Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ulfah Khannatul Izzah, Dokter Wanita yang Semangat Membaktikan Diri kepada Masyarakat

Wenny Rosalina • Rabu, 11 September 2024 | 13:48 WIB
dr Ulfah Khannatul Izzah MKP, ASN di Dinas Kesehatan Jombang
dr Ulfah Khannatul Izzah MKP, ASN di Dinas Kesehatan Jombang

RadarJombang.id – Dokter Ulfah Khannatul Izzah MKP merupakan perempuan yang memiliki semangat pengabdian tinggi di dunia kesehatan.

Selain aktif sebagai ASN di Dinas Kesehatan Jombang, di rumah ia juga membuka praktik mandiri.

Itu ia lakukan sebagai aktualisasi serta membaktikan diri sebagai insan kesehatan.

”Meski saya sudah jadi ASN, saya tetap buka praktik pelayanan  kesehatan, untuk melaksanakan profesi saya sebagai seorang dokter,” kata Ulfah.

Ulfah lahir di Malang pada 21 Februari 1973. Ia memulai pendidikannya di SDN Kauman 2 Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMPN 3 Malang, dan SMAN 3 Malang.

Setelahnya ia melanjutkan studi di Universitas Brawijaya pada Fakultas Kedokteran Umum, lulus tahun 1998.

”Alhamdulilah lolos jalur PMDK kala itu,” imbuhnya.

Ia kemudian mendapatkan tugas sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di Puskesmas Wonoasri Probolinggo mulai 2000-2001.

Selanjutnya, ia mengajukan pindah tugas sebagai PTT di Puskesmas Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang mulai 2001-2002.

”Karena saat itu saya sudah menikah, suami orang Jombang, jadi mengakhiri LDR dengan pindah ke Jombang,” katanya.

Beberapa bulan bertugas di Puskesmas Blimbing, ia kemudian pindah sebagai PTT di Puskesmas Cukir.

”Saya jadi PTT hanya tiga tahun, kemudian saya bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang,” jelasnya.

Saat itu, Ulfah mengaku sudah nyaman bertugas di rumah sakit, hingga tak ingin mendaftar sebagai ASN.

Hanya saja, orang tuanya meminta Ulfah untuk mendaftar. Patuh orang tua, Ulfah mendaftar dan diterima pada tahun 2006 di Puskesmas Cukir.

Sampai 2010, ia kemudian dipindahkan tugas ke RSUD Jombang hingga 2021.

”Sekarang bertugas di Dinas Kesehatan Jombang sebagai Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan,” imbuhnya.

Unfah tinggal di Dusun Parimono, Desa Plandi. Ia sudah terbiasa dengan aktivitas padat.

Pagi sebelum berdinas, ia lebih dulu buka praktik di rumah, setelah pulang dinas juga kembali membuka praktik.

Dua profesi itu ia jalani dengan seimbang. Ketika sebagai dokter, ia totalitas melayani masyarakat yang berobat, ketika menjadi ASN ia juga totalitas mengabdi pada negara.

Menurutnya, hal itu tidak mudah dilakukan. Beruntungnya Ulfah, ia didukung penuh oleh suaminya dr Agoeng Soeprijadi, SpB, dan juga ketiga anaknya.

”Keluarga mendukung penuh, suami saya juga mendorong istrinya untuk tetap berkarya, itu adalah sebuah kebesaran hati keluarga untuk mempersilakan saya mengekepresikan kemampuan saya,” ungkap ibu tiga anak ini.

Menurutnya, buka praktik, dan menjalani profesi sebagai dokter merupakan bentuk aktualisasi diri.

Profesi dokter dipilihnya, karena ia ingin mengabdikan dirinya kepada masyarakat.

Baca Juga: Wahyuning Drajat Setiyati, Sosok Guru dan Pebisnis yang Suka Belajar dan Pantang Menyerah

”Tidak hanya berorientasi pada meteri tapi juga untuk membantu banyak orang,” ungkapnya.

Ulfah terus meningkatkan pengetahuan di bidang kesehatan.

Sebagai dokter, ia dituntut untuk mengumpulkan 250 SKP (Satuan kredit profesi), agar bisa memperpanjang surat izin praktik.

Dengan cara pelayanan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan pengetahuan.

Pengembangan pengetahuan kini difasilitasi Kementerian Kesehatan melalui kegiatan Pelataran Sehat.

Banyak modul yang bisa dipilih. Tidak hanya kegiatan yang dilakukan secara offline seperti seminar tatap muka, juga kegiatan yang bisa diikuti secara daring.

”Satu kegiatan bernilai 2-3 SKP, nah itu dikumpulkan dalam waktu lima tahun terkumpul 250 SKP untuk perpanjang surat izin praktik. Alhamdulillah banyak kegiatan yang bisa diikuti daring jadi lebih fleksibel,” jelasnya.

Cara lain untuk upgrade keilmuannya yaitu melalui profesinya sebagai ASN, ia yang menjadi surveyor akreditasi puskesmas belajar melalui kegiatan akreditasi.

”Selain knowledge juga untuk implementasi ilmu yang saya miliki,” jelasnya.  (wen/naz/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#masyarakat #wanita #dokter #Perempuan #KEsehatan