Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Intip Profil Plt Kacabdindik Jombang Pinky Hidayati: Aktivis Organisasi, Berjuang untuk Pendidikan dan Agama

Wenny Rosalina • Minggu, 15 Juni 2025 | 16:25 WIB
Plt Kacabdindik Jombang, Pinky Hidayati SPsi MPsi
Plt Kacabdindik Jombang, Pinky Hidayati SPsi MPsi

Radarjombag.id - Ilmu harus diiringi dengan organisasi. Begitu menurut Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jombang, Pinky Hidayati SPsi MPsi.

Sejak dulu, Pinky dididik menjadi pejuang, utamanya dalam hal pendidikan dan agama.

’’Setinggi apapun ilmu, pasti kita akan kembali ke masyarakat. Di organisasi kita belajar bermasyarakat,’’ jelasnya.

Pinky lahir dan besar di Jakarta. Ia mulai pendidikannya di SDN Kemayoran 14 Jakarta. Kemudian melanjutkan ke SMPN 227 Jakarta dan ke SMAN 1 Jakarta.

Setelahnya, ia melanjutkan ke Universitas Padjajaran jurusan Psikologi. Lalu S2 di Unair Surabaya jurusan Psikologi Klinis Anak.

Dalam tubuh Pinky, mengalir darah salah satu tokoh agama asal Jombang. Pinky merupakan putra pasangan  H Munir Siradj dan Hj Lili Zakiah Mahfudz dari Pondok Pesantren Salafiyyah Seblak, Diwek.

Masa mudanya ia habiskan untuk berorganisasi. Dia memilih organisasi yang mencerminkan komitmen terhadap pendidikan, pemberdayaan perempuan, kebencanaan, dan olahraga.

Pinky pernah menjadi wakil ketua PP IPPNU 2003-2006. ’’Ini yang menjadi fondasi keterlibatan saya dalam dunia pendidikan dan perempuan muda,’’ jelasnya.

Peran ini berlanjut dalam badan otonom Nahdhatul Ulama (NU) khususnya di Fatayat NU, Muslimat NU Jatim, dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU terutama dalam penguatan komunikasi publik dan penanggulangan bencana.

’’Di ranah pengembangan masyarakat dan pesantren, saya memimpin CePDeS (Center for Pesantren and Democracy Studies) 2011–2015,’’ terangnya.

Bahkan, tidak hanya bergerak di organisasi keagamaan, Pinky juga terlibat di kepengurusan olahraga. Dia pengurus pusat PSSI. Juga sebagai anggota komite sepak bola wanita dan manajer tim.

’’Pada 2016, saya menjadi bagian dari FIFA Ad Hoc Committee yang bertugas secara resmi menangani isu-isu dan masalah persepakbolaan Indonesia yang membutuhkan reformasi,’’ jelasnya.

Dia vakum dari PP IPPNU setelah menikah dengan RKH Imron Abd Fattah dan diboyong ke Bangkalan. Di sana ia kemudian diangkat menjadi PNS dan ditempatkan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bangkalan.

Kemudian menjadi kepala seksi pencegahan bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim. Selama di BPBD, ia meraih prestasi menjadi juara lomba ilmu kebencanaan nasional 2017 di Sorong Papua.

Ia kemudian ke Dinas Sosial, menjadi kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Pamekasan. Lalu kepala UPT Rehabilitasi Anak di Surabaya. Setelah itu menjadi kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan.

Keterlibatannya di organisasi juga terus berjalan. Ia aktif sebagai pengurus Fatayat NU Jatim, dan sekarang menjabat sebagai pengurus Muslimat NU Kabupaten Bangkalan Bidang Pendidikan.

Organisasi merupakan caranya belajar untuk terjun ke masyarakat. Di NU, selain karena bagian dari zurriyah, juga melestarikan nilai yang terkandung di Aswaja.

’’Kalau kita gak aktif di kegiatan NU, siapa yang akan melestarikan nilai yang terkandung di Aswaja,’’ ungkapnya. Ia ingin menjadi salah satu generasi penggerak, sebab jika generasi tidak bergerak, maka nilai Aswaja semakin tidak dikenal.

Ketertarikannya pada organisasi juga ia tularkan ke anak-anaknya. Putra pertamanya dr Farhat Surya Ningrat SpKK merupakan Direktur RSUD Bangkalan. Juga aktif sebagai pengurus PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Anak keduanya, Abdil Halimis Stani ST MSc, merupakan Manager Lingkungan Pertamina-Medco E&P Simenggaris. Juga aktif di organisasi lingkungan sebagai pecinta lingkungan.

Putra ketiga, Muhammad Zaid, yang kini masih mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair Surabaya. Juga aktif sebagai pengurus BEM FK Unair Surabaya.

’’Ilmu jika tanpa diiringi organisasi nanti jadi kaku, anak-anak saya dorong untuk berorganisasi,’’ ungkapnya. (wen/jif/ang)

 

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Cabdindik #Jombang #Jatim #profil