Darusalam Ngoro. Tahun 2003, ia sempat menjadi guru bantu di SMAN Bareng. ”Saat itu saya bekerja dengan honor Rp 500 ribu berkat SK kabupaten,” katanya.

Pada 1995, ia mengikuti seleksi ASN tenaga pendidikan di Kementerian Agama dan dinyatakan lolos. Sejak itu, ia ditempatkan di MAN 5 Jombang, sekolah tempat ia terus mengabdi hingga kini.

Di MAN 5 Jombang, Susan sempat mengelola perpustakaan sebelum akhirnya dipercaya menjadi bendahara DIPA sejak 2009. Meski tugas itu berat, ia tetap menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.

”Prinsip saya dalam bekerja adalah menjalankan amanah dengan baik, sesuai apa adanya,” ungkap Susan. Bahkan meski beberapa kali mengajukan pengunduran diri, ia tetap diminta untuk memegang amanat tersebut.

Sebagai pendidik, Susan dikenal mengedepankan kedisiplinan. Baginya, perilaku dan karakter jauh lebih penting daripada kecerdasan semata.

Ia menyoroti perbedaan generasi siswa dulu dan sekarang, terutama dari segi sopan santun dan kesungguhan belajar. ”Saya lebih senang disiplin, kembali seperti idola saya Pak Yanto,” ungkapnya.

Sembari mengajar dan bertugas, Susan juga terus melanjutkan pendidikannya. Ia magister pendidikan pada 2023 di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang jurusan Pendidikan Agama Islam. (wen/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Kemenag Jombang #MAn 5 Jombang #sosok guru inspiratif