Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bagi Ratna Riyadil Jannah, Prestasi Bukanlah Tujuan Akhir, Tapi Jadi Pemicu Hal Ini

Ainul Hafidz • Minggu, 3 Agustus 2025 | 15:51 WIB

Ratna Riyadil Jannah guru berprestasi MTsN 2 Jombang PP Darul Ulum Rejoso, Peterongan.
Ratna Riyadil Jannah guru berprestasi MTsN 2 Jombang PP Darul Ulum Rejoso, Peterongan.
 

RadarJombang.id - Sebelum meraih medali perunggu ajang ORC, Ratna Riyadil Jannah guru mapel IPS MTsN 2 Jombang PP Darul Ulum Rejoso sudah punya banyak prestasi.

Baginya, prestasi bukan tujuan akhir. Melainkan bagian dari tanggung jawab moral sebagai pendidik.

’’Kalau ingin anak-anak didik kita berprestasi, maka kita juga harus memberi teladan. Jangan hanya menyuruh mereka untuk mengikuti lomba, tapi kita sendiri tidak mau belajar dan berkembang,’’ kata Ratna dengan tegas.

Di sela-sela perannya sebagai seorang ibu, guru, sekaligus pembelajar sejati, Ratna membuktikan semangat untuk berkembang tak pernah lekang oleh usia maupun kesibukan.

’’Tetap berkomitmen untuk terus belajar, berkembang, berinovasi dan mengispirasi,’’ tuturnya.

Di antara prestasi yang pernah dia raih, medali perunggu tingkat nasional ajang OPSI (Olimpiade Sains Indonesia) 2024.

Medali perak dengan nilai A tingkat nasional ajang Garuda Indonesia Science Competition 2022.

Dia juga terpilih sebagai salah satu peserta dalam program Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2024 dengan tema Bangga Menjadi Guru, Berani Mengispirasi.

Sebuah inisiatif dari PT Paragon yang bertujuan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, dan memberikan apresiasi kepada guru-guru inspiratif dan memberikan pelatihan.

Serta pendampingan  agar dapat menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan.

Dalam program bertajuk ’’Bangga Menjadi Guru, Berani Menginspirasi’’, Ratna menjadi bagian 2.500 guru terpillih dari 18 ribu pendaftar se-Indonesia.

Serta menjadi 50 peserta yang berkesempatan mengikuti graduation WIT 2024.

Bahkan, ia menjadi satu-satunya guru madrasah dari Kementerian Agama (Kemenag), sementara peserta lain umumnya berasal dari Dinas Pendidikan.

’’Saya sangat antusias mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat mengispirasi untuk pembelajaran di kelas. Lebih intensif saat ngekos di Banyuwangi untuk mengisi waktu luang. Akhirnya saya ikut program ini karena merasa cocok dengan semangatnya,’’ ungkapnya.

Program Wardah Inspiring Teacher dilaksanakan selama tiga bulan. Para peserta diberikan berbagai tantangan dan tugas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Mulai dari menciptakan suasana belajar yang nyaman. Mengembangkan model pembelajaran inovatif, hingga melaksanakan proyek akhir berupa P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dalam bentuk pameran karya.

Sebagai bentuk apresiasi, tulisan Ratna yang menceritakan pengalaman selama mengikuti program ini juga dimuat dalam buku antologi Wardah Inspiring Teacher.

’’Alhamdulillah, tulisan saya dimuat di buku tersebut. Itu menjadi bukti bahwa guru juga bisa berkarya dan berbagi inspirasi,’’ tambahnya.

Graduation peserta program ini dilaksanakan di Surabaya, menandai puncak dari perjalanan inspiratif para guru yang terlibat.

Keikutsertaan Ratna bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik MTsN 2 Jombang dan Kemenag di tingkat nasional. (fid/jif)

 

Editor : Achmad RW
#Guru #Prestasi #sejarah #MTsN 2 Jombang