RadarJombang.id – Adine Nabila Ekidya, adalah salah satu siswa SMAN 2 Jombang baru saja menorehkan prestasi membanggakan.
Ia, meraih medali perunggu pada eksibisi PON XXI Aceh Sumut 2024 di cabor pickleball.
”Alhamdulillah, ini prestasi pertama saya di tingkat nasional, tentu saja ini sangat berkesan bagi saya,” kata putri kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Hery Widyanto dan Eka Yuni Rahwita.
Remaja kelahiran 12 Oktober 2008 ini mulai mengenal cabang olahraga pickleball pada saat duduk di bangku SMPN 3 Peterongan.
Oleh seorang guru, ia diajak bermain pickleball, salah satu olahraga yang awalnya belum dikenalnya.
Namun, tak lama setelah mengenal pickleball, Adine meraih prestasi di O2SN tingkat kabupaten sebagai juara 2 tunggal dan ganda putri, serta juara 1 ganda campuran.
”Saat itu saya baru kelas 7, dan baru dikenalkan pickleball oleh guru saya,” kata alumnus SDIT Al Ummah Jombang tersebut.
Karena baru mengenal dan langsung juara, Adine mulai menyukai pickleball, dan aktif untuk ikut kejuaraan yang diadakan.
Pada kelas 8, ia menjadi juara 2 kategori tunggal, juara 3 kategori ganda putri dan juara 2 kategori ganda campuran pada event pickleball cup.
Karena tinggal di asrama, Adine hanya latihan pickleball menjelang ada event saja di sekolah.
”Karena saya tinggal di pondok, jadi tidak leluasa untuk latihan di luar,” katanya.
Baca Juga: Keren! Atlet Sepak Takraw Jombang Ini Raih Medali Emas PON XXI Aceh Sumut 2024
Ia sempat vakum untuk mempersiapkan diri untuk masuk SMA. Ia lolos SMAN 2 Jombang melalui jalur prestasi, kini ia duduk bangku di kelas X-1.
Baru masuk SMAN 2 Jombang, Adine yang mendengar ada seleksi PON, ia bergegas untuk ikut.
Adine dinyatakan lolos dan mewakili Jawa Timur untuk ikut eksibisi PON cabor pickleball.
”Tidak menyangka saya bisa mewakili Jawa Timur untuk ikut PON, padahal saya baru kenal pickleball ketika SMP,” katanya.
Setelah dinyatakan lolos mewakli Jawa Timur, Adine kemudian mejalani pembinaan bersama klub Spijijo.
Latihan dilakukan di klub, juga latihan secara mandiri. Menjelang PON, ia baru mengikuti training center (TC) yang dilakukan di tiga kota.
TC yang pertama dan yang kedua dilakukan di Mojosari, TC ketiga di Bojonegoro, dan TC keempat di Sidoarjo.
”TC hanya hari Sabtu dan Minggu, kecuali TC terakhir, mulai Jumat, Sabtu, dan Minggu,” katanya.
Ia juga digembleng fisik oleh pelatih, dengan lari dan latihan kelincahan. Dari sisi makanan, ia tidak banyak aturan yang harus dilakukan.
”Kalau makanan tidak ada aturan khusus, apa yang dimasak oleh ibu ya itu yang saya makan, asal tidak berlebihan saja,” jelasnya.
Ia berangkat ke eksibisi PON di aceh pada 7 September 2024, pertandingan berlangsung mulai 10-13 September di Univesitas Negeri Medan.
Di eksibisi PON, ia turun di dua nomor. Yang pertama ganda putri, sayangnya ia kalah ketika melawan Jawa Barat dengan skor akhir 1-15, kalah lagi saat lawan Kalimantan dengan skor 4-15.
Baca Juga: Axelia Vaneeta Widyaswati, Karateka Cilik Asal Jombang yang Punya Koleksi 48 Medali Kejuaraan
Yang kedua, Adine turun di nomor beregu. Ia menang ketika menghadapi lawan dari DKI Jakarta dengan skor 15-7.
Di nomor sama, ketika ia bermain tunggal, ia kalah, sehingga timnya mendapatkan medali perunggu.
Ia berharap, pada pelaksanaan eksibisi PON di tahun-tahun berikutnya, ia dapat mengikutinya lagi. Dan menorehkan prestasi yang lebih tinggi dari tahun ini.
”Ke depan ingin ikut event yang lebih besar lagi, utamanya di PON tahun-tahun berikutnya,” jelasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW