Radarjombang.id - Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jombang, Pinky Hidayati SPsi MPsi tergugah semangatnya berjuang di pendidikan terinspirasi sang kakek, KH Mahfudz Anwar dan neneknya, Nyai Abidah Ma’shum Ali.
Keduanya merupakan ulama yang peduli terhadap pendidikan, khususnya mengangkat harkat dan martabat perempuan untuk belajar membaca dan menulis.
’’Sejak kecil, saya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kental dengan budaya belajar dan mengajar,’’ katanya.
Setiap percakapan di rumah selalu sarat dengan kisah-kisah tentang dunia pendidikan dari berbagai bidang keilmuan.
Lingkungan pendidikan itulah yang tanpa disadari membentuk cara pandang Pinky terhadap pentingnya ilmu pengetahuan serta menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap dunia pendidikan.
’’Didorong oleh nilai-nilai tersebut, saya menempuh pendidikan di bidang psikologi, memulai studi di Universitas Padjadjaran dan melanjutkannya di Universitas Airlangga,’’ kata wanita kelahiran Jakarta, 20 Januari 1979 tersebut.
Setiap tahap pendidikan bukan hanya memperkaya wawasan akademik, tapi juga mengukuhkan prinsip menjadi pembelajar sejati adalah perjalanan yang tidak pernah berakhir.
’’Berbekal pengalaman tersebut, saya berkomitmen untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan. Dengan semangat, dedikasi, dan rasa tanggung jawab yang penuh,’’ kata warga Jl Teuku Umar, Senenan, Bangkalan.
Kepedulian terhadap pendidikan itu dapat betul-betul dia perjuangkan sekarang.
Selain menjadi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan, per 1 Juni dia juga mendapatkan tugas tambahan sebagai Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.
Jarak yang jauh antara Bangkalan dan Jombang bukan penghalang baginya. Semangatnya terus bergelora berjuaang di pendidikan. Bijak dalam membagi waktu menurutnya sangat penting dalam menjalani perannya sekarang. Dua hari di Bangkalan dan tiga hari di Jombang, menurutnya paling bijak.
’’Karena dari sisi jumlah, Jombang siswanya lebih banyak, sekolahnya lebih banyak, jadi tiga hari di Jombang dan dua hari saya di Bangkalan,’’ jelasnya.
Kepeduliannya kepada pendidikan juga diganjar dengan Madura Award bidang Pendidikan 2023 yang diadakan Jawa Pos Radar Madura.
Ia juga dinobatkan sebagai tokoh pendidikan inspiratif 2024 oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) wilayah Madura.
Kini ia mendapatkan penghargaan inovasi terbanyak dalam East Java Innovative Education Summit (EJIES) oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Jawa Pos.
Sederet prestasi itu didapatkan karena Pinky merupakan sosok yang memiliki prinsip tidak menyerah dalam menghadapi tantangan.
’’Apapun tantangannya pasti ada jalan keluar, harus berusaha terbaik untuk mengeliminir tantangan agar jadi sebuah peluang,’’ tegasnya. (wen/jif/ang)
Editor : Anggi Fridianto