Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Saadatul Athiyah, Kepala Madrasah di Jombang yang Mengutamakan Kedisipinan dalam Memimpin

Wenny Rosalina • Rabu, 26 Februari 2025 | 14:47 WIB
Dr Hj Saadatul Athiyah, MPd, kepala MAN 1 Jombang
Dr Hj Saadatul Athiyah, MPd, kepala MAN 1 Jombang

RadarJombang.id - Pernah memimpin di hampir semua jenjang pendidikan, Dr Hj Saadatul Athiyah, MPd, kepala MAN 1 Jombang selalu mengutamakan kedisiplinan, dan diskusi dalam segala hal.

Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk berubah menjadi lebih baik.

Wasyawirhum fil amr. Saya sangat menjunjung tinggi akan hal tersebut, selalu mengedepankan musyawarah, dalam memutuskan semua hal,” kata Ning Atik, sapaan akrabnya.

Juni 2024 mulai memimpin MAN 1 Jombang. Yang pertama ia lakukan adalah menata fisik dan kebersihan madrasah.

Serta menambah beberapa pembiasaan positif kepada siswa.

”Tentu kebersihan yang saya perhatikan dari sisi fisik, agar semakin elok dan nyaman,” kata Atik.

Salah satu yang dilakukan adalah meminimalisir sampah. Tidak ada makanan yang dijual dengan menggunakan bungkus plastik dalam madrasah.

Sehingga MAN 1 Jombang turut berperan aktif dalam menekan angka sampah plastik di Jombang.

Ia juga menerapkan pembiasaan pagi, yaitu baca salawat nabi, termasuk salawat burdah.

Diharapkan salawat dapat melembutkan hati siswa, guru bertugas untuk mengarahkan dan ikhtiar lahir, sedangkan ikhtiar batin, ia libatkan siswa.

”Berharap Allah yang menggerakkan  langsung hati anak-anak untuk berubah menjadi baik”, jelasnya.

Baca Juga: Diah Handayani, Wanita Jombang yang Menjadi Guru karena 'Terpaksa' Namun Kini Enjoy Dengan Profesinya

Selain dilanjutkan membaca empat surat penting dalam alquran, yaitu Yasin, Al Waqiah, Arrahman, Al Mulk secara bergantian setiap minggu.

”Misalnya minggu ini Yasin satu minggu, waqi'ah satu minggu dst.

Awal tahun 2025 ekskul robotic mengirim 3 siswa MAN 1 Jombang mengikuti kompetisi di Jeddah.

”Alhamdulillah  tiga siswa yang kami kirim memperoleh  juara 1,” jelasnya.

MAN 1 Jombang di bawah kepemimpinan Atik juga melounching kelas digital. Seluruh pembelajaran menggunakan aplikasi digital.

Orang tua bisa melihat nilai siswa, absensi dll dari aplikasi.

Dalam memimpin, Atik  menerapkan open management. Seperti kewirausahaan, cafe, kantin n kopsis dilaporkan ke Unit Usaha Madrasah (U2M) dengan  melibatkan akuntan sehingga lebih akuntabel dalam hal keuangan madrasah.

”Dalam banyak hal harus transparan terutama tentang keuangan,” jelasnya.

Sebelum diangkat sebagai kepala madrasah, Atik merupakan seorang guru. Tahun 1995-1997, ia  mengikuti  suaminya tinggal di Syiria dan mengajar di Sekolah Indonesia Damaskus.

1997 pulang ke Jombang, Atik kemudian mengajar di MAN Tambakberas yang sekarang jadi MAN 3 Jombang.

Setahun kemudian ia diterima sebagai CPNS, dan SK pertamanya di MTsN Sumobito (sekarang MTsN 12 Jombang), terhitung sejak 1999-2007.

Ia kemudian dipindahkan ke MTsN 3 Jombang. Di sana ia menemukan kenyamanan mengajar, jarak rumahnya yang berada di PP Assaidiyah 1 Tambakberas Jombang dengan madrasah sangat dekat.

Baca Juga: Setyaning Rahayu, Beautician asal Jombang yang Merambah Dunia Pengacara

Sayangnya, ketika sudah merasa nyaman karena jarak ke madrasah cukup berjalan kaki, tahun 2009 ia diangkat menjadi kepala MIN 3 Jombang yang berada di Pucangsimo Bandarkedungmulyo.

Pagi-pagi sekali ia harus siap berangkat ke madrasah. Sebab, Atik dalam kepemimpinan pertamanya membentuk karakter siswa dan seluruh pendidik MIN 3 Jombang menjadi lebih disiplin.

”Saya berangkat jam setengah enam, karena jaraknya  lumayan jauh dari rumah” katanya.

Ia kemudian fokus pada pembangunan fisik madrasah. Beruntungnya, selama kepemimpinan Atik, MIN 3 Jombang dapat bantuan dari Kemenag untuk rehab sembilan  ruang kelas. Sehingga kondisi fisik madrasah menjadi lebih baik.

Baginya, fisik madrasah sangat penting untuk diperhatikan. ”Sebab saya yakin, pertama kali wali murid   menyekolahkan putra putrinya  adalah yang tampak oleh mata,” katanya.

Di MIN 3 Jombang ia juga berhasil membangun musolla besar untuk kegiatan ibadah siswa di madrasah.

Serta membawa MIN 3 Jombang menjadi madrasah adiwiyata Kabupaten, Provinsi, Nasional, hingga Mandiri.

Tahun 2015 ia dipindahkan ke MTsN 16 Jombang. Di sana ia kembali dihadapkan dengan madrasah yang secara fisik kurang bersih  dan rapi terutama berkaitan dengan sampah.

Dalam waktu satu tahun, fisik madrasah sampai karakter siswa berubah   lebih baik.

Kebersihan, kedisiplinan betul-betul diperhatikan. Hingga kini MTsN 16 Jombang terkenal dengan pengelolaan sampah yang baik.

Siswa sudah menerapkan Reduce, Reuse, Recycle (3R), dan membuat pakaian daur ulang sendiri.

Di sana, Atik juga membangun masjid dua lantai. ”Tapi saat saya pindah masjidnya baru jadi satu lantai, lingkungannya sudah bersih tertata dan asri, di belakang yang tadinya sempat bingung mau dibuat apa, alhamdulillah dapat bantuan SBSN untuk asrama siswa,” jelasnya.

Baca Juga: Miming Suryoningsih, Guru BK SMAN Kabuh yang Dekat dan Jadi Sahabat Siswa

Akhir 2022, ia kembali dipindahkan menjadi kepala MAN 7 Jombang. Di sana, ia kembali menata, MAN 7 Jombang untuk lebih bersih dan lebih disiplin.”Tapi tentu itu butuh waktu,” jelasnya.

Di sana ia juga membangun islamic center, yang digunakan untuk seluruh kegiatan keagamaan siswa.

”Karena di dekat madrasah ada masjid, jadi kami beri nama islamic center Darus Su'da' ” jelasnya.

Pernah memimpin hampir di semua jenjang pendidikan. Ada tantangan tersendiri menurutnya di setiap madrasah.

Jika siswa MI, lebih mudah diarahkan, siswa MTs dan MA, lebih heterogen lagi.

”Apalagi dari desa ke kota, perbedaannya sangat besar, tapi saya menikmati itu, agar lebih ringan dan happy dalam menjalankan amanah,” jelasnya. (wen/riz)

Editor : Achmad RW
#MAN 1 Jombang #kedisiplinan #kepala #madrasah #MTsN 16 Jombang