JOMBANG - Padatnya kegiatannya di tempat kerja diimbangi Rika dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan sehat.
Utamanya dua tahun terakhir, ia menjaga kebugarannya dengan berolahraga gym.
Olahraga sudah menjadi kegiatan sehari-harinya sebelum menikah dulu.
Mulai 2004 ia mulai bekerja, lanjut 2006 menikah dengan M Ronny Afriandie, yang sekarang menjabat sebagi Plt Camat Mojowarno yang merupakan kakak tingkatnya di STPDN dulu.
Setelah menikah, ia masih tetap rajin berolahraga. Setelah melahirkan lahir anak pertama 17 tahun lalu, kegiatan olahraganya semakin menggebu.
Rika mengaku ingin mengembalikan bentuk tubuh seperti saat masih gadis. ”Seiring berjalannya waktu, sudah jarang lagi berolahraga, baru mulai lagi dua tahun terakhir,” tambahnya.
Pola hidup sehat yang ia jalani sejak masih muda berdampak hingga sekarang. Wanita kelahiran Nganjuk, 24 Februari 1982 ini, tetap bugar dan cantik.
”Sekarang saya lagi suka olahraga gym, saat waktu luang,” ungkapnya.
Pola hidup sehatnya juga diimbangi dengan makanan yang ia konsumsi. Setiap hari ia wajib mengkonsumsi sayur, air mineral 2-2,5 liter per hari, serta buah-buahan.
”Buah-buah yang ada di sekitar kita saja, pepaya, jeruk, yang mudah kita jumpai di pasaran,” tambahnya.
Dua tahun terakhir, ia juga berupaya untuk mengurangi konsumsi gula dan garam.
Baca Juga: Sri Wilujeng, Hari Libur Adalah Waktu untuk Keluarga
”Untuk yang lain-lain, asal tidak dikonsumsi berlebihan saya rasa tidak apa-apa,” imbuhnya.
Sebagai wanita karir, ia harus pandai membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Namun, ia mengaku lebih memprioritaskan keluarga, mengingat tugas utama wanita adalah sebagai ibu dan istri.
”Saya kira semua wanita yang bekerja punya insting untuk membagi waktu, punya tanggung jawab yang besar di samping harus tetap dengan tugas domestik yang dijalani,” tegasnya.
Saat masih kuliah S2 dan S3 dulu, Rika mengambil jam belajar ketika keluarga sudah beristirahat. Risikonya ia yang kurang tidur utamanya saat mengerjakan desertasi.
Tapi, ia mengaku beruntung, memiliki suami yang suportif, dan anak-anak yang mandiri. Pagi hari, ia menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak-anak berangkat ke sekolah.
Saat momen makan sore, di sana ia manfaatkan untuk ngobrol ringan hingga berat. Ketika weekend, ia kadang mengisi waktunya dengan jalan-jalan ringan.
”Sekadar cari makan, atau liburan ke rumah nenek yang ada di Sidoarjo maupun di Malang,” imbuhnya.
Terhadap anak-anaknya, ia berupaya menjadi sosok ibu yang baik. Ia mencoba membuka diri untuk menerima segala jenis curhatan anak.
Ia berusaha untuk menjadi ibu yang asyik, dan bisa dijadikan teman curhat yang aman.
”Bukan anak yang belajar dengan saya, justru saya yang banyak belajar melalui anak-anak,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW