Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Mamik Rosita, Sosok Wanita yang Mengabdikan Diri untuk Keberhasilan Pendidikan Islam

Wenny Rosalina • Rabu, 7 Agustus 2024 | 13:50 WIB
Dr Mamik Rosita MPdI, ketua Pokjawas PAI Kabupaten Jombang
Dr Mamik Rosita MPdI, ketua Pokjawas PAI Kabupaten Jombang

RadarJombang.id – Dr Mamik Rosita MPdI berkomitmen untuk mengabdikan diri sepenuhnya pada dunia pendidikan.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya untuk mendorong keberhasilan pendidikan, utamanya pendidikan Islam di Kabupaten Jombang.

”Guru adalah kunci keberhasilan pendidikan, sedangkan pengawas adalah pendamping guru, utamanya pendamping pendidikan Islam di Indonesia,” kata ketua Pokjawas PAI Kabupaten Jombang ini.

Warga Dusun Bahudan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben Jombang ini, semasa kecil tinggal di Kecamatan Ploso.

Ia menamatkan sekolah dasar di SDN Kebonagung Ploso, kemudian melanjutkan di MTs Nidzamiyah Ploso, lalu di SPPT (Sekolah Persiapan Perguruan Tinggi) MAIBU Madrasah Al I'dadiyah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S1 PAI  di Ikaha atau yang sekarang jadi Unhasy (2001), S2 PAI Unhasy (2008), S3 UIN Satu Tulungagung (2021).

Mamik sempat menjadi guru honorer di MTs Darul Falah Cukir dan SMPN Ngusikan.

Setelah diangkat menjadi PNS, Mamik juga masih bertugas di SMPN Ngusikan.

Kemudian Mamik dipindahtugaskan ke MAN 7 Jombang mulai 2017.

”Karena saya adalah ASN Kemenag, jadi saya ditugaskan di MAN, lalu saya jadi pengawas tahun 2018 sampai sekarang,” kata Mamik.

Ia menjadi pengawas untuk guru PAI SMP, SMA, SMK, dan SLB di Jombang.

Pengawas mapel PAI memang dilakukan oleh Kemenag. Selain aktif menjadi pengawas, Mamik juga aktif di organisasi pengawas.

Di Jombang, ia jadi ketua Pokjawas PAI Kabupaten Jombang, juga sebagai Sekretaris Pokjawas Provinsi Jawa Timur, tim IT dan Humas Pokjawas PAI Nasional juga sebagai Sekretaris Pokjawas Pendidikan Agama (semua agama) Nasional.

Mamik aktif di berbagai organisasi lainya. Ia pernah menjadi sekretaris hingga ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Jombang.

Ia, juga pernah menjabat bendahara MGMP PAI Provinsi Jawa Timur, Bendahara AGPAII Jombang.

Termasuk bidang peningkatan SDM Pergunu Jombang, Dewan Pakar Pergunu Jombang, Sekretaris LP Maarif PCNU Kabupaten Jombang dan divisi peningkatan kompetensi guru Pergunu wilayah.

Sejumlah prestasi juga pernah diraihnya. Mamik merupakan dosen STIT UW sejak 2007.

Ia juga merupakan instruktur kurikulum tahun 2006, instruktur nasional K13, instruktur provinsi K13, asesor BAN SM, pelatih Daerah PKB PAI, peserta short course Australia 2015.

Mamik, juga tercatat sebagai guru berprestasi dalam PTK Nasional Kemenag RI tahun 2009, Guru SMP berprestasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang 2009 dan 2011.

Ia, juga guru PAI berprestasi Nasional Kemenag RI tahun 2012, dan guru berprestasi SMP dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun 2012.

Bahkan, ia meraih Juara 1 pengawas PAI berprestasi Provinsi Jawa Timur tahun 2023.

Berkecimpung di organisasi menurutnya adalah bagian dari caranya sebagai pendidik untuk menanam kebaikan serta mengamanlkan ilmu.

”Ilmu harus disebarkan melalui wadahnya, melalui pekerjaan, organisasi, atau menyebarkan ilmu langsung kepada orang lain,” katanya.

Sebab, baginya menebar ilmu bagaikan menanam yang pasti akan ada saatnya untuk memaneh.

Baca Juga: Halimatussa'diyah, Cara Jitu Salurkan Ide Adalah Melalui Tulisan

Tidak diniatkan untuk memetik sendiri dari buah dari yang ia tanam sekarang.

Tapi berharap tanaman itu akan dipanen orang-orang yang ia sayangi, seperti anak-anak, keluarga, atau orang lain yang ada di sekitarnya.

”Jangan pernah terfikir untuk memanen sendiri, yang panen anak cucu kita, dan kita menanam ilmu seperti menanam pohon kelapa, semua bagian tanamannya memiliki manfaat masing-masing,” jelasnya.

Mamik juga totalitas dalam bekerja sesuai bidangnya. Saat ini sebagai pengawas, ia juga memastikan, menjadi pengawas yang bekerja secara profesional.

Selalu mengerti dan mengikuti perkembangan pendidikan di Indonesia.

Seperti Kurikulum Merdeka juga moderasi beragama dalam pendidikan di lingkup Kemenag Jombang.

Mamik juga membuat program-program positif untuk meningkatkan kompetensi kepengawasan.

”Kami membuat program untuk meningkatkan kompetensi kepengawasan. Kalau ada kesempatan kita berkumpul, kita dampingi guru, kita lengkapi, kita berbagi dengan teman-teman pengawas yang lain agar bisa mendampingi guru secara profesional,” jelasnya. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#pai #wanita #islam #Jombang #pendidikan