RadarJombang.id - Pembawaannya yang tegas dan disiplin sebagai Guru menjadikan karakter mengajar Semani dikagumi siswanya.
Sebagai guru, ia dekat dengan seluruh siswa. Menurutnya, agar pembelajaran berhasil, maka guru harus menguasai manajemen kelas.
”Saya memang karakter guru yang menerapkan prinsip harus menguasai manajemen kelas, termasuk hafal nama satu per satu siswa yang saya ajar,” kata guru Bahasa Inggris ini.
Menurutnya, tanggung jawab guru lebih dari menyampaikan materi yang harus diberikan. Tapi juga mendidik siswa.
Salah satu caranya adalah dengan membangun kedekatan personal dengan siswa.
Mulai dari masuk kelas, ia tidak langsung menyampaikan materi, tapi memberikan pemanasan dengan bertanya pada siswa materi yang telah disampaikan sebelumnya.
”Saya suka anak-anak yang disiplin, setelah pemanasan, kalau sudah mulai panas, baru masuk dalam materi, kalau kata anak-anak senam jantung dulu,” ungkap Semani.
Gaya mengajarnya yang tegas dan disiplin begitu menancap di fikiran dan di hati siswa.
”Pokoknya kalau anaknya suka bahasa Inggris, mengaku senang dengan cara mengajar saya, tapi kalau tidak suka atau kurang bisa bahasa Inggris pasti lari dari saya,” jelas ketua MGMP Bahasa Inggris SMA Negeri di Jombang ini.
Mengajar di SMAN 1 Jombang sejak 2008, banyak alumni yang masih mengingat Semani.
Bahkan sering kali alumni datang ke rumahnya untuk mengucapkan terima kasih dengan berbagai testimoni cara mengajarnya yang khas.
Baca Juga: Sosok Purnaning Wahyu Prabarini yang Selalu Tanamkan Kejujuran dan Tanggung Jawab ke Anak
”Beberapa hari lalu saya ketemu dengan siswa saya, dia menjadi wakil kepala di salah satu SMA swasta terkenal di Jombang, mengucapkan terima kasih karena atas didikan saya yang tegas dan disiplin membawa manfaat yang besar bagi kehidupannya,” ungkapnya.
Yang selalu ia tanamkan ke siswa yaitu, hidup adalah timbal balik dari yang kita lakukan sehari-hari.
Jika terbiasa disiplin, maka hidupnya akan disiplin dan teratur.
Begitu pula perbuatan baik dan buruk yang dilakukan pada orang lain, maka itu pula yang akan didapatkan dalam kehidupan.
”Terus berbuat baik, berusaha dan berdoa, saya selalu tanamkan itu kepada siswa, karena hidup adalah timbal balik yang kita lakukan,” ungkapnya.
Meski memiliki jam mengajar yang padat, Semani masih aktif menulis buku.
Beberapa karyanya telah diterbitkan dalam buku antologi. Menurutnya, kebiasaan menulis dilakukan agar ilmu tidak hilang.
Semani juga pernah aktif dalam komunitas menulis MGI (Media Guru Indonesia).
”Tulisan akan selalu diingat, itu yang mendasari saya untuk menulis,” jelasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW