Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Siti Shofiyah: Wanita Harus Berpendidikan

Achmad RW • Rabu, 21 Juni 2023 | 14:35 WIB
Siti Shofiyah , Ketua Dharma Wanita Persatuan Perumdam Tirta Kencana Jombang
Siti Shofiyah , Ketua Dharma Wanita Persatuan Perumdam Tirta Kencana Jombang

JOMBANG - Bagi Siti Shofiyah, SST, Bd, MKes, pendidikan adalah hal yang sangat penting. Wanita akan lebih berharga jika memiliki perndidikan yang tinggi, wawasan yang luas, dan tidak pasrah dengan takdir sebagai ibu rumah tangga.

”Yang perlu digarisbawahi, ilmu tidak hanya didapatkan dari bangku kuliah, tapi bisa didapatkan dari mana saja,” ungkap ibu satu anak ini.

Menuntut ilmu bisa melalui jalan apa saja. Menurutnya, ibu rumah tangga tidak harus terkungkung di rumah, mengajari anak, dan mengurus rumah.

Bisa juga mencari ilmu melalui pelatihan, berkumpul dengan banyak orang, bertukar informasi yang bermanfaat, juga mengikuti majelis-majelis pengajian yang membuat keilmuan bertambah. Sebab, ilmu membuat wanita menjadi tampak lebih berkelas.

Siti Shofiyah merupakan seorang bidan yang menempuh pendidikan D3 dan D4 di STIKES Husada Jombang. Ia kemudian melanjutkan S2 di Universitas Respati Indonesia di Jakarta.

Memiliki keilmuan yang cukup dalam hal kebidanan, Shofiyah memilih tak membuka praktik pelayanan kesehatan sebagai bidan. Ia memilih untuk mengajar, mengamalkan ilmunya kepada mahasiswa yang merupakan calon-calon bidan.

Tak puas hingga mendapatkan gelar magister, ia melanjutkan sekolah profesi kebidanan. ”Sangat mungkin untuk membuka praktik sendiri, tapi saya memilih mengamalkan dan mengabdi pada jalur lain, yaitu mengajar saja,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bermanfaat untuk menunjang karir dan keilmuan, akan tetapi juga menunjang wanita dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu dan seorang istri dalam rumah tangga.

Menurutnya, ibu merupakan madrasah pertama bagi anaknya. Prinsip itu yang ia pegang dalam mendidik anak semata wayangnya, Rahmat Ramadhan Alghifari. ”Saya ingin menjadi teman diskusi yang asik, bisa mengarahkan, memotivasi, dan mendidik anak dengan baik dengan pengalaman dan keilmuan yang saya miliki,” ungkapnya.

Begitu pula menjadi seorang istri, mendampingi suaminya, Khoirul Hasyim sebagai Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Shofiyah berusaha memberi support terbaik. ”Sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Perumdam Tirta Kencana Jombang, saya tidak bisa klemar-klemer, harus berilmu agar aktif di organisasi juga,” katanya.

Di kampus, selain menjadi dosen di ITSKes ICME Jombang, Shofiyah juga dipercaya menduduki jebatan sebagai Sekretaris Prodi D4 Kebidanan. Kecakapan dan kemampuannya, membuat Shofiyah menjadi asisten dosen sejak sebelum lulus STIKES Husada dulu. Ia sering diminta mengajar mahasiswa yang juga adik kelasnya.

Suaminya, Khoirul Hasyim yang sebelumnya juga merupakan dosen STKIP PGRI Jombang, membuat rumah tangganya semakin seru. Diskusi dalam rumah menjadi semakin hidup. ”Tapi karena kesibukan beliau setelah di perumdam, sekarang sudah tidak lagi menjadi dosen,” ungkapnya.

 

Suka Perkumpulan yang Bermanfaat

SEBAGAI Ketua Dharma Wanita Persatuan Perumdam Tirta Kencana Jombang, Siti Shofiyah ingin pada setiap pertemuan yang dilakukan, seluruh anggota pulang dengan membawa ilmu baru.

”Tidak hanya kumpul, arisan dan kegiatan yang tidak penting, tapi pulang harus bawa oleh-oleh ilmu,” katanya.

Dalam pertemuan yang diadakan satu bulan sekali itu, ia juga berbagi ilmu yang bermacam-macam. Karena backgroundnya yang dari ilmu kesehatan, ia sering berbagi ilmu tentang kesehatan.

Namun, ia juga meminta saran kepada seluruh anggota tentang tema yang diinginkan. ”Kadang ya tema tentang pijat bayi, tentang masakan dan lain sebagainya. Yang penting tidak hanya kumpul dan membicarakan sesuatu yang tidak penting,” ungkapnya.

Ia juga mendatangkan narasumber yang mumpuni pada bidang keilmuan yang akan dibahas. Baginya berkumpulnya ibu-ibu dalam satu tempat sangat disayangkan jika tidak diberikan ilmu.

Padahal, ilmu itu sendiri akan memberikan banyak manfaat kepada kehidupan ibu rumah tangga dalam menjalani kegiatannya. ”Sebisa mungkin saya aktif, menghidupkan organisasi yang menjadi tanggung jawab saya,” jelasnya.

Di tengah kesibukannya, Shofiyah tetap memberikan prioritas kepada keluarga. Setiap pagi ia menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. Setelah segala urusan rumah selesai, pukul 08.00, ia mengantarkan anaknya yang masih berusia dua tahun ke sekolah.

”Saya menyadari jika saya tidak bisa 24 jam bersama anak saya, sehingga saya sebisa mungkin memberikan pendidikan terbaik sesuai dengan usianya,” katanya.

Setelah pukul 09.00, sekolah sudah pulang. Ia lanjut ke kampus untuk mengajar. ”Ya setiap hari begitu,” jelas wanita kelahiran Jombang, 21 Februari 1985 ini.

Hari libur Sabtu dan Minggu, ia manfaatkan untuk keluarga. Membangun kebersamaan dengan keluarga di rumah. Mengajari  anak berbagai hal yang melatih motorik, sensoriknya. ”Di sekolah gurunya selalu bilang tadi adek belajar ini dan itu, jadi di rumah saya tinggal mengulanginya kembali,” jelasnya.

Jika sudah mulai jenuh dengan kegiatan sehari-hari, ia memilih healing di tempat yang sejuk, seperti Wonosalam. ”Tidak perlu jauh, ke Wonosalam saja cukup, membiarkan anak bermain air sebebas-bebasnya,” kata warga Pondok Candi Indah, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang tersebut.

Ia kategori orang tua yang tidak ingin membatasi anaknya dalam bermain. ”Biar main air, kotor-kotoran saya tidak pernah melarang, kotor bisa dicuci lagi, tapi kalau dilarang anak akan merasa penasaran dengan hal baru,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#anak #wanita #Ibu & Anak #Jombang #suami #pendidikan