Radarjombang.id - Pendidikan, karier, dan prestasi sangat penting bagi seorang perempuan. Terlebih bagi Siti Muslihatul Mukaromah SHum MA, guru muda berprestasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jombang.
Setelah menjalankan peran sebagai istri dan seorang ibu, Rahma dituntut bisa membagi waktu antara tugas di madrasah dan rumah tangga.
Sebab, ia saat itu sudah berstatus sebagai ASN, sehingga tanggung jawabnya pada negara untuk mendidik anak-anak MAN 7 Jombang harus tetap berjalan dengan baik.
”Jadi kesepakatan bersama antara suami dan istri, kami saling mendukung, alhamdulillah tetap bisa mengajar dan membimbing lomba siswa-siswi baik nasional maupun internasional,” ungkapnya. Sang suami bahkan dapat dijadikan tempat untuk sharing ilmu dan pengalaman.
Ibu dari Airlangga Mahendra Raharjo ini juga begitu memperhatikan pendidikan anaknya. Pendidikan agama yang paling diutamakan.
Menanamkan fondasi keagamaan sekuat mungkin, seperti salat lima waktu, salat Tahajud dan berdoa.
Tidak hanya omon-omon, itu juga ia lakukan sejak masih muda, dengan Tahajud membaca surat Al Waqi’ah menjadi salah satu jurus mujarab dan diyakini dapat mempermudah karier dan pendidikan yang ia jalani.
”Tanpa karakter islam yang kuat anak anak cenderung mudah terbawa lingkungan. Salat lima waktu, Tahajud dan berdoa adalah kunci utama agar tetap semangat dari gelombang cobaan hidup, naik turun kehidupan kita pasrahkan kepada Allah,” tandas wanita yang suka diskusi ini.
Ditanya tokoh perempuan, Rahma mengidolakan sosok Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja pada tahun 2014-2019. Susi menurutnya dapat menunjukkan eksistensinya tanpa bergantung pada pendidikan formal. Sebab ilmu bisa didapatkan di mana saja.
”Bukan berarti sekolah tidak penting, hanya saja, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal, tapi semua orang punya kesempatan untuk belajar, tentang apa pun,” tandasnya. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto