JOMBANG - Menjadi wanita karier, Sri Wilujeng harus pandai membagi waktu untuk keluarga.
Ia selalu memberikan kasih sayang dan perhatiannya kepada suami dan kedua anaknya.
Waktu libur lebih banyak ia habiskan bersama keluarga di rumah dari pada jalan-jalan.
”Karena sudah sibuk sehari-hari, kita sebagai orang tua wajib meluangkan waktu khusus untuk anak agar mereka lebih dekat dengan keluarga,” kata Sri Wilujeng.
Wanita kelahiran Jombang, 10 Juli 1970 ini tinggal di Dusun Kademangan RT 07, RW 02 Desa/Kecamatan Gudo.
Ia mulai berangkat dari rumah pukul 06.20. Semua kegiatan rumahnya ia tanggalkan untuk bisa sampai di sekolah tepat waktu.
Tanggung jawab di rumahnya sudah tuntas, yaitu menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak-anak dan suami.
Serta tanggung jawab mencuci dan membereskan rumah.”Kadang yang belakang masih kotor belum beres semua saya tinggal, yang penting sampai di sekolah tidak terlambat,” katanya.
Sri mengaku bersyukur suaminya, Imam Buchori selalu memberikan support. Baginya, restu dari suami merupakan modal utama untuk bisa menjadi guru.
”Kalau tidak mendapatkan restu suami, saya tidak akan pernah mengajar sampai sekarang. Restu dari pasangan itu yang paling utama,” katanya.
Bagi kedua anaknya Sri merupakan ibu sekaligus teman. Ia tak pernah memaksakan anak-anaknya untuk menuruti apa yang ia inginkan.
Baca Juga: Luis Ardiana: Wanita Harus Bisa Bekerjasama dalam Rumah Tangga
Dalam hal pendidikan misalnya, sebagai guru SMA, ia tak memaksakan anaknya untuk bersekolah di sekolah tempatnya mengajar.
”Saya sudah mengarahkan, karena anaknya tidak mau, mau sekolah di tempat lain, ya tidak apa-apa,” kata ibu dari Fathur Rozi dan Mohammad Nafik Junaidi ini.
Untuk membangun bonding dengan kedua putranya, Sri meluangkan waktu sendiri untuk sekadar bercengkrama dengan keluarga.
Yaitu setiap hari setelah salat Isya. Setelah semua kegiatannya selesai, aktivitas belajar anak juga sudah selesai.
Waktu santai ia gunakan dengan menonton televisi sekaligus ngobrol bareng.
”Wajib setiap hari setelah Isya, kalau tidak begitu, kita akan terus sibuk dengan kegiatan kita masing-masing dan tidak ada waktu untuk berkumpul bersama keluarga,” katanya.
Waktu libur lebih banyak ia manfaatkan bersama keluarga di rumah.
”Kalau saya lebih suka di rumah kalau liburan, menjalani kegiatan sebagai ibu rumah tangga, jadi hari keluarga, sepenuhnya untuk keluarga,” katanya.
Sri merupakan salah satu wanita yang ulet. Selain menjadi guru, ia juga gemar bikin kue. Bahkan sempat ia jual di pasar saat pandemi dulu.
Saat pandemi Covid-19, kegiatan belajar dari rumah, membuatnya memiliki banyak waktu.
Karena tak suka menganggur, ia mencoba bikin kue, kemudian ia jual di pasar, dititipkan di lapak-lapak pedagang.
”Laku sebetulnya, tapi karena semakin ke sini semakin sibuk, keteteran, jadi tidak diteruskan lagi,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW