Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Wahyuning Drajat Setiyati, Sosok Guru dan Pebisnis yang Suka Belajar dan Pantang Menyerah

Wenny Rosalina • Rabu, 3 Juli 2024 | 14:51 WIB
Wahyuning Drajat Setiyati, Waka Sarana Prasarana SMKN 1 Jombang
Wahyuning Drajat Setiyati, Waka Sarana Prasarana SMKN 1 Jombang

RadarJombang.id - Wahyuning Drajat Setiyati SPd selalu tertantang untuk belajar hal-hal baru. Tentunya hal yang positif.

Waka Sarana Prasarana SMKN 1 Jombang ini terbiasa hidup disiplin dan mandiri.

”Sampai saat ini saya terus upgrade diri dengan berbagai kegiatan. Menjalin komunikasi dengan sesama kawan, itu merupakan bagian dari upgrade ilmu,” ungkapnya.

Atiek sapaan akrabnya, lahir di Dusun Gambang, Desa Plumbongambang, Kecamatan Gudo Jombang.

Ia mengenyam pendidikan berturut-turut SDN Gambang 2 Kecamatan Gudo, melanjutkan di SMPN 1 Jombang, lulus tahun 1985.

Lulus dari SMP tantangan baru mulai didapatkan Atiek. Ia yang saat itu ingin sekali sekolah di SMA, namun ditentang oleh kedua orang tuanya.

Saat itu, aturan memang memperbolehkan siswa sekolah di SMA dan SMK bersamaan.

"Saya diterima di SMAN Ploso dan SMKN 1 Jombang yang saat itu namanya SMEA Negeri Jombang, tapi saya bohong kepada orang tua saya saya bilang kalau saya tidak diterima di SMEA,” jelasnya.

Orang tuanya yang tak mudah percaya begitu saja, mengecek langsung ke sekolah.

”Akhirnya saya ketahuan, dan orang tua kemudian memaksa saya untuk sekolah di SMEA,” jelasnya.

Dua bulan sekolah, Atiek langsung dihafal guru. Ia sering diminta untuk menulis di papan tulis.

Mau tidak mau ia membaca lebih sering karena harus menyalin kembali di buku tulisnya.

Ketekunannya berbuah manis, sejak duduk di kelas 1-3 saat itu, ia konsisten memegang predikat bintang kelas.

Setelah lulusa dari jenjang SMA, Atiek kemudian kuliah di IKIP Surabaya (sekarang Unesa) jurusan Pendidikan Ekonomi lulus tahun 1993.

Ia kemudian mencoba peruntungan mendaftar PNS, namun masih gagal.

Ia sempat bekerja di lembaga keuangan swasta empat tahun, kemudian mencoba lagi daftar PNS, danlolos.

”Waktu itu ditugaskan sebagai guru ekonomi di SMPN 2 Paciran, Lamongan,” bebernya.

Empat tahun di Paciran, ia kemudian mengajukan mutasi ke SMKN 1 Jombang.

”Kebetulan saat itu satu guru ekonomi pensiun,” jelasnya.  

Selama mengajar, Atiek juga aktif mengikuti kursus bahasa Inggris.

Saat itu tujuannya hanya untuk memperlancar bisnis manik-maniknya. Ia ingin memperluas penjualan hingga ke luar negeri.

”Alhamdulillah goal juga, karena saya punya modal conversation yang saya pelajari,” jelasnya.

Keberuntungan memang berpihak padanya, tahun 2008, SMKN 1 Jombang mulai merintis jurusan perhotelan.

Guru yang memiliki bekal ilmu kemampuan percakapan bahasa Inggris yang ditunjuk sebagai perintisnya.

Baca Juga: Andri Suryandari, Tingkatkan Kapasitas Diri Melalui Pendidikan

Ia kemudian diberikan ilmu tambahan tentang perhotelan melalui sejumlah diklat yang dilaksanakan di Jakarta.

Dalam diklat itu, Atiek juga menjadi peserta dengan prestasi terbaik dan favorit.

Semangatnya menimba ilmu semakin membuncah, ketika ia mendapatkan kesempatan untuk bertugas ke berbagai negara, seperti Malaysia, London, hingga Australia.

Di sana, ia banyak pengalaman dan ilmu baru, bahkan pengalaman mengajar para bule dengan bahasa Inggris.

"Ternyata saya dapat apresiasi yang tinggi dari mentor, melalui cara mengajar yang saya lakukan, yaitu dengan interaksi dan diskusi aktif dalam kelas,” tambahnya.

Sampai saat ini, Atiek tetap bersemangat meningkatkan wawasannya.

Hal itu dilakukan dengan cara menjalin komunikasi dengan teman, belajar dari platform merdeka mengajar, hingga menjadi pembicara di sejumlah event.

Dalam bekerja Atiek juga guru yang totalitas dalam bekerja. Ia selalu berusaha tiba di sekolah tepat waktu.

Bahkan Atiek juga tak segan menegur sesama guru yang sering absen.

”Saya ingin rezeki saya berkah. Karena rezeki yang saya terima adalah untuk anak-anak saya, saya ingin mereka menjadi anak yang sopan dan santun, beradap, memahami orang tua, dan dilancarkan hidupnya,” jelas ibu tiga anak ini. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#belajar #pebisnis #Guru #suka #Pantang Menyerah