Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Wahyuning Drajat Setiyati Bagikan Tips untuk Tampil Fashionable dan Pandai Membawa Diri

Wenny Rosalina • Rabu, 3 Juli 2024 | 14:51 WIB
Wahyuning Drajat Setiyati, guru yang juga tetap menjaga tampilan tetap fashionable
Wahyuning Drajat Setiyati, guru yang juga tetap menjaga tampilan tetap fashionable

RadarJombang.id - Ajining rogo soko busono, ajining diri soko lathi, tulah salah satu prinsip hidup Wahyuning Drajat Setiyati.

Ia selalu berupaya untuk memantaskan diri dalam setiap situasi, melalui tata busana, tata perilaku, dan tata bicaranya.

”Pepatah Jawa itu yang selalu saya pegang teguh. Karena apa yang kita pakai mencerminkan diri kita,” ungkapnya.

Atiek memang terkenal dengan gaya busananya yang modern, fashionable.

Atik pandai memadu-padankan pakaian yang dimilikinya.

Ciri khasnya adalah mode jilbab pashmina. Tampak simpel tapi tetap pantas dan elegan.

Pilihan pakaian dari atas sampai ke bawah juga selalu matching, dari pemilihan warna, model dan aksesori tambahan yang dipakai.

Selain karena menyukai berbagai model fashion terkini, Atiek juga berprinsip jika dirinya merupakan role model di sekolah.

Sedangkan ketika ia berada di dalam kelas ia merupakan role model bagi siswa.

Baik dari sikapnya, tata bicaranya, hingga gaya berpakaiannya.

Meski begitu, Atiek selalu menyesuaikan pakaian yang dikenakan dengan kegiatan yang ia ikuti.

”Kalau harus olahraga ya pakai kaos, tepi tetap yang fashionable,” jelasnya.

Menurutnya, ajining diri soko lathi, atau komunikasi merupakan seni. Ia harus pandai memilah berhadapan dengan siapa.

Atiek juga selalu menghargai orang lain, menghargai ide orang lain.

Komunikasi yang baik juga merupakan salah satu upaya untuk menjalin jaringan dengan orang lain. Jaringan yang luas membuat Atiek kaya ilmu baru.

Tidak hanya dengan orang lain, juga kepada anak-anaknya.

Waktunya yang banyak dihabiskan di luar sebagai guru membuatnya harus membangun komunikasi intens dengan ketiga anaknya.

”Apalagi yang jauh-jauh, satunya di Kuala Lumpur, satunya kuliah di Malang, satunya masih SMP, jadi setiap hari video call,” katanya.

Dengan begitu, ia masih tetap bisa memberikan kasih sayang, memberikan perhatian meskipun dengan jarak yang jauh.

”Komunikasi adalah hal yang sangat penting. Setiap hari, tidak pernah terlewat sekalipun saya video call anak-anak,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW