JOMBANG – Bisa mendidik dan mengantarkan siswa-siswi SMAN 2 Jombang meraih kesuksesan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mukhlis Koiriyati SPd.
Mukhlis merupakan guru senior SMAN 2 Jombang. Sejumlah nama tokoh di Kabupaten Jombang pernah merasakan langsung didikannya.
Di antaranya Wabup Sumrambah juga ada nama Direktur Bank Jombang Affandi Nugroho.
”Saya sangat bangga ketika melihat ada alumni yang bisa sukses apalagi masih ingat dengan saya,” ungkap perempuan yang tinggal di Jalan Samratulangi nomor 25 Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Jombang tersebut.
Mukhlis mulai mengajar di SMAN 2 Jombang sejak tahun 1989. Ia mengampu mata pelajaran Biologi.
Beberapa nama tokoh di Jombang pernah merasakan digembleng guru teladan ini.
”Alumni SMAN 2 Jombang juga banyak sekali yang sekarang menempuh pendidikan maupun berkarir di luar negeri,” katanya.
Pertemuan alumni menjadi pertemuan yang menjadi salah satu bentuk pengobat rindu.
Salah satunya melalui program Alumni Mengajar. Selain bisa jadi ajang temu kangen antara guru senior dan alumni yang telah sukses di bidangnya masing-masing.
Program Alumni Mengajar juga memberikan motivasi siswa dalam hal leadership, mengenalkan dunia kerja dan bidang usaha, serta memberikan kiat-kiat keberhasilan.
Mukhlis merupakan salah satu guru yang tak segan mengkritik. Menjadi teman debat/ diskusi bagi kepala sekolah sudah menjadi hal yang biasa ia lakukan.
”Tapi kritik yang saya lakukan adalah kritik yang membangun, demi kebaikan bersama,” jelasnya.
Tak heran, jika ia diberikan tugas di banyak tempat. Salah satunya adalah tugas peluncuran perdana student exchange atau pertukaran pelajar ke luar negeri, yaitu Singapura dan Malaysia.
Selain itu ai dipercaya menjadi pembina OSN juga komite pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka.
Ia juga bendahara MGMP Biologi Provinsi Jawa Timur, serta pengurus P2BI Folia. Selama dua tahun berturut-turut menjadi koordinator carnival SMAN 2 Jombang.
Tidak hanya sukses berkarir di dunia pendidikan, Ia juga sukses dalam hal mendidik anak.
Melalui pendidikan yang ia terapkan dalam keluarga, memberikan kesempatan anak untuk berekspresi membuat pertumbuhan keempat anaknya lebih baik.
”Tugas orang tua itu bukan mengharuskan menjadi apa yang kita inginkan, tapi mengarahkan dan memberikan ridlo,” kata ibu empat anak ini.
Bersama suaminya, Rudiarso Tri Sulistyo, ia mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.
Anak pertamanya Rosdiana Riza Listyorini lebih memilih menjadi ibu rumah tangga, setelah menjadi staf humas di salah satu rumah sakit.
”Saya tidak melarang karena perempuan kalau sudah menikah adalah milik suaminya,” jelasnya.
Anak keduanya Rosmalia Dita Nugraheni kini menempun pendidikan S3 di Australia.
Anak ketiganya Rostendi Dennys Hendraswari kini berwiraswasta, dan Alif Azizia Putri M, kini menjadi supervisor di perusahaan tambang di Kalimantan.
Anak bungsu ini sampai menangis berdarah-darah karena saya harus melepaskan anak gadis jauh di luar pulau.
Saat dia minta izin, dia menawarkan dua pilihan dengan positif negatifnya.
"Akhirnya, dia memutuskan yang di Kalimantan daripada yang di Jakarta. Catatannya hanya meminta mama ikhlas dan ridlo,” ungkapnya.
Setiap memutuskan satu hal tentang pendidikan, ia tak bekerja sendiri. Ia memberikan saran, anak memiliki kemauan.
Hal itu kemudian dibawa ke psikolog profesional yang menentukan kecenderungan kemauan anak.
”Agar tak salah langkah dalam hal pendidikan,” tandasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW