Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sosok Nurul Hidayati, Guru SMKN Mojoagung Jombang yang Geluti Pencak Silat dan Hobi Mendaki Gunung

Wenny Rosalina • Rabu, 21 Mei 2025 | 12:00 WIB
Sosok Nurul Hidayati Guru SMKN Mojoagung Jombang
Sosok Nurul Hidayati Guru SMKN Mojoagung Jombang

Radarjombang.id – Di balik anggunnya Nurul Hidayati, S.Si mengenakan busana adat, waka kurikulum SMKN Mojoagung merupakan seorang wanita yang menyukai olahraga bela diri.

Tidak hanya itu, ia juga punya hobi mendaki gunung.

”Saya memang aktif di pencak silat waktu saya masih kuliah dulu, sekarang juga masih latihan kadang-kadang,” kata Nurul kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Nurul lahir di Jombang pada 24 Oktober 1977. Ia tumbuh besar di Lamongan.

Ia menganyam bangku sekolah dasar di SDN Dadapan Solokuro, Lamongan, kemudian melanjutkan di SMPN 1 Laren, Lamongan.

Setelah lulus SMP, ia melanjutkan di SMAN 1 Paciran, Lamongan dan melanjutkan pendidikan sarjana di UNS Surakarta Fakultas MIPA jurusan Matematika murni.

 Setelah lulus dari UNS Surakarta, ia kemudian mengambil Akta IV di Universitas Veteran Sukoharjo selama satu tahun.

Pada 2005 ia ikut seleksi CPNS dan dinyatakan lolos. Ia ditempatkan tugas di SMKN Mojoagung sejak 2006 sampai sekarang.

”Kebetulan suami teman kuliah, daftar di Jombang saja, saat itu diterima bersamaan beliau di Satpol PP Jombang. Sekarang di PBJ Setdakab Jombang,” jelasnya.

Ketertarikannya pada olahraga bela diri terinspirasi sosok Brama Kumbara. Sayangnya, saat itu ia tak punya cukup keberanian untuk meminta izin kepada kedua orang tuanya belajar pencak silat.

Baru setelah kuliah semester 3, ia memiliki kebebasan untuk memilih kegiatannya sendiri. Ia memilih belajar pencak silat di perguruan Merpati Putih.

Di sana ia bertemu sang suami, Andriyanto Nugroho, S.H. Masa muda Nurul begitu menyenangkan. Selain olahraga bela diri, tapi juga hobi mendaki gunung.

”Banyak teman-teman saya jadi pendaki, jadi saya ikut suka,” jelasnya. 

Nurul muda suka ikut kejuaraan pencak silat antaruniversitas. Ia juga pernah masuk tim TC kampus. Ia menguasai semuanya, baik seni maupun tarung.

Sememtara kegiatannya akhir pekan biasanya diisi dengan mendaki Gunung Lawu atau Gunung Merbabu. ”Karena kuliahnya di Solo, jadi yang didaki ya Gunung Lawu sama Gunung Merbabu saja,” jelasnya. 

Aktivitasnya pada pencak silat mulai vakum sejak menikah, apalagi sejak punya anak. Hanya latihan tipis-tipis, untuk atur napas, dan gerakan-gerakan silat berdua dengan suaminya di rumah.

Hobinya terhadap olahraga beladiri seolah menitis pada kedua anaknya, Syifaul Qolbi dan Ahmad Nurul Qolbi. Hanyab saja keduanya menekuni olahraga karate. Keduanya aktif latihan karate, bahkan sejumlah prestasi telah diraih. ”Kakaknya sabuk cokelat, adiknya sabuk hijau,” ungkapnya.

Nurul pernah vakum sepenuhnya dari olahraga, karena sibuk dengan merawat anak-anak dan dengan aktivitasnya sebagai pendidik.

Menurutnya, itu sudah cukup membuat badannya tak bugar. ”Saya jadi sering sakit, akhirnya saya berpikir, wah nggak bisa begini terus, harus aktif lagi,” ungkapnya. 

Akhirnya, ia memutuskan aktif olahraga lagi sekarang. Selasa, Rabu, dan Jumat angkat beban 1-2 kilogram minimal 30 menit, Sabtu dan Minggu jalan kaki kadang juga mendaki bersama keluarga.

Sementara, Senin dan Kamis tidak ada aktivitas olahraga karena dipakai untuk  puasa.

”Kadang ya mendaki sama keluarga, jarang lengkap sekarang kadang sama yang cewek saja, kadang sama yang cowok saja, kadang berdua saja dengan suami.

Kebetulan anak-anak sekarang juga suka mendaki,” kata ibu dua anak ini.

Setelah ia rutin kembali berolahraga, ia merasa badannya jauh lebih sehat dan bugar sekarang. ”Sekarang lebih bugar lebih fresh, nggak gampang sakit seperti sebelumnya,” ungkapnya. (wen/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Nurul Hidayati #Guru #pencak silat #Jombang #mendaki gunung #Waka Kurikulum #SMKN Mojoagung