Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Anik Muizzah, Sosok Guru Pencinta Puisi hingga Hasilkan Empat Karya Buku

Wenny Rosalina • Rabu, 8 Mei 2024 | 15:10 WIB
Anik Muizzah, guru MTsN 4 Jombang  menunjukkan buku puisi karyanya
Anik Muizzah, guru MTsN 4 Jombang menunjukkan buku puisi karyanya

RadarJombang.id - Anik Muizzah merupakan sosok guru yang terampil dan inspiratif.

Guru IPS MTsN 4 Jombang ini sudah memiliki empat buku yang berisi antologi puisi.

Dan kini buku kelima sedang ditulis dan akan segera dipoduksi.

Puisi menjadi salah satu karya untuk mengungkapkan segala hal yang ada di sekitarnya.

”Jadi, semua puisi saya adalah kisah nyata. Hal-hal yang terjadi, saya resapi, saya simpulkan dan disusun jadi kalimat-kalimat yang indah,” kata Anik Muizzah.

Izzati begitu nama pena Anik. Menulis menjadi kegemarannya sejak sekitar tahun 2015.

Saat awal-awal HP android banyak digunakan. Setiap ia memikirkan sesuatu, ia resapi, kemudian ia simpulkan menjadi sebuah pesan hingga menjadi tulisan.

”Saya sering merenung, ingat sekali saat awal-awal HP android terkenal dulu, tiba-tiba saya menulis,” jelasnya.

Setelah menjadi puisi, ia tunjukkan karya itu ke salah satu guru Bahasa Indonesia MTsN 4 Jombang.

Setelah dinilai bagus, Anik semakin semangat untuk menulis, hingga memiliki nama pena Izzati.

”Nama pena itu juga diberikan guru Bahasa Indonesia yang mengoreksi tulisan saya,” katanya.

Kini ia sudah memiliki empat judul buku antologi puisi karyanya. Yaitu Suara Hati Izzati, Bait-bait Izzati, Sebuah Renungan Izzati, dan Sebuah Selaksa Kasih Izzati.

Ia berencana untuk menerbitkan buku kelimanya tahun ini. ”Kurang 13 karya lagi, semangat kejar target ini, semoga selesai dalam waktu dekat,” jelasnya.

Ia menargetkan satu buku berisi minimal 50 puisi. Isinya tentang apa yang ia lihat di sekitarnya, kejadian yang terjadi saat itu.

”Seperti anaknya bapak Ridwan Kamil dulu, obrolan guyon di madrasah pun pulang-pulang bisa jadi puisi,” tambahnya.

Menurut Anik, menulis tidak bisa dipaksakan. Apalagi seluruh karyanya adalah karya puisi.

Butuh mood yang bagus, ide segar, hingga jadi sebuah puisi.

Jika mood sedang bagus, dan banyak ide, dalam seminggu ia bisa menciptakan 20 karya puisi baru.

Tapi jika sedang tidak mood, ia bahkan tak bisa menciptakan satu puisi pun dalam seminggu.

”Betul-betul harus dalam keadaan happy, mood bagus, tidak bisa dipaksakan,” jelasnya.

Selain menulis, Anik juga suka memasak. Setiap hari, ia menyiapkan hidangan masakan spesial untuk suaminya.

”Sebelum saya berangkat mengajar, saya pasti masak untuk suami, meski anak-anak sudah berumahtangga dan tinggal di luar kota semua, memasak tetap saya lakukan,” pungkas wanita kelahiran Pasuruan, 19 Maret 1966 tersebut. (wen/naz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#puisi #buku #Guru #Pecinta #MTsN 4 Jombang